SEMARANG – SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang menerima 14 mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dari Program Studi Pendidikan Agama Islam. Serah terima mahasiswa PPL tersebut berlangsung pada Jumat (30/10/2026) pukul 10.00 WIB di Ruang AVA SMKN Jateng di Semarang. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata dalam dunia pendidikan sekaligus mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik profesional.
Kedatangan mahasiswa PPL Unwahas disambut hangat oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd. Dalam kegiatan tersebut, kepala sekolah didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Laely Rohmatin Apriliani, S.Pd., serta dua guru pamong, yaitu Nur Khamim, S.Pd.I. dan Iga Astika, S.Pd.I. Sementara itu, rombongan Unwahas dipimpin oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hamid Sakti Wibowo, M.Si.
Dalam sambutannya, DPL Unwahas, Hamid Sakti Wibowo, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar SMKN Jateng di Semarang yang telah memberikan kesempatan sekaligus menerima mahasiswa PPL dengan baik.
“Terima kasih kepada SMKN Jateng di Semarang yang telah menerima mahasiswa PPL Unwahas dengan baik. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menjadi pendidik yang profesional,” ungkap Hamid.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan PPL Unwahas adalah membekali mahasiswa calon pendidik agar memiliki kesiapan untuk terjun langsung ke dunia kerja, khususnya dalam lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pedagogik, teori pembelajaran, serta berbagai kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan ke dalam praktik nyata di sekolah.
Menurutnya, PPL juga menjadi sarana penting untuk mengembangkan empat kompetensi utama seorang guru, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut merupakan fondasi penting yang harus dimiliki setiap pendidik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Selain itu, mahasiswa akan memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan sekolah secara menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun nonfisik. Pengenalan tersebut mencakup kegiatan administratif, akademik, hingga interaksi sosial dan psikologis yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sekolah.
Hamid juga menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam menjalankan tugas kependidikan. Mahasiswa diharapkan dapat belajar mengelola kelas, menyusun perangkat pembelajaran, menerapkan metode pembelajaran inovatif, serta melaksanakan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran, mahasiswa PPL juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan administrasi sekolah. Mereka dapat terlibat dalam berbagai kegiatan edukatif maupun tugas pendukung lainnya yang memberikan gambaran nyata tentang kompleksitas profesi seorang guru.
Lebih jauh, pelaksanaan PPL diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kecintaan terhadap profesi keguruan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan kemitraan antara Unwahas Semarang dengan SMKN Jateng di Semarang sebagai lembaga pendidikan mitra.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Universitas Wahid Hasyim Semarang atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tempat pelaksanaan PPL mahasiswa.
“Terima kasih kepada Unwahas yang telah memberikan kepercayaan kepada SMKN Jateng di Semarang sebagai tempat pelaksanaan PPL mahasiswa. Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa dan siap mendampingi mereka untuk belajar serta memperoleh pengalaman langsung di lingkungan sekolah,” tutur Ardan.
Ia berharap kehadiran mahasiswa PPL tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan praktik mengajar, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengenal kehidupan sekolah secara lebih luas. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk terlibat aktif dalam berbagai program dan kegiatan sekolah, baik intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.
Menurut Ardan, keterlibatan tersebut penting agar mahasiswa mendapatkan pengalaman yang utuh mengenai tugas seorang guru. Seorang pendidik tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga berperan dalam membimbing, mendampingi, mengembangkan karakter, serta mendukung potensi peserta didik melalui berbagai aktivitas sekolah.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa PPL Unwahas, Azmii Ibaadullaah, menyampaikan komitmen mahasiswa untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PPL dengan penuh tanggung jawab. Ia menyatakan bahwa seluruh mahasiswa akan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya kerja yang berlaku di SMKN Jateng di Semarang.
“Kami dari mahasiswa Unwahas akan berusaha beradaptasi dan mengikuti budaya serta kehidupan lingkungan SMKN Jateng di Semarang. Kami berharap dapat belajar dengan baik, menjalin komunikasi yang positif, serta memperoleh pengalaman berharga selama melaksanakan PPL di sekolah ini,” ungkap Azmii.
Komitmen tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik.
Dukungan terhadap pelaksanaan PPL Unwahas juga disampaikan oleh salah satu guru pamong, Iga Astika, S.Pd.I. Ia menilai kegiatan praktik lapangan tersebut memberikan manfaat besar bagi mahasiswa, khususnya dalam menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas pelaksanaan pendidikan di sekolah.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat agar mahasiswa dapat mempraktikkan apa yang sudah dipelajari selama perkuliahan dan mampu belajar menjadi calon guru serta pendidik masa depan,” ujar Iga Astika.
Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan peserta didik dan mengikuti berbagai aktivitas sekolah akan membantu mahasiswa memahami karakteristik lingkungan pendidikan yang sesungguhnya. Dengan pendampingan guru pamong, mahasiswa juga dapat belajar memperbaiki kemampuan mengajar, membangun komunikasi, serta mengembangkan sikap profesional sebagai calon pendidik.
Pelaksanaan PPL Unwahas di SMKN Jateng di Semarang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi kedua lembaga, terutama dalam mendukung peningkatan kompetensi calon guru sekaligus menghadirkan semangat dan perspektif baru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Melalui pendampingan dosen pembimbing lapangan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru pamong, sebanyak 14 mahasiswa PPL diharapkan dapat menjalani proses pembelajaran profesional secara optimal.
Kegiatan serah terima ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan awal dari proses pembentukan karakter, keterampilan, dan profesionalisme calon pendidik. SMKN Jateng di Semarang berkomitmen memberikan ruang belajar dan pengalaman terbaik bagi mahasiswa agar kelak mampu menjadi guru yang kompeten, adaptif, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian dalam memajukan dunia pendidikan.

Beri Komentar