Senin, 22-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Tingkatkan Daya Saing Guru Vokasi, BBPPMPV BMTI Cimahi Gelar Pelatihan Perhitungan RAB Berbasis Microsoft Project di Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Balai Besar / Berita

SEMARANG-Sebanyak 20 pendidik dan tenaga kependidikan vokasi mengikuti Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 2 yang diselenggarakan oleh BBPPMPV BMTI Cimahi. Kegiatan ini mengusung pelatihan bertajuk Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Menggunakan Aplikasi Microsoft Project dan berlangsung pada 17 hingga 27 Juni 2026 dengan pusat pembelajaran di SMKN 7 Semarang, Semarang.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi konstruksi dan manajemen proyek, guru vokasi dituntut untuk terus memperbarui kompetensinya agar materi yang diajarkan kepada peserta didik tetap relevan dengan praktik industri terkini.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Andang Fitriadi, Kepala Seksi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Andang menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai sarana peningkatan kualitas guru kejuruan, khususnya pada bidang teknik konstruksi dan perumahan yang saat ini membutuhkan penguasaan teknologi digital dalam proses perencanaan proyek.

Menurut Andang, program peningkatan kompetensi yang diinisiasi BBPPMPV BMTI Cimahi ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah dalam menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru selama pelatihan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.

“Dengan adanya program peningkatan kompetensi dari BBPPMPV BMTI Cimahi yang berpusat belajar di SMKN 7 Semarang ini, kami berharap dapat meningkatkan kompetensi guru sesuai kebutuhan industri, khususnya dalam perhitungan RAB menggunakan Microsoft Project. Bapak dan Ibu guru nantinya diharapkan mampu mentransfer ilmu yang diperoleh kepada murid maupun rekan sejawat di sekolah asal,” ujar Andang saat membuka kegiatan.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai sekolah vokasi, termasuk guru-guru Program Keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan dari SMKN Jateng di Semarang. Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi komprehensif mengenai penyusunan RAB, pengelolaan jadwal proyek, hingga simulasi manajemen proyek konstruksi menggunakan aplikasi Microsoft Project.

Penggunaan Microsoft Project dalam dunia konstruksi dinilai semakin penting karena aplikasi ini mampu membantu perencanaan waktu, biaya, alokasi sumber daya, serta pengawasan progres pekerjaan secara lebih sistematis dan akurat. Kemampuan tersebut menjadi kompetensi tambahan yang kini banyak dicari oleh industri konstruksi modern.

Bagi para peserta, pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga membuka perspektif baru mengenai kebutuhan industri yang terus berubah. Salah satu peserta dari SMKN Jateng di Semarang, Adam Firnanda, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini sangat bagus sekali karena guru dapat meningkatkan kompetensi tentang perhitungan RAB menggunakan aplikasi Microsoft Project sesuai dengan kebutuhan industri. Materi yang diberikan sangat relevan dan aplikatif untuk pembelajaran di sekolah,” kata Adam.

Ia menambahkan, kompetensi yang diperoleh selama pelatihan akan sangat membantu guru dalam memperkaya metode pembelajaran di kelas. Menurutnya, siswa SMK perlu diperkenalkan dengan perangkat lunak yang memang digunakan di dunia kerja agar mereka lebih siap saat memasuki industri.

Adam juga menilai pelatihan semacam ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan penguasaan teknologi perencanaan proyek, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, berbasis praktik, dan sesuai standar profesional.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa peningkatan kompetensi guru vokasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara lembaga pelatihan, sekolah, pemerintah, dan dunia industri. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lulusan SMK yang unggul, adaptif, dan siap kerja.

Melalui pelatihan ini, BBPPMPV BMTI Cimahi berharap lahir lebih banyak tenaga pendidik yang mampu mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran vokasi. Dengan demikian, kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia diharapkan semakin meningkat dan mampu menjawab tantangan pembangunan nasional, khususnya di sektor konstruksi dan infrastruktur.

Pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 2 ini pada akhirnya tidak sekadar menjadi agenda pelatihan rutin, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kuat. Dari ruang pelatihan, semangat peningkatan kualitas pendidikan terus digelorakan demi menyiapkan generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di dunia kerja global.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan