Rabu, 24-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

PDAM Tirta Moedal Gandeng SMKN Jateng di Semarang, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri untuk Cetak SDM Unggul

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang resmi menjalin kerja sama strategis dengan SMKN Jawa Tengah di Semarang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di Gedung Joglo Perumda Air Minum Tirta Moedal, Jalan Kelud Raya Nomor 60, Semarang, Rabu (24/6/2026). Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri guna meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan sebagai upaya menjembatani kebutuhan dunia akademik dengan tuntutan industri yang terus berkembang, khususnya dalam sektor pengelolaan air bersih dan pelayanan publik. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam menciptakan ruang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, praktik kerja lapangan, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Moedal, Dr. Ir. Adi Setiawan, S.H., M.H., M.M., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa hari ini merupakan momentum terbaik untuk menyatukan visi antara dunia usaha dan lembaga pendidikan. Menurutnya, tantangan pengelolaan air bersih di era modern semakin kompleks dan tidak mungkin diselesaikan secara mandiri oleh PDAM tanpa dukungan berbagai pihak.

“Hari ini adalah momentum terbaik untuk menyatukan visi. Sinergi antara dunia usaha dengan lembaga pendidikan menjadi sangat penting karena tantangan pengelolaan air bersih tidak bisa diselesaikan sendiri oleh PDAM. Kami membutuhkan masukan, inovasi, dan perspektif baru dari dunia akademik,” ujar Adi Setiawan di hadapan para tamu undangan.

Ia menegaskan, kerja sama yang dibangun melalui MoU ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan bentuk kolaborasi nyata yang diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi kedua belah pihak. Menurutnya, PDAM membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pola pikir kritis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kami ingin MoU ini menjadi kerja sama nyata, bukan sekadar penandatanganan seremonial. Ada ruang kolaborasi yang sangat besar, mulai dari pendidikan, pengabdian masyarakat, hingga penguatan kebijakan strategis seperti harmonisasi tarif industri. Kami juga siap menerima siswa-siswa yang kritis, yang berani bertanya dan memberi solusi,” katanya.

Adi menjelaskan bahwa visi Perumda Air Minum Tirta Moedal adalah menjadi perusahaan penyedia air minum yang sehat, unggul, dan terpercaya. Untuk mewujudkan visi tersebut, perusahaan berpegang pada tiga pilar utama, yakni kualitas layanan air, tata kelola perusahaan yang profesional, serta pengembangan sumber daya manusia yang berintegritas.

Pada aspek layanan, PDAM mengedepankan prinsip 4K, yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan tarif air minum bagi masyarakat. Sementara dari sisi manajemen, perusahaan terus memperkuat tata kelola yang transparan dan berorientasi pada pelayanan pelanggan. Pengembangan SDM juga menjadi fokus utama melalui pemanfaatan teknologi terkini dan peningkatan kapasitas internal.

Namun, perjalanan untuk mencapai target tersebut tidaklah mudah. Sepanjang 2026, Perumda Air Minum Tirta Moedal menghadapi sejumlah tantangan besar dalam operasionalnya. Salah satu kendala utama adalah gangguan distribusi air akibat cuaca ekstrem yang memicu pergerakan tanah dan merusak jaringan perpipaan, terutama di sejumlah wilayah seperti Mijen.

Selain itu, persoalan penurunan muka tanah (land subsidence) di kawasan pesisir Semarang masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada stabilitas infrastruktur distribusi air. Kondisi geografis Kota Semarang yang terbagi antara wilayah perbukitan di Semarang Atas dan dataran rendah di Semarang Bawah juga menuntut pengelolaan tekanan air yang lebih kompleks agar distribusi tetap merata.

Tantangan lainnya muncul dari kebijakan penyesuaian tarif untuk pelanggan sektor niaga dan industri yang mulai berlaku sejak 1 Juni 2026. Penyesuaian tarif ini menuntut PDAM untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara seimbang agar masyarakat dan pelaku usaha tetap memperoleh layanan terbaik.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, PDAM terus melakukan langkah strategis di lapangan, mulai dari penelusuran jaringan, koordinasi dengan masyarakat, hingga optimalisasi infrastruktur pendukung, termasuk pengaktifan kembali Reservoir Siranda sebagai bagian dari penguatan sistem distribusi air.

Dalam konteks itulah, kolaborasi dengan lembaga pendidikan dinilai menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Dunia pendidikan dipandang mampu menjadi mitra strategis dalam melahirkan inovasi dan solusi berbasis riset yang dapat diaplikasikan secara nyata di lapangan.

Kepala SMKN Jawa Tengah di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyambut positif kerja sama yang terjalin dengan Perumda Air Minum Tirta Moedal. Ia menilai sinergi ini membuka peluang besar bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan sesuai kebutuhan industri.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena memberi manfaat besar bagi peserta didik. Siswa SMKN Jawa Tengah di Semarang akan sangat terbantu dalam mengasah kompetensi melalui program Praktik Kerja Lapangan di PDAM Kota Semarang,” ujar Ardan.

Menurutnya, pembelajaran di sekolah kejuruan harus mampu menjawab kebutuhan riil dunia kerja. Karena itu, keterlibatan industri dalam proses pendidikan menjadi elemen penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing.

“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan mitra industri agar siswa tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga matang dalam keterampilan praktik, etos kerja, dan kemampuan problem solving,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi berharap tercipta ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Para siswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata di lapangan, sementara PDAM juga mendapatkan kontribusi gagasan segar dari generasi muda yang kreatif dan inovatif.

Penandatanganan MoU ini menandai awal dari kolaborasi jangka panjang antara dunia pendidikan dan industri di Kota Semarang. Lebih dari sekadar kemitraan administratif, kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan, khususnya dalam pengelolaan air bersih yang berkelanjutan.

Sinergi antara pendidikan dan industri pada akhirnya bukan hanya tentang transfer ilmu dan pengalaman kerja, tetapi juga tentang membangun masa depan bersama. Ketika sekolah dan dunia usaha berjalan beriringan, maka peluang untuk melahirkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global akan semakin terbuka lebar.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan