UNGARAN – Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran terus mematangkan persiapan pelaksanaan Anugerah Sekolah Berbudaya Sehat (ASBS) Tahun 2026. Salah satu tahapan penting yang dilaksanakan adalah kegiatan Technical Meeting ASBS UNW 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (9/6/2026) pukul 15.00 WIB.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 20 peserta tersebut menjadi forum koordinasi sekaligus penyamaan persepsi terkait teknis pelaksanaan lomba, mekanisme penilaian, hingga kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi peserta sebelum memasuki tahapan penjurian dan penganugerahan. Acara dipandu oleh moderator Romando YRS yang mengawal jalannya kegiatan sejak pembukaan hingga sesi diskusi dan tanya jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia ASBS UNW 2026, Jaya Ramadaey Bangsa, S.E., M.M., memaparkan secara rinci berbagai ketentuan lomba, alur pelaksanaan kegiatan, serta detail penyelenggaraan yang perlu dipahami seluruh peserta. Penjelasan tersebut diberikan agar tidak terjadi perbedaan interpretasi dan seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai proses seleksi dan penilaian yang akan berlangsung.
Jaya menjelaskan bahwa technical meeting menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ASBS karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh informasi secara langsung dari panitia. Selain itu, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul terkait dokumen administrasi maupun aspek teknis lainnya.
“Melalui technical meeting ini kami ingin memastikan seluruh peserta memahami mekanisme lomba, tahapan penilaian, dan berbagai ketentuan yang telah ditetapkan panitia. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses ini dengan baik sehingga pelaksanaan ASBS Tahun 2026 berjalan lancar dan menghasilkan karya-karya terbaik dari sekolah peserta,” ujar Jaya Ramadaey Bangsa.
Menurutnya, panitia juga memberikan kesempatan kepada peserta yang masih memiliki kekurangan dokumen administrasi untuk segera melengkapinya sesuai batas waktu yang ditentukan. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk dukungan agar seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi secara optimal tanpa terkendala persoalan administratif.
Sementara itu, Rektor Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam ajang Anugerah Sekolah Berbudaya Sehat Tahun 2026. Ia menilai keikutsertaan sekolah-sekolah dalam program tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.
“Atas nama Universitas Ngudi Waluyo, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengikuti Anugerah Sekolah Berbudaya Sehat Tahun 2026. Kami sangat mengapresiasi berbagai karya kreatif yang telah disiapkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya sehat di sekolah masing-masing,” kata Prof. Subyantoro.
Dalam sambutannya, Rektor juga mengungkapkan bahwa format pelaksanaan lomba tahun ini mengalami sejumlah perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan tersebut dilakukan setelah panitia menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan program.
“Tahun ini terdapat beberapa perubahan format lomba dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi dan masukan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah agar penyelenggaraan ASBS semakin baik, lebih relevan dengan kebutuhan sekolah, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi penguatan budaya sehat di lingkungan pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Subyantoro berharap ASBS tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, melainkan juga menjadi sarana berbagi praktik baik antar sekolah dalam mengembangkan lingkungan belajar yang sehat, aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi berjalan interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta terkait proses penilaian, kelengkapan berkas, hingga mekanisme pelaksanaan acara puncak. Moderator Romando YRS memandu jalannya sesi tanya jawab secara tertib dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pertanyaan maupun masukan.
Romando mengatakan bahwa antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian sekolah terhadap program ASBS yang diselenggarakan Universitas Ngudi Waluyo. Ia berharap seluruh informasi yang telah disampaikan dapat menjadi pedoman bagi peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi tahapan berikutnya.
“Kami berupaya memastikan seluruh pertanyaan peserta dapat terjawab dengan baik. Antusiasme peserta sangat positif dan menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengikuti seluruh proses ASBS Tahun 2026,” ungkap Romando.
Pada sesi akhir, panitia kembali menegaskan bahwa peserta yang belum melengkapi dokumen lomba masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan kekurangan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu peserta memenuhi seluruh persyaratan sehingga proses penilaian dapat berjalan secara objektif dan komprehensif.
Anugerah Sekolah Berbudaya Sehat merupakan program yang bertujuan mendorong terciptanya budaya hidup sehat di lingkungan sekolah melalui berbagai inovasi dan praktik baik yang dilakukan satuan pendidikan. Program ini sekaligus menjadi wadah apresiasi bagi sekolah yang berhasil mengembangkan lingkungan pendidikan yang mendukung kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan warga sekolah.
Sesuai agenda yang telah ditetapkan, pelaksanaan puncak Anugerah Sekolah Berbudaya Sehat (ASBS) Universitas Ngudi Waluyo Tahun 2026 akan digelar pada Minggu, 28 Juni 2026, bertempat di Kampus Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Kegiatan tersebut akan menjadi momentum pemberian penghargaan kepada sekolah-sekolah terbaik sekaligus ajang berbagi inspirasi dalam mewujudkan budaya sehat yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

Beri Komentar