Kamis, 10-09-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

23 Siswa TKR SMKN Jateng Semarang Ikuti Uji Kompetensi Sistem Rem dan ETU Sistem Injeksi, Bekal Siap Kerja di Industri

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Sebanyak 23 siswa Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMKN Jateng di Semarang mengikuti Uji Kompetensi System Rem dan ETU Sistem Injeksi pada 8–9 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) R4 SMKN Jateng di Semarang tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memastikan peserta didik memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperoleh pengakuan kompetensi melalui lembaga sertifikasi yang berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pelaksanaan uji kompetensi berlangsung selama dua hari, mulai Selasa, 8 September hingga Rabu, 9 September 2026. Sebanyak 23 siswa mengikuti rangkaian asesmen untuk mengukur kemampuan mereka pada kompetensi yang berkaitan dengan sistem rem serta ETU sistem injeksi kendaraan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi siswa TKR untuk membuktikan keterampilan yang telah diperoleh selama proses pembelajaran di sekolah. Tidak hanya memahami konsep secara teori, siswa dituntut mampu menerapkan pengetahuan tersebut melalui pekerjaan praktik sesuai prosedur dan standar kompetensi yang ditetapkan.

Ketua Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN Jateng di Semarang, Mada Bayu Pambudi, mengatakan pelaksanaan program sertifikasi kompetensi memberikan manfaat besar bagi siswa, terutama sebagai bekal ketika mereka nantinya memasuki dunia kerja.

“Program ini sangat membantu mempermudah dan mendukung siswa pada saat nanti mencari pekerjaan, apalagi didukung dengan LSP P3 dengan standar BNSP yang sudah diakui secara nasional,” ujar Mada Bayu Pambudi.

Menurut Mada, sertifikasi kompetensi memberikan nilai tambah bagi siswa karena kemampuan yang mereka miliki tidak hanya dinilai oleh sekolah, tetapi juga melalui proses asesmen yang mengacu pada standar kompetensi profesi. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa ketika bersaing mendapatkan kesempatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Uji kompetensi juga menjadi sarana bagi sekolah untuk mengetahui sejauh mana keterampilan siswa telah berkembang. Proses asesmen memberikan gambaran mengenai kemampuan peserta dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang keahliannya, sekaligus membiasakan siswa dengan mekanisme penilaian kompetensi yang lebih dekat dengan kondisi dunia kerja.

Dalam bidang Teknik Kendaraan Ringan, penguasaan sistem rem merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon tenaga kerja otomotif. Sistem rem berkaitan langsung dengan aspek keselamatan kendaraan sehingga pekerjaan pemeriksaan, perawatan, maupun perbaikan harus dilakukan secara cermat dan sesuai prosedur.

Begitu pula dengan kompetensi ETU sistem injeksi yang berkaitan dengan teknologi sistem bahan bakar pada kendaraan. Perkembangan teknologi otomotif menuntut calon teknisi untuk tidak hanya memahami kendaraan secara mekanis, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan sistem kendaraan yang semakin mengandalkan teknologi elektronik dan sistem kontrol.

Melalui uji kompetensi tersebut, siswa mendapatkan pengalaman untuk menunjukkan kemampuan teknis yang telah dipelajari selama berada di sekolah. Mereka dituntut bekerja secara sistematis, teliti, menggunakan peralatan dengan tepat, serta memperhatikan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja.

Kegiatan sertifikasi kompetensi juga memiliki arti penting dalam pendidikan vokasi karena menjadi salah satu penghubung antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kompetensi yang dimiliki siswa diharapkan tidak berhenti pada penguasaan materi pembelajaran, tetapi benar-benar dapat diterapkan ketika mereka memasuki lingkungan kerja.

Uji Kompetensi Keahlian atau UKK merupakan ujian praktik dan asesmen akhir yang dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa SMK sesuai bidang keahlian yang dipilih. Pelaksanaan UKK menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuktikan kemampuan teknis yang telah mereka pelajari selama masa pendidikan.

Selain sebagai instrumen pengukuran kompetensi, UKK juga memiliki sejumlah tujuan strategis. Salah satunya adalah mengetahui tingkat penguasaan keterampilan siswa berdasarkan standar nasional maupun kebutuhan industri. Dengan adanya asesmen tersebut, sekolah dapat memperoleh gambaran mengenai kesiapan peserta didik sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja.

UKK juga berkaitan dengan proses kelulusan siswa SMK. Kompetensi yang ditunjukkan melalui ujian praktik dan asesmen menjadi salah satu bagian dalam keseluruhan proses evaluasi pendidikan. Karena itu, siswa perlu mempersiapkan diri secara optimal, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah sertifikasi resmi. Siswa yang berhasil memenuhi standar kompetensi memiliki bukti kompetensi yang dapat digunakan untuk mendukung perjalanan mereka memasuki dunia kerja. Sertifikat tersebut menjadi dokumen pendukung yang menunjukkan bahwa kemampuan siswa telah melalui proses asesmen kompetensi.

Bagi dunia industri, keberadaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi terukur menjadi kebutuhan penting. Industri otomotif membutuhkan tenaga kerja yang mampu bekerja secara profesional, memahami prosedur, memiliki keterampilan teknis, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi kendaraan.

Karena itu, keterlibatan lembaga sertifikasi profesi dalam proses uji kompetensi memberikan nilai tambah bagi siswa. Standar BNSP yang menjadi acuan sertifikasi memberikan pengakuan yang berlaku secara nasional, sehingga kompetensi yang diperoleh siswa memiliki nilai lebih ketika digunakan sebagai salah satu modal untuk melamar pekerjaan.

Mada berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta. Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar kegiatan evaluasi di akhir masa pembelajaran, melainkan bagian dari persiapan siswa untuk menghadapi persaingan di dunia kerja.

Program ini juga mendorong siswa agar lebih percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki. Dengan mengikuti proses asesmen, siswa dapat mengetahui bahwa keterampilan yang mereka pelajari di sekolah memiliki relevansi dengan kebutuhan industri.

Keberhasilan pelaksanaan uji kompetensi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen SMKN Jateng di Semarang dalam memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada kesiapan kerja. Pembelajaran berbasis praktik terus diarahkan agar siswa memiliki pengalaman yang sesuai dengan tuntutan profesi yang akan mereka jalani setelah lulus.

Bagi 23 siswa TKR yang mengikuti Uji Kompetensi System Rem dan ETU Sistem Injeksi, kegiatan selama dua hari tersebut menjadi pengalaman penting untuk menguji kesiapan mereka sebagai calon tenaga kerja bidang otomotif. Mereka tidak hanya belajar menyelesaikan pekerjaan teknis, tetapi juga belajar bertanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan dan keselamatan.

Dengan dukungan pembelajaran di sekolah serta sertifikasi kompetensi yang mengacu pada standar BNSP, siswa diharapkan mampu meningkatkan daya saing ketika memasuki dunia usaha dan dunia industri. Bekal tersebut menjadi modal penting agar lulusan tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Pelaksanaan uji kompetensi akhirnya menjadi bagian dari langkah strategis SMKN Jateng di Semarang dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, percaya diri, dan siap kerja. Melalui penguatan keterampilan dan pengakuan sertifikasi profesi, para siswa TKR diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang sekaligus memiliki daya saing di tingkat nasional.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan