Kamis, 10-09-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

24 Siswa Teknik Konstruksi dan Perumahan Ikuti Uji Kompetensi Juru Gambar Bangunan Gedung Gedung Level 2, Bekal Kompetensi Siap Hadapi Industri Konstruksi

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Sebanyak 24 siswa Jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan SMK Negeri Jateng di Semarang mengikuti Uji Kompetensi Juru Gambar Bangunan Gedung Level 2 pada Selasa–Rabu, 8–9 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lab CAD SMK Negeri Jateng di Semarang tersebut diselenggarakan oleh LSP SMKN 5 Semarang sebagai bagian dari upaya memastikan kompetensi siswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di bidang konstruksi dan properti.

Pelaksanaan uji kompetensi menjadi momentum penting bagi siswa untuk membuktikan kemampuan teknis yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. Sebanyak 24 peserta mengikuti asesmen kompetensi dengan skema Juru Gambar Bangunan Gedung Level 2, khususnya kemampuan yang berkaitan dengan gambar konstruksi bangunan gedung dan penggunaan perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD).

Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan capaian pembelajaran yang diterapkan di Jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan. Kemampuan menggambar konstruksi menggunakan perangkat lunak CAD, seperti AutoCAD dan perangkat sejenis, menjadi salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan dalam pekerjaan di sektor konstruksi.

“Pelaksanaan Uji Kompetensi Juru Gambar Bangunan Gedung Level 2 yang berlangsung pada 8–9 September 2026 di Lab CAD SMK Negeri Jateng di Semarang, yang diselenggarakan oleh LSP SMKN 5 Semarang dengan diikuti 24 peserta, merupakan momentum yang sangat strategis bagi kami di Jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan,” ujar Adam Firnanda.

Menurutnya, uji kompetensi tersebut sejalan langsung dengan capaian pembelajaran siswa, terutama dalam penguasaan gambar konstruksi bangunan gedung. Kompetensi tersebut menjadi semakin penting seiring dengan kebutuhan industri konstruksi yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan mampu menggunakan teknologi dalam proses perencanaan maupun pembuatan gambar teknis.

“Uji kompetensi ini sejalan langsung dengan capaian pembelajaran siswa di bidang gambar konstruksi bangunan gedung, khususnya penguasaan software CAD (AutoCAD dan sejenisnya) yang menjadi standar industri. Ini membuktikan bahwa kurikulum yang kami jalankan sudah link and match dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Penguasaan teknologi CAD menjadi salah satu kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri konstruksi modern. Penggunaan perangkat lunak tersebut memungkinkan proses pembuatan gambar teknis dilakukan secara lebih sistematis, presisi, dan efisien. Karena itu, pengalaman menggunakan software CAD selama berada di sekolah menjadi bekal penting bagi siswa sebelum memasuki dunia profesional.

Melalui sertifikasi kompetensi, kemampuan tersebut tidak hanya dibuktikan melalui hasil pembelajaran di sekolah, tetapi juga mendapatkan pengakuan melalui proses asesmen. Sertifikat kompetensi Level 2 yang diperoleh melalui lembaga sertifikasi profesi menjadi bukti bahwa siswa telah mengikuti proses penilaian sesuai skema kompetensi yang diujikan.

“Sertifikat kompetensi Level 2 dari LSP yang terlisensi BNSP memberi nilai tambah nyata bagi lulusan kami saat memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi. Ini bukan sekadar nilai rapor, tapi pengakuan resmi atas kemampuan teknis mereka,” lanjutnya.

Keberadaan sertifikat kompetensi menjadi salah satu nilai tambah bagi lulusan SMK ketika menghadapi persaingan di dunia kerja. Perusahaan tidak hanya membutuhkan lulusan yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai, tetapi juga tenaga kerja yang mampu menunjukkan keterampilan dan kompetensi secara konkret.

Dalam pelaksanaan uji kompetensi kali ini, Lab CAD SMK Negeri Jateng di Semarang digunakan sebagai lokasi asesmen. Pemanfaatan fasilitas sekolah sebagai tempat pelaksanaan uji sekaligus menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pembelajaran yang dimiliki sekolah dapat mendukung pelaksanaan asesmen kompetensi bidang gambar konstruksi.

“Digunakannya Lab CAD sekolah kami sebagai lokasi uji menunjukkan bahwa fasilitas laboratorium yang kami miliki sudah memenuhi standar untuk pelaksanaan asesmen kompetensi, sekaligus menjadi evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana praktik,” ungkapnya.

Pemanfaatan laboratorium tidak hanya memberikan kemudahan dari sisi pelaksanaan, tetapi juga menciptakan suasana asesmen yang dekat dengan lingkungan pembelajaran siswa. Peserta dapat menunjukkan kemampuan menggunakan perangkat dan fasilitas yang selama ini telah mereka gunakan dalam kegiatan praktik.

Meski demikian, pelaksanaan uji kompetensi juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah. Hasil asesmen akan menjadi salah satu sumber informasi untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi peserta didik sekaligus melihat efektivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Dengan 24 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, jurusan akan melakukan evaluasi terhadap hasil uji secara menyeluruh. Evaluasi tidak hanya diarahkan kepada peserta yang dinyatakan kompeten, tetapi juga kepada peserta yang masih memerlukan penguatan kompetensi.

“Dengan 24 peserta yang mengikuti, saya akan meminta laporan hasil uji secara menyeluruh, baik yang kompeten maupun yang belum, sebagai bahan evaluasi kurikulum, khususnya pada mata pelajaran produktif gambar teknik dan CAD,” katanya.

Langkah evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pembelajaran terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan industri. Apabila terdapat siswa yang belum memenuhi standar kompetensi, sekolah akan memberikan pendampingan agar mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki kemampuan sebelum mengikuti uji kompetensi berikutnya.

“Bagi peserta yang belum kompeten, kami akan menyiapkan program remedial atau pembinaan lanjutan agar tetap bisa mengikuti uji susulan,” tambahnya.

Uji Kompetensi Keahlian atau UKK merupakan salah satu bagian penting dalam pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. UKK berupa ujian praktik dan asesmen akhir yang bertujuan mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih selama menempuh pendidikan.

Pelaksanaan UKK memiliki sejumlah tujuan strategis. Salah satunya adalah mengukur sejauh mana siswa menguasai keahlian teknis sesuai standar nasional maupun kebutuhan industri. Melalui proses asesmen, kemampuan siswa dapat dinilai secara lebih objektif berdasarkan kompetensi yang harus dikuasai dalam bidang profesinya.

Selain mengukur kompetensi, UKK juga menjadi salah satu bagian dalam proses penentuan kelulusan siswa SMK. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi tahap penting yang harus dipersiapkan secara serius oleh peserta didik maupun sekolah.

Aspek lain yang menjadi tujuan UKK adalah memberikan sertifikasi resmi sebagai bukti kompetensi. Sertifikat tersebut dapat menjadi dokumen pendukung bagi lulusan ketika memasuki dunia usaha dan dunia industri (DUDI), maupun ketika memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bagi siswa Teknik Konstruksi dan Perumahan, sertifikasi Juru Gambar Bangunan Gedung Level 2 memberikan pengalaman sekaligus pengakuan atas keterampilan yang berkaitan langsung dengan bidang keahliannya. Kemampuan tersebut dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan karier sebagai tenaga gambar konstruksi maupun melanjutkan penguasaan teknologi konstruksi yang lebih kompleks.

Pihak jurusan berharap kegiatan sertifikasi kompetensi tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat menjadi program yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Pengembangan skema sertifikasi juga dinilai penting untuk memperluas pilihan kompetensi siswa sesuai perkembangan kebutuhan industri konstruksi dan properti.

“Ke depan, kegiatan seperti ini perlu dijadikan agenda rutin tahunan, bahkan bisa diperluas ke skema sertifikasi lain yang relevan, misalnya estimasi biaya konstruksi, drafter arsitektur, atau BIM, agar lulusan kami semakin kompetitif di industri konstruksi dan properti,” pungkasnya.

Harapan tersebut sejalan dengan kebutuhan industri konstruksi yang terus mengalami perkembangan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital. Kompetensi seperti Building Information Modeling (BIM), drafter arsitektur, hingga estimasi biaya konstruksi menjadi bidang yang semakin relevan bagi lulusan pendidikan vokasi.

Melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Juru Gambar Bangunan Gedung Level 2 ini, SMK Negeri Jateng di Semarang terus memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia kerja. Sebanyak 24 siswa mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman mengikuti asesmen kompetensi secara profesional.

Kegiatan tersebut pada akhirnya bukan sekadar ujian akhir bagi siswa, melainkan bagian dari proses membangun lulusan yang memiliki kompetensi terukur dan daya saing. Dengan dukungan pembelajaran berbasis praktik, fasilitas Lab CAD, serta sertifikasi kompetensi, siswa diharapkan semakin siap menghadapi dunia kerja, melanjutkan pendidikan, dan berkontribusi dalam perkembangan industri konstruksi dan properti.

Bagi SMK Negeri Jateng di Semarang, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu langkah nyata untuk memastikan lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dibuktikan. Kompetensi tersebut menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan diri siswa sekaligus meningkatkan daya saing mereka di tengah kebutuhan industri yang semakin mengutamakan tenaga kerja terampil dan profesional.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan