Kamis, 02-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng Semarang Serahkan Siswa PKL ke PT NBI Demak, Perkuat Link and Match dengan Dunia Industri

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Swasta

Demak — SMKN Jateng di Semarang kembali memperkuat sinergi dengan dunia industri melalui pelaksanaan penyerahan peserta didik untuk penempatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB di PT Nusantara Building Industries yang berlokasi di Jalan Raya Semarang–Demak Km 17, Desa Wonokerto, Kabupaten Demak.

Penyerahan siswa dilakukan langsung oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, yang didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Humas serta Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan peserta didik agar memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja sekaligus mengasah kompetensi yang telah mereka pelajari selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dari pihak perusahaan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Manajer Teknik Alvinando Pungky Debby Zitara, Kepala Bagian Engineering Puji Hartono, Kepala Bagian PemPer Asmawi, serta Kepala Bagian HRD dan Umum Nur Hidayah beserta jajaran staf PT NBI.

Dalam sambutan pembuka, Alvinando Pungky Debby Zitara menyampaikan apresiasi atas kepercayaan sekolah yang kembali menempatkan peserta didiknya di PT NBI. Ia menegaskan bahwa perusahaan menyambut baik kehadiran siswa magang dan berkomitmen memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri.

“PT NBI menyambut baik kedatangan siswa magang dari SMKN Jateng di Semarang. Program magang ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan teori yang selama ini dipelajari di sekolah dengan praktik nyata di industri,” ujar Alvinando.

Ia juga menekankan bahwa budaya kerja di dunia industri memiliki standar yang lebih ketat dibanding lingkungan sekolah. Karena itu, para peserta magang dituntut mampu beradaptasi dengan ritme kerja, kedisiplinan, serta aturan perusahaan yang berlaku.

“Budaya di industri tentu lebih ketat dibandingkan di sekolah. Karena itu, siswa magang harus mampu menyesuaikan diri, menjaga kedisiplinan, etika kerja, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya,” lanjutnya.

Menurut Alvinando, keberhasilan program magang tidak hanya diukur dari kemampuan teknis yang diperoleh siswa, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun karakter profesional. Sikap disiplin, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama tim menjadi modal utama yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern.

Sementara itu, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan rasa terima kasih kepada PT NBI yang telah membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar secara langsung di lingkungan industri.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT NBI atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada siswa-siswi kami. Kesempatan ini sangat berharga untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja,” kata Ardan.

Ia menjelaskan bahwa Praktik Kerja Lapangan merupakan bagian penting dari sistem pendidikan vokasi, khususnya di SMK. Melalui PKL, siswa tidak hanya mempelajari aspek teknis sesuai jurusan masing-masing, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai budaya kerja profesional.

“PKL adalah bentuk nyata pendidikan vokasi yang menjembatani teori di sekolah dengan praktik di dunia usaha dan dunia industri. Di sinilah siswa belajar menerapkan pengetahuan, mengasah keterampilan, sekaligus membangun karakter,” ujarnya.

Ardan menambahkan, tujuan utama PKL adalah membentuk lulusan yang memiliki keseimbangan antara hard skills dan soft skills. Penguasaan keterampilan teknis harus berjalan seiring dengan pembentukan etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.

Menurutnya, pengalaman di industri akan memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai dinamika operasional perusahaan, tantangan pekerjaan, serta standar kualitas yang dituntut oleh dunia usaha. Hal ini menjadi bekal penting agar mereka lebih siap saat memasuki pasar kerja setelah lulus.

Setelah prosesi penyerahan siswa secara simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi antara pihak sekolah dan perusahaan. Diskusi tersebut membahas berbagai peluang penguatan kerja sama strategis antara sekolah dan industri sebagai upaya memperkuat konsep link and match dalam pendidikan vokasi.

Beberapa agenda penting yang dibahas antara lain sinkronisasi kurikulum agar materi pembelajaran di sekolah selaras dengan kebutuhan industri, program guru tamu dari praktisi industri, penjajakan kelas industri, hingga peluang perekrutan lulusan SMKN Jateng di Semarang sebagai tenaga kerja di PT NBI.

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama antara sekolah dan dunia industri tidak berhenti pada pelaksanaan magang semata, melainkan diarahkan pada kolaborasi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas lulusan. Dengan demikian, sekolah dapat terus menyesuaikan kurikulum dan proses pembelajaran agar relevan dengan perkembangan industri yang terus berubah.

Program penempatan PKL ini sekaligus menjadi bukti komitmen SMKN Jateng di Semarang dalam mencetak sumber daya manusia vokasi yang kompeten, adaptif, dan siap kerja. Melalui kolaborasi yang erat dengan industri seperti PT Nusantara Building Industries, diharapkan lulusan SMK tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga mental profesional yang mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pendidikan vokasi terus relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka jalan lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih cerah.

Penulis : Zanuar Nur Wahyudi, Waka Humas SMKN Jateng di Semarang

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan