Kamis, 02-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan, SMKN Jateng Semarang Gelar IHT Penguatan Motivasi dan Kinerja GTK

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas layanan sekolah kembali ditegaskan SMK Negeri Jawa Tengah (SMKN Jateng) di Semarang melalui penyelenggaraan In House Training (IHT) Pengembangan Diri bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Kegiatan bertema “Strategi Penguatan Motivasi dan Kinerja Profesional” ini digelar di aula sekolah setempat dengan menghadirkan narasumber Drs. Suratno, MM., GCP, yang dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan kinerja profesional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis sekolah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya para guru dan tenaga kependidikan yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan pendidikan. Di tengah tantangan dunia pendidikan vokasi yang terus berkembang dan menuntut adaptasi cepat, penguatan aspek motivasi, mental, dan profesionalisme dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Kepala SMKN Jateng di Semarang dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan layanan pendidikan tidak semata diukur dari terpenuhinya kewajiban administratif ataupun jam kerja formal, melainkan dari kualitas motivasi, dedikasi, serta semangat pengabdian yang dimiliki setiap pendidik dan tenaga kependidikan.

“Sebagai sekolah keberbakatan yang mendidik anak-anak berpotensi dari seluruh Jawa Tengah, kita membutuhkan fondasi mental yang kuat. IHT ini bukan sekadar rutinitas, tetapi wadah untuk re-charging energi positif agar motivasi mengajar dan melayani tetap berada di level tertinggi,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat berkaitan erat dengan kualitas manusia yang menjalankan proses pendidikan itu sendiri. Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan ruang pembelajaran internal yang tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat karakter, mentalitas kerja, dan ketahanan psikologis seluruh GTK.

Dalam sesi pemaparan materi, Drs. Suratno, MM., GCP menekankan bahwa tantangan dunia kerja modern, termasuk di lingkungan pendidikan, menuntut individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Ia menyampaikan bahwa tekanan pekerjaan, beban administrasi, dinamika peserta didik, serta perubahan kebijakan pendidikan kerap menjadi faktor yang memengaruhi performa tenaga pendidik.

“Motivasi bukan sesuatu yang datang sekali lalu bertahan selamanya. Motivasi harus terus dipelihara, dirawat, dan diperkuat melalui kesadaran diri. Ketika seorang guru kehilangan motivasi, maka energi positif yang sampai kepada siswa juga ikut menurun,” jelas Suratno di hadapan peserta.

Ia menambahkan, guru dan tenaga kependidikan harus mampu mengelola tekanan kerja secara sehat agar tidak berdampak pada kualitas pelayanan kepada peserta didik. Menurutnya, profesionalisme di dunia pendidikan bukan hanya tentang penguasaan materi ajar, melainkan juga kemampuan mengelola emosi, komunikasi, dan kolaborasi.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan sejumlah materi penting yang dirancang untuk menjawab tantangan nyata di lapangan. Materi pertama berfokus pada manajemen stres dan regulasi emosi, yang membahas strategi menjaga keseimbangan mental di tengah padatnya aktivitas akademik dan administratif. Dalam sesi ini, peserta diajak mengenali sumber stres sekaligus mempelajari teknik pengendalian diri agar tetap produktif.

Materi berikutnya membahas komunikasi efektif dan penguatan kerja tim. Pada sesi ini, para guru dan tenaga kependidikan didorong untuk membangun sinergi lintas unit, baik antar guru maupun dengan unsur tata usaha, sarana prasarana, dan tim pendukung lainnya. Kolaborasi yang baik dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan layanan sekolah yang optimal.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait penyelarasan visi kerja. Dalam pembahasan ini, narasumber mengajak peserta untuk memaknai pekerjaan bukan sekadar rutinitas harian, melainkan bentuk pengabdian yang memiliki dampak besar terhadap masa depan generasi muda.

Berbeda dengan seminar konvensional yang umumnya berlangsung satu arah, IHT di SMKN Jateng dikemas secara interaktif dan partisipatif. Narasumber menggunakan metode roleplay, simulasi kasus, refleksi personal, serta diskusi kelompok untuk mendorong keterlibatan aktif peserta.

Suasana pelatihan tampak hidup sejak awal hingga akhir kegiatan. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika diajak mengidentifikasi berbagai hambatan psikologis atau mental block yang kerap menjadi penghalang produktivitas dan kinerja optimal.

Melalui simulasi yang dilakukan, peserta diajak mengenali pola pikir yang membatasi perkembangan diri, seperti rasa jenuh, kelelahan emosional, hingga kecenderungan bekerja secara monoton. Setelah itu, mereka bersama-sama merumuskan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam keseharian.

Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab dan diskusi kasus. Banyak guru membagikan pengalaman mereka terkait tantangan mengajar, menjaga semangat, serta menghadapi dinamika karakter siswa yang semakin kompleks.

Salah satu guru peserta IHT mengaku pelatihan ini memberikan perspektif baru tentang makna profesi guru di tengah perubahan zaman yang cepat.

“Kami diingatkan kembali mengapa kami memilih profesi ini. Pelatihan ini memberi kami strategi praktis untuk tetap termotivasi dan bagaimana mentransfer energi positif itu kepada anak-anak di kelas,” ungkapnya.

Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat relevan dengan kondisi lapangan saat ini, ketika guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga menjadi pembimbing, motivator, sekaligus teladan bagi siswa.

Penyelenggaraan IHT ini menjadi bukti keseriusan SMKN Jateng di Semarang dalam membangun budaya kerja yang sehat, adaptif, dan inovatif. Sekolah meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di dalamnya.

Dengan guru dan tenaga kependidikan yang memiliki motivasi tinggi, ketahanan mental yang baik, serta kinerja profesional yang terus berkembang, SMKN Jateng optimistis mampu mempertahankan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi unggulan.

Melalui penguatan internal seperti IHT ini, sekolah berharap seluruh GTK dapat terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, humanis, dan berdampak nyata. Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan vokasi yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Penulis : Nofik Nur Fitriana, Waka Ketenagaan SMKN Jateng di Semarang

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan