Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Disdikbud Jateng Gelar Perhitungan dan Pemetaan Pendidik serta Pembinaan Kepala Sekolah Tahun 2025

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Menindaklanjuti Nota Dinas dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah nomor 400.3.7/37/DISDIKBUD/I/2025 tanggal 22 Januari 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Ketenagaan menyelenggarakan kegiatan Perhitungan dan Pemetaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Pembinaan Kepala SMA, SMK, dan SLB Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Acara ini digelar pada Jumat, 7 Februari 2025, di SMK Negeri 1 Bawen, Jl. Kartini Bawen No. 119, Kabupaten Semarang, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala sekolah dan perwakilan tenaga kependidikan dari berbagai SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk memetakan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan serta memberikan pembinaan kepada kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Dalam paparannya, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Nasikin menyoroti masalah kehadiran guru di sekolah. Ia mensinyalir bahwa banyak guru yang pulang atau tidak berada di sekolah saat tidak mengajar, terutama mereka yang berdomisili dekat dengan sekolah. “Kepala sekolah diminta untuk memantau kehadiran guru dan memastikan bahwa mereka tetap berada di sekolah selama jam kerja,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi di tingkat sekolah. “Kepala sekolah harus mengendalikan masalah di sekolah dengan baik. Jika ada masalah, laporkan secara berjenjang dan beretika. Jangan mengambil jalan pintas,” ujarnya.

Kepala Bidang Ketenagaan juga menjelaskan bahwa penempatan Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dilakukan semaksimal mungkin sesuai dengan domisili terdekat. “Guru PPPK belum bisa mengajukan relokasi atas keinginan sendiri. Penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan domisili,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kegiatan seperti outing class, piknik, atau pungutan dalam bentuk apapun belum diizinkan, termasuk yang diselenggarakan oleh paguyuban. “Kegiatan semacam ini belum boleh dilaksanakan sampai ada kebijakan lebih lanjut,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Ketenagaan juga mengajak seluruh peserta untuk menerapkan 7 Kebiasaan Baik yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan. “Kebiasaan baik ini harus dilaksanakan dengan konsisten untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penghematan anggaran di semua satuan pendidikan. “Kita harus bijak dalam menggunakan anggaran. Setiap rupiah harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan pendidikan,” tambahnya.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah pelanggaran yang sering dilakukan oleh guru, terutama terkait dengan absensi. “Pelanggaran yang paling banyak terjadi adalah finger abal-abal. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kepala sekolah,” ungkapnya.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, yang hadir secara pribadi dalam acara ini, menyatakan kesiapannya untuk mengawal kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. “Kami siap mendukung dan melaksanakan semua kebijakan yang telah disampaikan. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan kehadiran guru dan tenaga kependidikan di sekolah. “Kami akan memantau dan memastikan bahwa semua guru tetap berada di sekolah selama jam kerja. Koordinasi dan komunikasi yang baik akan kami lakukan untuk menghindari masalah,” tambahnya.

Kegiatan Perhitungan dan Pemetaan Pendidik serta Pembinaan Kepala Sekolah ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Tengah. Dengan sinergi antara Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan, diharapkan dapat tercipta lingkungan pendidikan yang lebih baik dan efektif.

“Kami berharap semua kebijakan yang telah disampaikan dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh satuan pendidikan. Mari kita bersama-sama membangun pendidikan Jawa Tengah yang lebih berkualitas,” tutup Kepala Bidang Ketenagaan, menutup acara dengan penuh harap.

Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, pendidikan di Jawa Tengah diharapkan dapat terus melangkah maju, mencetak generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan