Semarang – Geliat literasi di SMKN 10 Semarang semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan. Di tahun 2025 ini, sekolah tersebut akan meluncurkan dua puluh judul buku karya guru-guru SMKN 10 Semarang. Lima di antaranya merupakan buku dengan penulis tunggal, menandai pencapaian baru dalam dunia literasi di lingkungan pendidikan vokasi.
Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menjadi motor penggerak dalam upaya peningkatan kemampuan menulis para guru. Ia tidak hanya memberikan pelatihan penyusunan buku yang dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Januari 2025 , tetapi juga melakukan pembimbingan dan pendampingan intensif agar proses penulisan dapat diselesaikan tepat waktu. “Berbagi ilmu itu indah, mudah, dan menyenangkan. Sebelum saya pindah dari sekolah ini, saya ingin meninggalkan legacy kepada guru-guru dalam bentuk kemampuan menulis buku,” ujar Ardan dengan penuh semangat.
Ardan menegaskan bahwa menulis buku bukan sekadar aktivitas akademis, melainkan juga sarana untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ia berharap, dengan kemampuan menulis yang dimiliki para guru, SMKN 10 Semarang dapat menjadi pelopor dalam gerakan literasi di tingkat sekolah menengah kejuruan. “Buku-buku ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi internal sekolah, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dan masyarakat luas,” tambahnya.
Salah satu guru yang terlibat dalam pelatihan ini, Muhammad Yunan Setyawan, mengungkapkan antusiasmenya. “Ini ilmu baru bagi saya, menyusun buku. Tantangannya adalah saya harus menyelesaikan buku yang sedang saya tulis,” kata Yunan. Ia mengaku senang mendapatkan bimbingan langsung dari Kepala Sekolah, yang menurutnya sangat memotivasi dan membuka wawasan baru tentang dunia kepenulisan.
Sementara peserta yang lain, Arimurti Asmoro mengatakan pelatihan penyusunan buku yang diinisiasi oleh Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMKN 10 Semarang merupakan langkah maju dan strategis yang menunjukkan bahwa seluruh warga sekolah telah berkarya dengan produktif untuk menghasilkan kreativitas dari ide-ide segar serta meningkatkan kompetensi Guru dalam potensi literasi.
“Melalui pelatihan ini memberikan warisan ilmu yang sangat bermakna bagi lembaga, sehingga dapat bermanfaat dari masa ke masa melalui media digital. Bahkan, mampu menggerakkan Guru untuk memiliki semangat terus belajar tanpa henti”, Ujar Arimurti.
Peluncuran dua puluh judul buku ini menjadi bukti nyata komitmen SMKN 10 Semarang dalam mendukung gerakan literasi nasional. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah tersebut tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai penulis yang mampu menghasilkan karya bermutu.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan penuh dari pimpinan sekolah, para guru SMKN 10 Semarang optimis dapat menyelesaikan penulisan buku-buku mereka sesuai jadwal. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta memajukan literasi di Indonesia.
“Kami berharap, buku-buku ini dapat menjadi warisan berharga bagi dunia pendidikan, khususnya di SMKN 10 Semarang,” pungkas Ardan, menutup pembicaraan dengan penuh harap.
Gerakan literasi di SMKN 10 Semarang ini patut diapresiasi sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan budaya membaca serta menulis di kalangan pendidik. Dengan demikian, sekolah ini tidak hanya mencetak siswa-siswa yang terampil, tetapi juga guru-guru yang literat dan inspiratif.

Terima kasih, Pak Ardan, telah mengajarkan ilmu yang bermanfaat untuk bekal kami dalam bidang keilmuan literasi yang kreatif dan produktif
Mantaaabbb’s
Tks p Ardan untuk ilmu artikelnya
Sukses untuk tim literasi SMK 10 Semarang
Semangat berkarya.
Mantap💯👍
Literasi SMKN 10 Semarang semakin Menyala Terang
Beri Komentar