Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Empat Siswi SMKN 10 Semarang Sukses Rekam Mars Sekolah di Studio BPTIK Dikbud Jawa Tengah

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Instansi Pemerintah

Semarang – Empat siswi perwakilan Paduan Suara SMK Negeri 10 Semarang berhasil menyelesaikan rekaman Mars SMK Negeri 10 Semarang di Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (BPTIK Dikbud) Provinsi Jawa Tengah, Senin 17 Februari 2025. Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi sekolah, karena untuk pertama kalinya Mars sekolah direkam secara profesional dengan dukungan fasilitas modern yang disediakan oleh BPTIK Dikbud Jawa Tengah. Proses rekaman dipandu langsung oleh Yudhi Pramono, S.Sos., selaku Pengelola Radio Streaming/Webcasting, serta Donovan, S.T., teknisi audio yang berpengalaman dalam produksi rekaman.

Keempat siswi yang terlibat dalam proyek ini adalah Nadea Fanny Sinta W dari kelas X RPL 1, Farras Putri Kartini dan Rameyza Labiba Azizah dari kelas X RPL 3, serta Sheina Celvi Oktria dari kelas X ML 2. Mereka didampingi oleh Husna Amalana, guru seni musik, dan Riska Yudha Wardhana, karyawan SMKN 10 Semarang, yang turut membimbing paduan suara sekaligus mengawal proses rekaman hingga tuntas. Selama sesi rekaman, para siswi menggunakan perangkat lunak Adobe Audition, salah satu software editing audio profesional, untuk memastikan hasil rekaman memiliki kualitas audio yang optimal.

Menurut Yudhi Pramono, inisiatif merekam Mars sekolah merupakan langkah positif dalam memperkuat identitas institusi pendidikan. “Studio radio streaming/webcasting BPTIK Dikbud Jawa Tengah dilengkapi dengan fasilitas siaran dan dubbing yang biasanya digunakan untuk proses dubbing serta insidentil untuk produksi iklan layanan masyarakat dan siaran drama. Kami sangat mengapresiasi SMKN 10 Semarang yang telah memanfaatkan fasilitas ini. Harapannya, ke depan para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler broadcasting di SMK Negeri 10 Semarang dapat lebih mengenal studio ini dan mengembangkan keterampilan mereka di bidang penyiaran,” ujarnya dengan nada penuh semangat.

Bagi Nadea Fanny Sinta W, salah satu peserta rekaman yang juga aktif dalam ekstrakurikuler broadcasting, pengalaman ini memberikan kesan mendalam. “Ini adalah pengalaman luar biasa. Selain berkontribusi dalam perekaman Mars sekolah, saya juga mendapat kesempatan untuk melihat langsung proses produksi rekaman Mars SMK Negeri 10 Semarang. Semoga ke depan kami bisa lebih sering belajar di sini,” katanya dengan wajah sumringah. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan vokalnya, tetapi juga memberikan pemahaman tentang dunia rekaman dan teknologi audio.

Husna Amalana, yang bertindak sebagai pendamping dan koordinator ekstrakurikuler SMKN 10 Semarang, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh BPTIK Dikbud Jawa Tengah. “Kami sangat berterima kasih atas fasilitas dan bimbingan yang diberikan. Ini adalah pengalaman berharga bagi siswa kami untuk belajar dari para profesional. Mereka tidak hanya diajak untuk berlatih bernyanyi, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama tim dan disiplin dalam menciptakan sebuah karya,” ungkapnya.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan kegiatan ini. Menurutnya, rekaman Mars sekolah bukan hanya soal musik, tetapi juga tentang membangun semangat dan identitas sekolah. “Rekaman Mars sekolah adalah langkah penting dalam membangun semangat dan identitas sekolah. Saya berharap ini bisa menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya dan meningkatkan keterampilan mereka,” ungkapnya dengan nada optimis. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara sekolah dan lembaga pemerintah dapat menghasilkan dampak positif bagi perkembangan siswa.

Selain menjadi ajang pembelajaran, kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi lebih banyak siswa untuk mengembangkan bakat mereka di bidang seni dan teknologi penyiaran. BPTIK Dikbud Jawa Tengah sendiri terbuka untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan sekolah-sekolah lain di masa mendatang. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk memanfaatkan fasilitas yang kami miliki. Melalui kolaborasi, kami yakin akan lahir lebih banyak karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” tambah Yudhi Pramono.

Proses rekaman Mars SMK Negeri 10 Semarang ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi sekolah, tetapi juga membuka peluang baru bagi para siswa untuk terjun ke dunia industri kreatif. Dengan adanya fasilitas modern seperti yang dimiliki BPTIK Dikbud Jawa Tengah, siswa dapat belajar langsung dari praktisi profesional dan memperoleh pengalaman yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan SMKN 10 Semarang yang menekankan pada pengembangan kompetensi siswa melalui pembelajaran berbasis praktik.

Di akhir sesi rekaman, suasana penuh kebahagiaan terlihat jelas di wajah para siswi dan pendamping. Mereka merasa bangga telah berhasil menyelesaikan tugas besar ini dengan hasil yang memuaskan. “Kami berharap Mars SMK Negeri 10 Semarang ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa dan warga sekolah untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai positif dan semangat kebersamaan,” tutup Husna Amalana.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada teori di dalam kelas, tetapi juga melibatkan pengalaman praktik langsung yang relevan dengan dunia nyata. Bagi SMKN 10 Semarang, rekaman Mars sekolah ini menjadi langkah awal menuju transformasi pendidikan yang lebih kreatif, inklusif, danberorientasi pada masa depan.

Tag :

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan