Semarang — Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2025, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi melaunching Kantor Gubernur sebagai “Rumah Rakyat” dan meluncurkan Program Beasiswa Luar Negeri, Senin (5/5/2025) pukul 07.30 WIB. Acara berlangsung secara hybrid—daring melalui Zoom dan YouTube, serta luring dihadiri langsung oleh kepala sekolah, pengawas, guru, serta perwakilan siswa SMA, SMK, dan SLB Negeri dan Swasta se-Kota Semarang.
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Kantor Gubernur tidak lagi hanya menjadi tempat kerja kepala daerah, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terbuka. “Kantor ini tidak hanya tempat kerja Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda, tetapi kita gunakan untuk komunikasi dua arah, brainstorming, dan membuka ruang masyarakat untuk datang mengadukan segala permasalahan,” ujarnya usai peresmian.
Konsep “Rumah Rakyat” yang diusung merupakan wujud nyata pemerintahan terbuka, transparan, dan partisipatif. Gubernur menambahkan, “Ini bentuk keterbukaan kita dalam pelayanan publik. Sekaligus sebagai balancing dan koreksi terhadap unsur pelayanan publik di Jawa Tengah.” Ia juga menyampaikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah diinstruksikan menjadi duta pelayanan masyarakat agar berbagai aduan yang masuk bisa cepat ditangani.
Layanan Rumah Rakyat dibuka setiap hari kerja di lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah, dengan jam pelayanan mulai pukul 07.00-15.30 (Senin-Kamis) dan 07.00-14.00 (Jumat). Bagi masyarakat di luar Kota Semarang, Pemprov telah menyiapkan unit layanan serupa di Bakorwil Solo, Pati, dan Banyumas. Bahkan, untuk memudahkan akses, masyarakat juga dapat mengadukan masalah secara online melalui website ppid.jatengprov.go.id, nomor WhatsApp 08112773393, serta kanal dinas terkait. Layanan online ini buka selama 24 jam, dengan target penyelesaian aduan dalam waktu 1×24 jam.
Tidak hanya menjadi tempat pengaduan, Rumah Rakyat juga menjadi ruang diskusi bulanan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur. Dialog ini mengangkat tema-tema penting sesuai kebutuhan masyarakat. Pada hari peluncuran, tema yang diangkat adalah pendidikan. “Masyarakat, termasuk guru, siswa, orang tua, siapa pun boleh mengadu soal pendidikan. Nanti, temanya bisa berganti, misalnya nelayan, petani, dan lain-lain,” terang Luthfi.
Dalam acara yang sama, Gubernur juga meluncurkan Program Beasiswa Luar Negeri yang ditujukan untuk pelajar berprestasi dari Jawa Tengah. Program ini membuka peluang bagi siswa untuk menempuh pendidikan di berbagai negara, termasuk Korea Selatan, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Beasiswa tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah provinsi terhadap kemajuan pendidikan dan kesejahteraan generasi muda.
Salah satu peserta yang hadir secara daring, Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan antusiasmenya terhadap kedua program tersebut. “Rumah Rakyat sangat tepat sebagai rumah penampung aspirasi. Kami juga tertarik dengan program beasiswa ke Korea dan akan mendorong anak-anak kami untuk ikut serta,” katanya.
Hadirnya Rumah Rakyat dan program beasiswa luar negeri ini menjadi simbol komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membangun relasi yang lebih dekat dengan masyarakat serta menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul dan inklusif. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah gerakan untuk menyentuh langsung kebutuhan rakyat dan mempercepat pembangunan berbasis aspirasi.
Dengan peresmian ini, Kantor Gubernur Jawa Tengah resmi beralih fungsi menjadi ruang publik yang egaliter. Rumah Rakyat adalah harapan baru bagi warga Jawa Tengah untuk lebih didengar, dilayani, dan diberdayakan.









Beri Komentar