Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Guru Fisika SMAN 3 Demak Antusias Ikuti Lokakarya Eksperimen Fisika Berbasis Smartphone

Diterbitkan : - Kategori : Berita

DEMAK-Dunia pendidikan semakin dekat dengan teknologi. Hal itu tampak dalam lokakarya bertajuk “Pembelajaran Fisika melalui Eksperimen Berbasis Smartphone” yang digelar pada Kamis, 21 Agustus 2025, di SMAN 3 Semarang.

Acara ini diprakarsai oleh MGMP Fisika SMA/MA Kota Semarang bekerja sama dengan Kelompok Keahlian Fisika dan Teknologi Material Maju FMIPA ITB Bandung. Event yang menghadirkan puluhan guru Fisika, tidak hanya dari Kota Semarang, tetapi juga dari Demak, Kudus, Sragen, Pati, Rembang hingga Kendal, mengobarkan kolaborasi simbiosis mutualisme.

Kelompok Keahlian Fisika dan Teknologi Material Maju FMIPA ITB  terdiri atas 7 profesor dan 7 doktor di bidang fisika material, yang pada kegiatan ini turut hadir bersama beberapa mahasiswa. Mereka tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membimbing langsung praktik eksperimen yang dijalani peserta lokakarya.

Dalam kesempatan itu, Bapak Rusmiyanto, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMAN 3 Semarang sekaligus Pembina MGMP Fisika Kota Semarang, memberikan sambutan sekaligus pesan penting kepada peserta. Ia menegaskan bahwa guru fisika harus mampu membuat nyata konsep-konsep fisika yang abstrak agar lebih mudah dipahami siswa.

“Saya bangga, SMAN 3 Semarang bisa jadi tuan rumah pada acara ini. Guru fisika harus bisa menghadirkan pembelajaran yang nyata dan kontekstual. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi, supaya siswa lebih tertarik belajar fisika. Apalagi fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat diperhitungkan saat masuk universitas,” ujarnya.

Rusmiyanto juga berharap, untuk ke depannya, kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut. Semakin banyak guru fisika yang kompeten dalam mengajarkan konsep fisika maka akan semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk mendalami fisika dan melanjutkan studi di perguruan tinggi bergengsi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara itu, Prof. Pepen Arifin, Ph.D. dari Kelompok Keahlian Fisika dan Teknologi Material Maju FMIPA ITB Bandung menekankan pentingnya kreativitas guru fisika dalam memilih media pembelajaran. “Supaya siswa bisa memahami konsep fisika dengan mudah, dibutuhkan media yang sesuai. Bisa menggunakan alat-alat sederhana di sekitar kita, bisa juga menggunakan teknologi. Hal ini tentu membutuhkan kreativitas guru fisika,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Pepen menyampaikan bahwa ITB berharap dapat terus memberikan kegiatan serupa dengan materi yang baru lagi di masa mendatang, sehingga guru fisika di berbagai daerah semakin terbekali untuk menghadirkan pembelajaran fisika yang lebih menarik dan bermakna.

Selain itu, Dr. Dhewa Edikreshna, B.Eng., M.Si., juga dari Kelompok Keahlian Fisika dan Teknologi Material Maju FMIPA ITB Bandung memberikan paparan yang mengaitkan perkembangan ilmu fisika dengan tren teknologi terkini. Ia menyinggung pernyataan mengejutkan CEO Nvidia, Jensen Huang, yang pernah berkata: “Jika saya berusia 20 tahun dan lulus hari ini, saya mungkin lebih memilih fisika ketimbang software.”

Menurut Dr. Dhewa, pernyataan tersebut menunjukkan betapa pentingnya fisika sebagai fondasi dalam menyokong perkembangan teknologi modern, termasuk Artificial Intelligence (AI) yang saat ini sedang menjadi tren global. “Ini pesan yang kuat untuk kita semua. Oleh karena itu, guru fisika harus bisa mengajarkan fisika dengan baik, agar siswa bisa memahami bahwa fisika bukan hanya teori di buku, tetapi ilmu yang menopang kemajuan teknologi yang kita nikmati sekarang,” tegasnya.

Pada lokakarya ini, aplikasi yang digunakan adalah Phyphox (Physical Phone Experiments), sebuah aplikasi gratis yang dikembangkan oleh RWTH Aachen University, Jerman. Ibu Riris, narasumber dari ITB mengajarkan secara bertahap, mulai dari cara mengunduh aplikasi di Playstore, memahami menu utama, hingga membuat panduan eksperimen sendiri.

Di akhir sesi, peserta diajak mempraktikkan langsung beberapa eksperimen, seperti mengukur medan magnet di sekitar kawat, mengamati peristiwa resonansi, gerak lurus berubah beraturan (GLBB), percepatan sentripetal, hingga uji elastisitas bahan.

Secara umum, Phyphox memiliki banyak keunggulan, antara lain mudah digunakan, memanfaatkan sensor bawaan smartphone (seperti akselerometer, magnetometer, dan gyroscope), serta memungkinkan ekspor data ke format spreadsheet untuk dianalisis lebih lanjut. Aplikasi ini juga dapat membuat siswa lebih aktif bereksperimen karena langsung melihat hasil pengukuran secara real-time.

Meski demikian, Phyphox juga memiliki keterbatasan. Hasil pengukuran kadang kurang presisi dibanding alat laboratorium fisika standar, dan kualitas data bisa berbeda-beda tergantung merek serta spesifikasi smartphone yang digunakan. Namun bagi kebutuhan pembelajaran di sekolah, kekurangan ini dianggap tidak terlalu signifikan karena tetap efektif melatih keterampilan sains siswa.

Menurut narasumber, pemanfaatan teknologi smartphone dalam pembelajaran akan membantu guru menghadirkan eksperimen yang lebih praktis, murah, sekaligus relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

“Kegiatan semacam ini sangat bermanfaat sekali dalam memperbaiki kualitas pembelajaran fisika di kelas,” ucap salah satu peserta dari Kudus.

“Ini pengalaman baru yang sangat bermanfaat. Dengan smartphone, siswa bisa melakukan pengukuran percepatan, getaran, bahkan intensitas cahaya dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ujar salah satu peserta dari kota Semarang.

Dengan bekal dari lokakarya ini, guru-guru fisika, termasuk dari SMAN 3 Demak, diharapkan dapat menghadirkan suasana belajar yang lebih kontekstual, interaktif, inovatif, menyenangkan dan mampu meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran fisika.

Penulis : Khilyatul Khoiriyah, Guru SMA Negeri 3 Demak

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan