Jumat, 22-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Guru SMKN Jateng Semarang Ikuti Dolmen Mentoring, Perkuat Peran Tendik Sejati dalam Mendukung Pendidikan Berkualitas

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Komitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan terus dilakukan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan SMKN Jateng di Semarang. Salah satunya ditunjukkan Guru SMKN Jateng di Semarang, Yuni Triningsih, S.Pd., yang mengikuti kegiatan Diklat Online dan Mentoring STELA bertajuk Dolmen Mentoring dengan materi “Tendik Sejati”, Jumat (22/5/2026) pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti sekitar 86 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. Para peserta berasal dari unsur tenaga kependidikan dan tenaga pendidik yang memiliki perhatian terhadap peningkatan mutu layanan sekolah melalui penguatan peran tenaga kependidikan.

Kegiatan menghadirkan sejumlah fasilitator berpengalaman, yakni Arief Ediyanto, S.Pd., M.Pd., Berti Sagendra, S.Pd., M.Pd., Maya Harsasi, S.Pd., M.Pd., dan Nining Mariyaningsih, S.Pd., M.Pd. Sementara jalannya kegiatan dipandu moderator Nining Mariyaningsih, S.Pd., M.Pd. Materi pertemuan pertama mengenai “Tendik Sejati” disampaikan Arief Ediyanto, S.Pd., M.Pd.

Dalam paparannya, Arief menjelaskan bahwa tenaga kependidikan merupakan bagian penting dalam ekosistem sekolah yang memiliki kontribusi besar terhadap keberhasilan proses pendidikan. Menurutnya, keberadaan tenaga kependidikan tidak sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi penunjang utama terciptanya layanan pendidikan yang berkualitas.

“Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Kegiatannya meliputi administrasi yang tepat, layanan yang prima, proses pendidikan yang lancar, dan siswa berkembang maksimal,” jelasnya dalam sesi mentoring daring tersebut.

Ia menegaskan bahwa konsep “Tendik Sejati” tidak hanya dimaknai sebagai petugas administrasi sekolah, melainkan sosok yang memiliki kesadaran penuh bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan berdampak langsung terhadap kemajuan peserta didik dan keberhasilan sekolah.

“Tenaga kependidikan sejati dapat dimaknai sebagai individu yang menjalankan peran pendukung pendidikan dengan kesadaran penuh bahwa setiap tindakan administratif atau teknisnya berdampak langsung pada keberhasilan sekolah, terutama siswa,” ujar Arief.

Menurutnya, menjadi tenaga kependidikan yang melampaui ekspektasi bukan sekadar menyelesaikan administrasi dengan baik. Lebih dari itu, tenaga kependidikan harus mampu menjadi penggerak utama yang memastikan sistem dan layanan sekolah berjalan efektif.

“Menjadi tendik yang melampaui batas ekspektasi bukan sekadar soal urusan administrasi yang beres, tetapi bagaimana menjadi mesin utama yang memastikan tugas dan fungsi yang dijalankan bekerja dengan baik,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya budaya improvement atau perbaikan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Arief menyampaikan bahwa tenaga kependidikan dituntut terus melakukan inovasi agar layanan semakin cepat, tepat, dan berkualitas.

“Yang perlu dilakukan adalah perbaikan proses atau improvement dan memberikan nilai tambah (add-value) bagi sekolah. Improvement yang dilakukan yaitu proses lebih baik, layanan lebih cepat, dan hasil lebih berkualitas,” terangnya.

Selain perbaikan layanan, nilai tambah bagi sekolah juga menjadi poin penting dalam materi mentoring. Dampak positif yang dimaksud meliputi meningkatnya kepuasan warga sekolah hingga terciptanya prestasi sekolah secara berkelanjutan.

“Nilai tambah itu adalah dampak positif, kepuasan warga sekolah, dan sekolah berprestasi. Jadi tenaga kependidikan harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Yuni Triningsih, S.Pd., mengaku kegiatan mentoring tersebut memberikan wawasan baru tentang pentingnya peran tenaga kependidikan dalam mendukung pembelajaran yang efektif dan profesional di sekolah. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini yang semakin menuntut pelayanan cepat dan berbasis teknologi.

“Materi ini sangat membuka wawasan bahwa tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan layanan sekolah yang berkualitas. Tidak hanya bekerja administratif, tetapi juga harus mampu memberi solusi, inovasi, dan pelayanan terbaik bagi warga sekolah,” ungkap Yuni.

Ia menambahkan, materi mengenai improvement dan add-value menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus melakukan pembaruan dalam layanan laboratorium maupun bengkel praktik yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran di SMK.

Menurut Yuni, penguatan peran kepala laboratorium dan bengkel juga menjadi bagian penting dalam kegiatan mentoring tersebut. Hal itu sejalan dengan ketentuan dalam Permendiknas Nomor 21 Tahun 2026 yang mengatur tugas kepala laboratorium dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.

“Dari materi yang dipelajari, rencana kepala laboratorium atau bengkel adalah menetapkan ekspektasi standar yang dilakukan, menetapkan pelayanan di atas ekspektasi, membuat transparansi secara real time, serta melakukan digitalisasi teknologi untuk menunjang pembelajaran,” jelasnya.

Ia menilai digitalisasi layanan menjadi kebutuhan penting di era pendidikan modern. Dengan sistem yang lebih terbuka dan berbasis teknologi, layanan laboratorium maupun bengkel praktik akan semakin efektif serta mampu mendukung proses belajar siswa secara optimal.

Kegiatan mentoring berlangsung interaktif dengan diskusi dan berbagi pengalaman dari peserta berbagai daerah di Jawa Tengah. Para peserta menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas tenaga kependidikan, mulai dari adaptasi teknologi, pelayanan administrasi, hingga penguatan budaya kerja profesional di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami jati diri tenaga kependidikan sebagai bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan. Tidak hanya sebagai pelaksana teknis, tetapi juga agen perubahan yang mendukung terciptanya sekolah yang unggul, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Diklat Online dan Mentoring STELA melalui program Dolmen Mentoring juga menjadi wadah penguatan kompetensi sekaligus ruang kolaborasi bagi tenaga kependidikan di Jawa Tengah agar terus berkembang mengikuti dinamika dunia pendidikan. Dengan semangat layanan prima dan perbaikan berkelanjutan, tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan