Jumat, 22-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Literasi Keuangan Jadi Bekal Masa Depan, Siswa SMKN Jateng Semarang Belajar Kelola Finansial Sejak Dini

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Upaya membangun kesadaran finansial sejak usia sekolah terus diperkuat SMKN Jateng di Semarang melalui kegiatan kokurikuler bertema literasi keuangan yang digelar di Ruang Convention Hall lantai 3, Selasa (19/5/2026). Mengusung tema “Bijak dalam Merencanakan dan Mengelola Keuangan Mengantarkan Kesuksesan di Masa Depan”, kegiatan tersebut diikuti murid kelas X dan XI dengan rangkaian talkshow, sosialisasi, simulasi hingga presentasi rencana keuangan.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 15.15 WIB dan menghadirkan alumni sekolah sebagai narasumber utama yang membagikan pengalaman nyata dalam mengelola keuangan sejak masa sekolah hingga memasuki dunia kerja. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi karena materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan remaja saat ini, terutama terkait pengelolaan uang saku, gaji magang, penggunaan layanan digital, hingga perencanaan usaha.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi kebutuhan penting bagi siswa SMK yang dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha setelah lulus sekolah.

“Literasi keuangan sangat penting bagi anak SMK karena mereka dipersiapkan untuk langsung masuk ke dunia kerja atau berwirausaha setelah lulus, sehingga membutuhkan kesiapan mandiri dalam mengelola penghasilan sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lulusan SMK memiliki tantangan berbeda dibandingkan pelajar pada jenjang lain karena sebagian besar mulai menghasilkan uang lebih awal. Menurutnya, tanpa pemahaman finansial yang baik, pendapatan pertama justru berisiko habis untuk perilaku konsumtif.

“Berbeda dengan siswa SMA yang mayoritas melanjutkan kuliah, lulusan SMK umumnya langsung menghasilkan uang sendiri. Tanpa dasar finansial yang kuat, gaji pertama mereka rentan habis untuk perilaku konsumtif daripada ditabung,” katanya.

Ardan juga menyoroti ancaman keuangan digital yang kini dekat dengan kehidupan generasi muda. Ia mengingatkan siswa agar tidak mudah terjebak pinjaman online ilegal, judi online maupun penggunaan fitur paylater yang tidak terkendali.

“Literasi keuangan melindungi mereka dari jebakan pinjaman online ilegal, judi online, dan ketergantungan fitur paylater. Pemahaman digital yang baik menghindarkan siswa dari penipuan siber dan penyalahgunaan data pribadi,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai pengetahuan finansial menjadi modal penting bagi lulusan SMK yang ingin menjadi pelaku usaha. Kemampuan mengelola arus kas, menghitung laba rugi, hingga memisahkan uang pribadi dan modal usaha dinilai menjadi dasar keberhasilan usaha kecil maupun UMKM.

“Banyak lulusan SMK memilih jalur usaha kreatif. Karena itu mereka harus memahami bagaimana mengelola modal, menghitung keuntungan, serta membuat perencanaan keuangan yang sehat,” imbuhnya.

Kegiatan diawali dengan orientasi dan pembukaan pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Selanjutnya peserta mengikuti talkshow dan berbagi praktik baik bertema “Bijaksana dalam Penggunaan Finansial” yang disampaikan alumni angkatan 10. Dalam sesi tersebut, alumni membagikan pengalaman mengelola beasiswa pendidikan, uang saku, hingga gaji magang selama masih bersekolah.

Salah satu alumni menyampaikan bahwa disiplin mencatat pemasukan dan pengeluaran menjadi langkah sederhana namun penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat.

“Waktu sekolah saya berusaha memisahkan kebutuhan utama dan keinginan. Dari uang saku dan hasil magang, saya sisihkan sedikit demi sedikit sehingga saat lulus sudah punya tabungan untuk modal masa depan,” ungkapnya di hadapan peserta.

Materi berikutnya diisi alumni yang kini bekerja di PT Geomed. Dalam paparannya, alumni tersebut menceritakan pengalaman memasuki dunia kerja dan strategi mengatur penghasilan pertama agar tidak habis untuk gaya hidup konsumtif. Ia juga membagikan kisah membangun usaha rengginang Dewi dari kampung halamannya di Rembang sebagai langkah awal berwirausaha.

“Ketika mulai bekerja, tantangan terbesar adalah mengendalikan keinginan belanja. Saya belajar menyisihkan penghasilan untuk tabungan dan modal usaha kecil. Dari situ akhirnya bisa mulai mengembangkan usaha rengginang dari kampung sendiri,” katanya.

Suasana kegiatan semakin interaktif saat memasuki sesi sosialisasi “Say No to Judol dan Pinjol bagi Generasi Muda” yang disampaikan guru TIK, Maulana. Dalam paparannya, ia mengingatkan bahaya judi online dan pinjaman online ilegal yang banyak menyasar remaja melalui media digital.

Menurutnya, rendahnya pemahaman finansial membuat generasi muda mudah tergoda keuntungan instan tanpa memahami risiko jangka panjang. Karena itu siswa diminta lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital dan menjaga keamanan data pribadi.

“Kita harus cerdas menggunakan teknologi. Jangan mudah tergoda iming-iming uang cepat karena banyak jebakan digital yang justru merugikan masa depan,” ujar Maulana.

Setelah sesi sosialisasi, peserta mengikuti simulasi penyusunan rencana keuangan pribadi. Dalam kegiatan tersebut siswa diminta membuat perencanaan pengeluaran, target tabungan, serta strategi pengelolaan uang untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Pada sesi penutup, para siswa mempresentasikan hasil poster rencana keuangan yang telah mereka susun secara berkelompok. Berbagai ide kreatif muncul dalam presentasi, mulai dari strategi menabung sejak sekolah, pengaturan uang saku, hingga perencanaan modal usaha setelah lulus.

Melalui kegiatan ini, murid kelas X dan XI memperoleh wawasan sekaligus pengalaman langsung dari para alumni tentang pentingnya merencanakan dan mengelola keuangan secara bijaksana sejak masih bersekolah hingga memasuki dunia kerja. Sekolah berharap kegiatan literasi keuangan tersebut mampu membentuk generasi muda yang mandiri, cerdas finansial, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan