Kamis, 21-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

UNNES Perkuat Kemitraan Lantip 7 Tahun 2026, SMKN Jateng di Semarang Siap Menerima

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Perguruan Tinggi

SEMARANG-Universitas Negeri Semarang terus memperkuat implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kegiatan Koordinasi dan Penguatan Kemitraan UNNES Lantip 7 Tahun 2026 yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 16.00 WIB tersebut dilaksanakan di Ruang Perkuliahan Lantai 2 LPPP Unnes dan dihadiri berbagai perwakilan sekolah mitra dari sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Program UNNES Lantip merupakan program praktik mengajar dan asistensi edukasi di sekolah mitra yang dikembangkan oleh UNNES sebagai bentuk transformasi dari Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) konvensional. Program ini dikelola oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) UNNES dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan praktik mengajar di kelas, tetapi juga didorong untuk mampu menyusun proyek pemecahan masalah yang dihadapi sekolah mitra. Berbagai persoalan akademik, administrasi sekolah hingga tantangan literasi digital menjadi fokus yang dapat diselesaikan mahasiswa selama menjalankan program Lantip.

Kemitraan dalam UNNES Lantip menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan kualitas pendidikan. Kerja sama formal antara kampus dengan berbagai institusi pendidikan dilakukan untuk memberikan ruang aktualisasi kompetensi mahasiswa secara nyata di lapangan. Jangkauan kemitraan program ini juga cukup luas, mencakup lembaga pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga institusi pendidikan non-formal lainnya.

Ratusan sekolah di berbagai wilayah Jawa Tengah turut menjadi bagian dari sekolah mitra UNNES Lantip. Beberapa daerah yang terlibat di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Magelang, Salatiga, Kendal, Demak, Kudus hingga Temanggung. Kehadiran mahasiswa di sekolah-sekolah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa peserta Lantip turut mengambil peran dalam membantu digitalisasi sekolah. Mereka mengintegrasikan teknologi ke dalam materi pembelajaran serta mendampingi guru dalam memanfaatkan media digital untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan tantangan pendidikan di era transformasi digital.

Selain memberikan manfaat bagi sekolah, program ini juga menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa. Pengalaman praktik kerja nyata selama berbulan-bulan dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester dalam skema MBKM. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola pembelajaran, membangun komunikasi dengan peserta didik, serta memahami dinamika dunia pendidikan secara komprehensif.

Sementara itu, sekolah mitra memperoleh manfaat berupa tambahan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta hadirnya inovasi pembelajaran baru. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin S.Pd, M.Pd menyampaikan apresiasinya kepada UNNES atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi praktik mahasiswa Lantip.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UNNES karena SMKN Jateng di Semarang kembali dipercaya menjadi tempat praktik mahasiswa Lantip. Dengan semangat bersama, kami siap menerima mahasiswa Lantip 7 dan mendukung pelaksanaan program ini agar berjalan optimal,” ujar Ardan Sirodjuddin saat kegiatan berlangsung.

Ia menilai kehadiran mahasiswa Lantip memberikan energi baru dalam proses pembelajaran di sekolah. Menurutnya, mahasiswa mampu menghadirkan pendekatan belajar yang lebih kreatif dan dekat dengan perkembangan teknologi yang dibutuhkan peserta didik saat ini.

“Mahasiswa memiliki ide-ide segar dan inovatif. Kehadiran mereka membantu sekolah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pembelajaran digital sekaligus menjadi motivasi bagi siswa,” katanya.

Program UNNES Lantip sendiri menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang pendidikan. Melalui pola kemitraan yang berkelanjutan, UNNES berharap mahasiswa dapat memiliki kompetensi pedagogik yang lebih kuat sekaligus siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Kegiatan koordinasi dan penguatan kemitraan tersebut juga menjadi momentum evaluasi sekaligus penyamaan persepsi antara pihak kampus dan sekolah mitra sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan. Dengan komunikasi yang intensif, pelaksanaan program diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh pihak yang terlibat.

UNNES melalui LPPP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program Lantip sebagai model praktik pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kolaborasi bersama sekolah mitra diyakini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif, adaptif dan berdaya saing di tengah perkembangan teknologi dan perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan