Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Guru SMP di Kabupaten Semarang Dilatih Menyusun Jurnal Ilmiah

Diterbitkan : - Kategori : Berita

UNGARAN-Upaya meningkatkan keterampilan menulis di kalangan guru terus digencarkan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Semarang. Melalui program kerja Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP, sebuah pelatihan penyusunan jurnal ilmiah digelar di SMP Negeri 1 Jambu pada Selasa (24/9). Kegiatan ini diikuti guru-guru SMP dari seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang, baik guru bahasa maupun nonbahasa.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), yakni Dr. Sucipto Hadi Purnom, M.Pd dan Dr. Qurota Ayu Neina, M.Pd, yang dikenal berpengalaman di bidang penulisan karya ilmiah. Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu membekali peserta dengan pengetahuan sekaligus praktik menulis artikel ilmiah yang layak dipublikasikan dalam jurnal akademik.

Kasi Tendik Disdikpora Kabupaten Semarang, Dewi Nirmala, S.Pd, M.Pd, yang hadir mewakili Plt. Kepala Disdikpora menegaskan bahwa peningkatan keterampilan menulis bukan hanya kewajiban guru bahasa, melainkan juga semua guru mata pelajaran. Menurutnya, keterampilan menulis sangat mendukung profesionalitas guru. “Guru di Kabupaten Semarang tidak harus berlatar belakang pengajar Bahasa Indonesia untuk bisa menulis. Semua guru, baik dari bidang IPA, IPS, maupun lainnya, wajib meningkatkan keterampilan menulis karena hal ini akan menunjang profesi mereka sebagai pendidik,” ujarnya.

Dewi menambahkan, tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman konsep penulisan jurnal, melatih kemampuan menulis karya ilmiah, serta mendorong lahirnya karya-karya yang bermanfaat. “Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan dan menjadi referensi bagi guru lain maupun masyarakat luas,” imbuhnya.

Dalam paparannya, para narasumber menjelaskan bahwa jurnal ilmiah adalah publikasi periodik yang biasanya diterbitkan setiap empat bulan hingga satu tahun. Artikel dalam jurnal bersifat padat dan berbobot, rata-rata hanya enam hingga delapan halaman, tetapi setiap kalimatnya memiliki nilai pengetahuan yang dapat memperkaya khasanah penelitian.

Dr. Sucipto Hadi Purnom menekankan pentingnya langkah-langkah sistematis dalam menulis jurnal. “Proses menulis jurnal ilmiah tidak bisa instan. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari menentukan topik, meneliti literatur, merumuskan masalah, menyusun metodologi, mengumpulkan dan menganalisis data, hingga menulis draf, merevisi, dan akhirnya mengajukan artikel ke jurnal. Setiap langkah harus dilakukan dengan serius agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Qurota Ayu Neina menambahkan, penulisan jurnal tidak hanya berorientasi pada formalitas akademik, tetapi juga pengembangan ilmu pengetahuan. “Tujuan penyusunan jurnal adalah mendokumentasikan penelitian, mengembangkan temuan yang sudah ada, sekaligus menjadi acuan bagi peneliti lain yang sedang meneliti topik sejenis. Jadi, jurnal itu tidak berhenti pada satu karya, tetapi berlanjut pada penelitian-penelitian berikutnya,” terangnya.

Selain membahas penyusunan jurnal ilmiah, peserta juga mendapat materi mengenai penulisan karya ilmiah populer. Materi ini bertujuan melatih guru agar bisa menyampaikan gagasan atau hasil penelitian dengan bahasa yang lebih sederhana sehingga dapat dibaca masyarakat umum. Bahkan, para narasumber mendorong karya para guru untuk diunggah ke media sosial sebagai sarana berbagi ilmu. “Kami menganjurkan peserta agar berani berkarya. Tulisan-tulisan mereka bisa difasilitasi untuk dipublikasikan, termasuk melalui platform digital agar menjangkau audiens yang lebih luas,” ungkap Qurota Ayu.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya guru yang aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Mereka menyadari bahwa kemampuan menulis bukan hanya kewajiban formal dalam tugas sebagai guru, melainkan juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan dunia pendidikan. Salah seorang peserta, Sri Wahyuni, guru IPA dari SMP Negeri 3 Bringin, mengaku mendapat banyak wawasan baru. “Selama ini saya berpikir menulis jurnal itu hanya untuk guru bahasa. Setelah ikut pelatihan, saya jadi tahu bahwa semua guru bisa menulis, asal tahu langkah-langkahnya. Saya termotivasi untuk mencoba menulis karya ilmiah dari pengalaman mengajar saya,” tuturnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Disdikpora Kabupaten Semarang berharap para guru semakin terampil dalam menulis, baik untuk kepentingan akademik maupun publikasi populer. Lebih jauh lagi, karya-karya yang dihasilkan dapat menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Semarang.

Penulis : Dra. Endang Suhartatik, Guru SMP Negeri 5 Ungaran

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan