Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Hari Kedua Pelatihan Guru SMA Dalami Prinsip dan Pengalaman Belajar pada Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru SMA di Jawa Tengah memasuki hari kedua pada Selasa, 2 September 2025. Kegiatan yang berlangsung di kampus Universitas IKIP Veteran Semarang itu fokus membahas modul 3 tentang Prinsip dan Pengalaman Belajar dalam pendekatan Pembelajaran Mendalam.

Tujuan modul ini adalah agar peserta mampu merancang pengalaman belajar sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam. Secara khusus, peserta dibimbing untuk mengidentifikasi prinsip dan pengalaman belajar dari tayangan video pembelajaran, lalu menentukan pengalaman belajar yang sesuai dengan prinsip tersebut.

Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan metode interaktif. Peserta dibagi dalam kelompok kecil, masing-masing berisi enam orang. Setiap kelompok diberi kesempatan mengamati video pembelajaran sesuai jenjang sekolah. Setelah itu, mereka berdiskusi untuk menganalisis isi video berdasarkan prinsip pembelajaran dan pengalaman belajar. Hasil pengamatan dituangkan dalam lembar kerja yang telah disediakan.

Tidak berhenti sampai di situ, para guru juga berdiskusi untuk memberikan saran perbaikan agar pembelajaran dalam video lebih sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam. Aktivitas diakhiri dengan presentasi kelompok yang dipandu oleh salah satu anggota, sementara kelompok lain memberikan tanggapan dan apresiasi. Suasana diskusi berlangsung hangat, penuh keterlibatan, dan menghidupkan suasana belajar kolaboratif.

Salah satu peserta, Etik Mahareni DP dari SMA Kolese Loyola, menilai pelatihan ini sangat relevan dengan semangat memanusiakan manusia dalam dunia pendidikan. “Pembelajaran mendalam itu harus bisa memuliakan murid. Artinya, pendidikan harus menempatkan mereka sebagai pribadi yang unik dan bermartabat. Tiga prinsip pembelajaran mendalam, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, harus dijalankan secara konsisten. Guru perlu menyusun pengalaman belajar yang sesuai dengan konteks murid dan kehidupan sehari-hari mereka,” ujarnya usai sesi diskusi.

Pendapat serupa juga disampaikan Drajad Dwi Putranto, guru SMA Negeri 13 Semarang. Menurutnya, materi yang disampaikan dalam modul ini sangat lengkap dan mudah dipahami. “Saya secara pribadi merasa mendapatkan banyak pengetahuan baru dari fasilitator maupun rekan-rekan. Materi tentang prinsip dan pengalaman pembelajaran mendalam ini bukan hanya memperkaya wawasan saya, tapi juga menantang saya untuk mengaplikasikannya dalam pembelajaran. Prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sangat penting untuk kita terapkan agar siswa lebih terlibat,” katanya.

Fasilitator pelatihan, Ardan Sirodjuddin menyampaikan bahwa metode berbasis pengalaman seperti yang diterapkan dalam modul 3 ini dirancang untuk melatih guru agar lebih reflektif dan kreatif. Guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya melalui pengamatan, analisis, diskusi, dan presentasi. Dengan demikian, mereka bisa langsung merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid.

Hari kedua pelatihan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antar guru. Diskusi lintas sekolah memungkinkan peserta bertukar pengalaman dan inspirasi praktik baik. Beberapa guru bahkan mengaku memperoleh ide-ide segar yang siap diterapkan di kelas masing-masing.

Dengan berakhirnya modul 3, para peserta diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga mengembangkan potensi kemanusiaan murid secara utuh. Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang berlandaskan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dinilai menjadi jawaban untuk menghadirkan pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.

1 Komentar

Anies A
Rabu, 3 Sep 2025

Pelatihannya sangat interaktif, tidak membosankan dan membantu saya hingga bisa mamahami dalam bentuk seperti apa dan bagaimana prinsip-prinsip pembelajaran diterapkan dalam pembelajaran. 3 Full memang mantull. Pesertanya luar biasa semangatnya dan kompak.

Balas

Beri Komentar

Balasan