Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Jawa Tengah Siap Bersaing di LKS SMK Tingkat Nasional 2025

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Solo – Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK ke-33 tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 resmi dibuka pada Minggu malam (27/4). Acara yang berlangsung di Kota Surakarta ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Walikota Surakarta Respati Ardi dan perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Dr. Ema Rahmawati, MHum. Dalam sambutannya, Ema Rahmawati menegaskan bahwa LKS bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mengukur kualitas pendidikan vokasi di Jawa Tengah.

“Kompetensi menjadi prasyarat utama dalam situasi dunia yang kompetitif seperti saat ini. Lomba ini adalah cara kita memastikan siswa SMK memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” ujar Ema Rahmawati saat memberikan arahan pembukaan.

Sebanyak 981 siswa dari 523 SMK negeri dan swasta di 35 kabupaten/kota turut serta dalam lomba bergengsi ini. Mereka akan bersaing dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, manufaktur, hingga seni dan ekonomi kreatif. Penyelenggaraan LKS kali ini tidak hanya fokus pada penilaian akademis, tetapi juga aspek soft skill seperti sikap, komunikasi, dan branding diri.

Walikota Surakarta, Respati Ardi, menyoroti pentingnya branding diri dalam dunia kerja modern. “Tidak cukup hanya memiliki produk atau keterampilan yang baik. Kita juga harus mampu menjual diri kita sendiri, baik melalui bahasa tubuh, kartu nama, maupun sikap profesional,” katanya. Ia juga berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana ia belajar untuk lebih ramah dan terbuka demi mendukung tugas-tugasnya sebagai pemimpin daerah.

Selain itu, acara ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan pendidikan vokasi. Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah Rumah Siap Kerja, sebuah inisiatif untuk membantu lulusan SMK mendapatkan peluang kerja baik di dalam maupun luar negeri. Program ini mencakup pelatihan kurikulum vitae, wawancara kerja, hingga persiapan bekerja di negara tujuan seperti Jepang.

“Kami sedang fokus untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Misalnya, pekerja migran ke Jepang bisa mendapatkan gaji besar setelah tiga tahun bekerja. Bahkan, mereka bisa pulang dengan tabungan ratusan juta rupiah,” tambah Respati Ardi.

Acara pembukaan LKS SMK ke-33 juga dimeriahkan dengan penyerahan Piala Bergilir kepada panitia penyelenggara. Piala ini merupakan simbol perjuangan para peserta untuk meraih prestasi tertinggi di tingkat provinsi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah, SPd, MPd, menyatakan harapannya agar kontingen Jawa Tengah dapat kembali meraih juara umum di tingkat nasional.

“Dua tahun terakhir kita harus puas di posisi runner-up. Namun, tahun ini kami yakin bisa merebut kembali gelar juara satu,” tegas Uswatun Hasanah dengan penuh semangat.

LKS SMK ke-33 digelar di empat wilayah cabang dinas pendidikan, yakni Cabdin 1, 5, 6, dan 7. Para peserta akan menjalani serangkaian tes dan penilaian ketat selama lima hari ke depan. Dewan juri yang terdiri dari praktisi industri dan pendidikan diharapkan dapat memberikan penilaian yang objektif dan transparan.

Salah satu peserta, Rizal Dwi Noviyanto dari SMK Negeri 10 Semarang, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti lomba ini. “Saya sudah mempersiapkan diri sejak beberapa bulan lalu. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah dan keluarga,” ucapnya dengan nada optimis.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulo, salah satu juri LKS, menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan profesional. “Kami berjanji akan melakukan penjurian dengan sebaik-baiknya tanpa memihak siapapun,” ujarnya.

Acara pembukaan ditutup dengan pemukulan gong oleh Dr. Ema Rahmawati didampingi Walikota Surakarta dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Suara gong tersebut seolah menjadi pertanda dimulainya perjalanan panjang para peserta menuju puncak prestasi.

Melalui LKS SMK ke-33, Jawa Tengah tidak hanya ingin menghasilkan juara-juara baru, tetapi juga mencetak generasi muda yang siap bersaing di era global. Dengan semangat sportivitas dan dedikasi tinggi, para siswa SMK diharapkan mampu membawa nama baik provinsi di kancah nasional. Sebuah langkah besar menuju masa depan pendidikan vokasi yang lebih cerah.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan