SEMARANG-Pelaksanaan On-the-Job Training (OJT) 1 Kelas F dalam rangka Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru SMA Kota Semarang resmi digelar pada Selasa, 30 September 2025. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 5 Semarang mulai pukul 08.00 hingga 15.15 WIB dan diikuti oleh perwakilan dari 12 SMA. Salah satu fasilitator yang turut hadir adalah Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., yang selama ini aktif mendampingi penguatan praktik pembelajaran berbasis kesadaran dan kebermaknaan di sekolah.
OJT Pelatihan Pembelajaran Mendalam merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pengajaran guru dengan menekankan konsep pemahaman mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta relevansi konteks nyata bagi siswa. Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga mengembangkan potensi siswa secara utuh. “Tujuan utama dari OJT ini adalah menciptakan guru yang mampu menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi muridnya,” kata Ardan Sirodjuddin saat memberikan pendampingan di sela kegiatan.
Agenda OJT 1 kali ini mencakup orientasi kegiatan pendampingan tahap pertama, sesi berbagi hasil implementasi fasilitasi pembelajaran, analisis video pembelajaran dari berbagai rumpun mata pelajaran, serta pemberian umpan balik dan tindak lanjut. Metode yang digunakan menekankan siklus kolaborasi, perancangan RPP, praktik mengajar, hingga evaluasi bersama. Dengan demikian, guru tidak sekadar memperoleh teori, tetapi juga merefleksikan praktik nyata yang mereka jalani di kelas.
Pada sesi berbagi video, sejumlah guru menampilkan praktik pembelajaran dari sekolah masing-masing. Video pertama berasal dari rumpun Humaniora yang dibawakan Faridah Eriyaningsih dari SMA Negeri 12 Semarang. Dalam tayangannya, Faridah menunjukkan praktik pembelajaran teks berita. Ia mengaku mendapatkan banyak masukan dari rekan-rekan sejawat. “Setelah tampil dalam OJT 1 dengan menampilkan video pembelajaran, saya mendapat banyak masukan yang bisa saya gunakan untuk perbaikan. Baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan. Saya menyadari kemitraan dalam pembelajaran masih sebatas antarteman. Ke depan, saya akan mengembangkan kemitraan ini agar hasil tulisan murid bisa dimuat di media daring,” ujar Faridah.
Video kedua berasal dari rumpun IPA yang dipresentasikan oleh Fauziah Asri Latifah dari SMA Negeri 13 Semarang. Ia menilai kegiatan OJT 1 sangat bermanfaat untuk memperkuat praktik diseminasi pembelajaran mendalam di sekolah. “OJT 1 merupakan kegiatan yang luar biasa. Kami memaparkan praktik diseminasi pembelajaran mendalam yang telah dilakukan. Melalui analisis video dari beberapa mata pelajaran, kami mendapatkan banyak inspirasi baru yang bisa diterapkan di kelas. Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut agar semakin memperkaya pengalaman kami,” ungkap Fauziah.
Adapun video ketiga berasal dari rumpun IPS yang disampaikan Umul Ma’rufiyati dari SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Guru yang akrab disapa Ufi ini mengaku merasa sangat terinspirasi. “OJT 1 memberikan pengalaman berharga bagi saya. Saya merasa termotivasi dengan kegiatan hari ini. Terima kasih atas masukan dan saran dari fasilitator maupun rekan guru. Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan agar kami dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuan mengajar,” katanya dengan penuh antusias.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, guru-guru yang hadir tidak hanya mendapat bekal pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk berefleksi, berdiskusi, dan memperbaiki strategi pembelajaran masing-masing. Pembelajaran mendalam yang menjadi inti OJT ini menuntut guru untuk menghadirkan proses belajar yang mengintegrasikan olah pikir, hati, rasa, dan raga, sehingga siswa tidak hanya pintar secara akademik tetapi juga berkembang secara holistik.
Ardan Sirodjuddin menegaskan, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kemauan guru untuk terus berinovasi. “Pembelajaran mendalam bukan sekadar metode baru, melainkan cara pandang dalam mengajar. Guru harus siap terbuka menerima kritik, berkolaborasi, dan menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Dengan begitu, tujuan pendidikan yang sesungguhnya bisa tercapai,” ujarnya.
Kegiatan OJT 1 di SMA Negeri 5 Semarang ini menandai langkah awal penting dalam perjalanan panjang peningkatan mutu pendidikan di Kota Semarang. Dengan semangat kolaborasi dan refleksi, guru-guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa kelas lebih hidup, bermakna, dan menyenangkan.
Penulis : Ardan Sirodjuddin, S.Pd, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang dan Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Tengah

Beri Komentar