SEMARANG-Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Sholat Jumat yang digelar di Masjid Baitul Ilmi SMKN Jateng Kampus Semarang pada Jumat, 3 April 2024. Kegiatan ibadah rutin mingguan ini diikuti oleh para guru dan siswa SMKN Jateng Kampus Semarang dengan penuh kekhusyukan. Bertindak sebagai khotib, Ustaz Zaenal Arifin, S.Pd menyampaikan khutbah yang menyoroti pentingnya menjaga konsistensi ibadah pasca bulan suci Ramadhan melalui empat pilar spiritual utama.
Dalam khutbahnya, Zainal mengawali dengan refleksi mendalam tentang berlalunya bulan Ramadhan yang meninggalkan berbagai nilai spiritual bagi umat Islam. Ia menegaskan bahwa ujian sesungguhnya justru dimulai setelah Ramadhan berakhir. “Ramadhan telah berpulang. Ia meninggalkan jejak taqwa, air mata taubat, dan semangat ibadah yang pernah kita rasakan puncaknya. Namun, ujian sebenarnya justru dimulai setelah Ramadhan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, fenomena menurunnya kualitas ibadah pasca Ramadhan kerap terjadi di tengah masyarakat. Ia menggambarkan bagaimana masjid mulai sepi, Al-Qur’an jarang dibaca, serta kebiasaan buruk yang sempat ditinggalkan kembali muncul. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk menjaga nilai-nilai Ramadhan dengan berpegang pada empat pilar spiritual yang diajarkan para ulama salaf, yakni muraqabah, muhasabah, mujahadah, dan mu’ahadah.
Zainal menjelaskan bahwa pilar pertama, muraqabah, merupakan kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatan manusia. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW tentang ihsan, “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” Menurutnya, dengan menghadirkan muraqabah, seseorang akan terhindar dari riya’ dan maksiat, baik saat sendiri maupun di tengah keramaian.
Pilar kedua yang disampaikan adalah muhasabah atau evaluasi diri. Zainal mengingatkan pentingnya mengoreksi diri sebelum datangnya hari perhitungan. Ia mengutip perkataan Umar bin Khaththab, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.” Ia kemudian mengajak jamaah untuk merenungkan kembali kualitas ibadah mereka setelah Ramadhan, mulai dari konsistensi shalat berjamaah, kebiasaan membaca Al-Qur’an, hingga menjaga lisan dan perilaku sehari-hari.
Selanjutnya, pada pilar ketiga yaitu mujahadah, Zainal menekankan pentingnya perjuangan dalam menjaga amal. Ia menyebut bahwa mempertahankan ibadah setelah Ramadhan membutuhkan kesungguhan melawan rasa malas dan godaan dunia. “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu, meskipun sedikit,” kutipnya dari hadits Rasulullah ﷺ. Ia menambahkan bahwa istiqamah bukan berarti tanpa lelah, melainkan tetap berjalan meski dalam kondisi lelah.
Pilar terakhir yang disampaikan adalah mu’ahadah, yaitu memperbarui komitmen kepada Allah. Zainal mengajak jamaah untuk terus memperbaharui janji dalam menjalankan ketaatan. “Setiap hari adalah kesempatan untuk berjanji kepada Allah bahwa kita akan menjaga shalat, kejujuran, serta lisan dan pandangan kita,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa janji tersebut harus dibuktikan melalui amal nyata, kesabaran, dan kesungguhan dalam bertaubat.
Lebih lanjut, Zainal menjelaskan bahwa keempat pilar tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Muraqabah akan menumbuhkan kesadaran, muhasabah mendorong evaluasi diri, mujahadah memperkuat perjuangan, dan mu’ahadah meneguhkan komitmen spiritual. Ia berharap para jamaah, khususnya para siswa, mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Baitul Ilmi ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga sarana pembinaan karakter religius bagi para siswa. Kepala SMKN Jateng Kampus Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd, M.Pd mengaku terinspirasi dengan isi khutbah yang disampaikan. “Khutbahnya sangat mengena, terutama tentang bagaimana menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan. Ini jadi pengingat bagi saya,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika SMKN Jateng Kampus Semarang dapat terus menjaga semangat ibadah dan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadhan. Pesan khutbah yang disampaikan menjadi pengingat bahwa konsistensi dalam beribadah merupakan kunci utama dalam meraih ketakwaan yang sejati.

Beri Komentar