Selasa, 03-11-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Kunjungan Industri SMKN Jateng di Semarang ke PT Sido Muncul, Siswa Belajar Budaya Kerja dan Teknologi Pabrik Jamu Modern

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Swasta

SEMARANG – Mengenal dunia industri tidak cukup hanya melalui buku pelajaran dan penjelasan guru di ruang kelas. Siswa perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah perusahaan menjalankan proses produksi, menerapkan budaya kerja, mengelola sumber daya manusia, hingga menjaga kelestarian lingkungan. Semangat inilah yang melatarbelakangi kegiatan Kunjungan Industri SMKN Jateng di Semarang ke PT Sido Muncul pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti siswa-siswi SMKN Jateng di Semarang ini menjadi kesempatan berharga untuk mengenal lebih dekat pengelolaan industri jamu modern yang telah berkembang menjadi salah satu sektor industri herbal unggulan di Indonesia. Melalui kunjungan tersebut, para siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan budaya kerja diterapkan secara terpadu dalam lingkungan perusahaan.

Kedatangan rombongan SMKN Jateng di Semarang disambut oleh Maria dan Melia dari bagian Public Relation Department PT Sido Muncul. Dalam sambutannya, perwakilan perusahaan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh keluarga besar SMKN Jateng di Semarang. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan pengalaman baru kepada para siswa mengenai tata kelola industri jamu modern.

“Terima kasih kepada SMKN Jateng di Semarang yang telah berkunjung ke PT Sido Muncul. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada para siswa mengenai bagaimana sebuah industri jamu modern dikelola, mulai dari proses produksi, penerapan budaya industri, pengelolaan sumber daya manusia, hingga kepedulian terhadap lingkungan,” demikian sambutan perwakilan Public Relation Department PT Sido Muncul.

Mengenal Lebih Dekat Industri Jamu Modern PT Sido Muncul

Dalam pemaparan profil perusahaan, para siswa mendapatkan informasi mengenai perjalanan panjang PT Sido Muncul dalam mengembangkan industri jamu di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 70 tahun, perusahaan ini telah berkembang menjadi pabrik jamu modern dengan kawasan industri seluas kurang lebih 30 hektare, didukung lebih dari 4.000 karyawan dan menghasilkan lebih dari 300 jenis produk.

Skala operasional tersebut memberikan gambaran kepada siswa bahwa industri modern membutuhkan sistem pengelolaan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk dalam jumlah besar, tetapi juga oleh kualitas bahan baku, ketepatan proses produksi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, serta kemampuan memahami kebutuhan konsumen.

Salah satu hal menarik yang disampaikan dalam kunjungan ini adalah bahwa pengembangan produk PT Sido Muncul tidak dilakukan semata-mata berdasarkan perkiraan. Setiap produk dikembangkan dengan memperhatikan hasil riset dan survei pasar. Dengan demikian, produk yang dihasilkan memiliki dasar pertimbangan ilmiah sekaligus mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi masyarakat.

Penjelasan tersebut memberikan pelajaran penting bagi siswa bahwa sebuah perusahaan harus terus berinovasi dan melakukan evaluasi agar mampu bertahan di tengah persaingan pasar. Dunia industri menuntut kemampuan beradaptasi, ketelitian, kreativitas, serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen.

Kunjungan Industri SMKN Jateng di Semarang Pelajari Budaya Kerja 5R

Salah satu materi penting dalam kegiatan Kunjungan Industri SMKN Jateng di Semarang adalah penerapan budaya industri 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Budaya kerja ini menjadi bagian dari sistem kedisiplinan perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang tertata, bersih, aman, dan produktif.

Para siswa memperoleh penjelasan mengenai pentingnya memilah barang sesuai kebutuhan, menata peralatan pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan kerja, memelihara kondisi fasilitas, serta membangun kebiasaan disiplin secara konsisten.

Penerapan 5R bukan sekadar persoalan kebersihan dan kerapian tempat kerja. Lebih dari itu, budaya tersebut merupakan fondasi pembentukan karakter pekerja industri yang profesional. Lingkungan kerja yang tertata akan membantu meningkatkan efisiensi, mengurangi potensi kesalahan, serta mendukung keselamatan dan kesehatan kerja.

Bagi siswa SMK, pemahaman mengenai budaya 5R menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia kerja. Kebiasaan disiplin, bertanggung jawab, menjaga kebersihan, dan mematuhi prosedur harus mulai dibangun sejak masih berada di bangku sekolah.

Selain budaya kerja, perusahaan juga memberikan wawasan mengenai pengelolaan sumber daya manusia. Para siswa diperkenalkan pada pentingnya kompetensi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama antarkaryawan dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan.

Mengamati Proses Produksi Jamu dengan Teknologi Modern

Pengalaman yang tidak kalah menarik adalah kesempatan bagi siswa untuk melihat secara langsung fasilitas dan proses produksi jamu modern. Dalam rangkaian kunjungan, rombongan diajak mengenal tahapan produksi dari hulu hingga hilir.

Para siswa mendapatkan gambaran mengenai proses penyortiran bahan baku untuk memastikan kualitas bahan yang digunakan. Selanjutnya, mereka mempelajari bagaimana bahan-bahan tersebut diolah menggunakan mesin modern sesuai tahapan produksi yang telah ditetapkan perusahaan.

Proses berlanjut hingga tahap pengemasan produk yang memanfaatkan sistem otomatisasi melalui jalur konveyor. Penggunaan teknologi tersebut memperlihatkan bagaimana mesin dan sistem produksi modern berperan dalam meningkatkan efisiensi, menjaga konsistensi kualitas, serta mendukung kapasitas produksi perusahaan.

Bagi siswa pendidikan vokasi, pengamatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat relevan. Mereka dapat memahami bahwa penerapan teknologi industri melibatkan berbagai bidang keahlian, mulai dari pengoperasian mesin, sistem kelistrikan, otomatisasi, pemeliharaan peralatan, hingga pengendalian kualitas.

Khusus bagi siswa program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat bahwa kompetensi kelistrikan memiliki peran strategis dalam mendukung operasional pabrik modern. Sistem tenaga listrik, kendali mesin, dan otomatisasi merupakan bagian penting yang memastikan proses produksi berjalan secara efektif dan berkesinambungan.

Belajar Pengelolaan Limbah dan Kepedulian terhadap Lingkungan

Tidak hanya berfokus pada teknologi dan produktivitas, Kunjungan Industri SMKN Jateng di Semarang juga memberikan pembelajaran mengenai tanggung jawab industri terhadap lingkungan hidup.

PT Sido Muncul memberikan penjelasan tentang pengelolaan limbah hasil produksi, khususnya melalui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pengelolaan ini menjadi bagian penting untuk memastikan limbah cair dari aktivitas produksi diolah sesuai ketentuan sebelum dialirkan ke lingkungan.

Para siswa juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan hidup dalam kegiatan operasional perusahaan. Industri modern tidak boleh hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan dampak aktivitas produksinya terhadap alam dan masyarakat sekitar.

Selain pengelolaan IPAL, siswa diperkenalkan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menjadi salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

Pembelajaran ini menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya produksi dan keuntungan, tetapi juga dari kontribusinya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kunjungan Industri Menumbuhkan Kesiapan Kerja Siswa

Ketua Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN Jateng di Semarang, Agista Rizki Dermara, menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan industri merupakan program pembelajaran yang sangat penting bagi siswa SMK. Menurutnya, pengalaman melihat langsung aktivitas perusahaan dapat membantu siswa memahami standar kerja dan budaya industri yang selama ini dipelajari di sekolah.

“Program Kunjungan Industri ke PT Sido Muncul bagi SMK adalah hal yang sangat baik, terutama untuk menumbuhkan minat siswa SMK yang merupakan calon karyawan yang baik dengan menerapkan budaya industri yang berlaku dan mengikuti prosedur kerja di industri. Dengan mengajak siswa melihat secara langsung pola kerja di industri, saya yakin siswa mampu menumbuhkembangkan potensi diri agar siap kerja dan berdaya saing di industri seperti halnya ketika siswa mengikuti kunjungan industri saat ini,” ungkap Agista Rizki Dermara.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi, membangun karakter disiplin, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menurutnya, siswa SMK perlu memahami bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi tenaga kerja yang unggul. Kedisiplinan, etos kerja, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan kepatuhan terhadap prosedur operasional juga menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan seseorang di lingkungan industri.

Memperkuat Link and Match Pendidikan Vokasi dengan Dunia Industri

Pelaksanaan Kunjungan Industri SMKN Jateng di Semarang ke PT Sido Muncul menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan dunia usaha serta dunia industri. Melalui kegiatan pembelajaran di luar sekolah, siswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan teoretis dengan praktik nyata di lapangan.

Berbagai pengalaman yang diperoleh, mulai dari penerapan budaya 5R, pengelolaan sumber daya manusia, proses produksi berbasis teknologi modern, hingga pengelolaan limbah dan lingkungan hidup, diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai standar operasional perusahaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana membangun motivasi agar siswa memiliki orientasi yang lebih jelas terhadap masa depan kariernya. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang memiliki ijazah dan kompetensi keahlian, tetapi juga menjadi calon tenaga kerja yang memahami budaya industri, mampu beradaptasi dengan teknologi, dan siap menghadapi tuntutan pekerjaan.

SMKN Jateng di Semarang terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman melalui penguatan kolaborasi bersama dunia industri. Kunjungan ke PT Sido Muncul menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut.

Dari ruang kelas menuju kawasan industri, para siswa belajar bahwa profesionalisme dibangun melalui pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan kepedulian. Pengalaman ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan potensi diri, sehingga kelak mampu menjadi lulusan SMK yang kompeten, berkarakter unggul, dan memiliki daya saing di dunia kerja.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan