SEMARANG-Pagi ini suasana SMK Negeri 10 Semarang terasa berbeda dari biasanya. Sekolah yang berada di kawasan Banjir Kanal Barat (BKT) itu kedatangan tamu istimewa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, M.Eng., yang datang melakukan kunjungan kerja untuk melihat langsung kondisi dan perkembangan sekolah. Kehadiran Kadisdikbud disambut hangat oleh Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., beserta jajaran pimpinan sekolah sejak pukul 09.00 WIB. Senyum ramah, jabat tangan penuh keakraban, dan sapaan hangat menciptakan suasana penuh kekeluargaan di halaman depan sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, Kadisdikbud berkeliling meninjau fasilitas sekolah, ruang praktik, area pembelajaran, hingga lingkungan luar gedung. Fokus utama Dr. Sadimin adalah melihat secara langsung penanganan banjir yang selama ini menjadi tantangan besar bagi SMK Negeri 10 Semarang. Ia mengamati beberapa titik rawan banjir, terutama di area selatan, tengah, dan utara sekolah yang selama musim hujan kerap tergenang. “Sekolah ini memiliki potensi luar biasa, tetapi persoalan banjir memang harus segera diselesaikan secara sistematis,” ujar Dr. Sadimin saat meninjau area kolam retensi.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banjir, salah satunya dengan membangun saluran air dan kolam retensi di tiga titik strategis. “Kami membangun kolam retensi di sisi selatan, tengah, dan utara sekolah. Masing-masing kolam sudah dilengkapi pompa untuk membuang air ke sungai di depan sekolah,” jelas Ardan sambil menunjukkan instalasi pompa yang berada di dalam area kolam retensi.
Namun demikian, Dr. Sadimin menilai masih ada ruang inovasi yang bisa dikembangkan oleh sekolah. Beliau menantang SMK Negeri 10 Semarang untuk meningkatkan teknologi penanganan banjir dengan menciptakan sistem pompa otomatis. “Saya ingin SMK Negeri 10 Semarang bisa membuat pompa otomatis. Jadi, ketika air sudah penuh, pompa bisa menyala sendiri tanpa operator,” tegasnya. Menurutnya, sistem manual yang saat ini digunakan masih memiliki keterbatasan, dan sekolah sebagai institusi pendidikan vokasi mampu menciptakan inovasi yang lebih efektif dan efisien. Tantangan itu disambut positif oleh pihak sekolah sebagai motivasi untuk terus berkreasi.
Selain penanganan banjir, Kadisdikbud juga menyoroti progres pembangunan Masjid Baitul Iman yang berada di area sekolah. Ia menilai pembangunan masjid tersebut sangat penting sebagai ruang spiritual, pembinaan karakter, dan pusat kegiatan keagamaan bagi peserta didik. Dr. Sadimin mendorong sekolah untuk kembali mengajukan bantuan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Disdikbud guna mempercepat penyelesaian pembangunan. “Silakan ajukan lagi bantuan UPZ. Masjid ini harus segera selesai agar bisa digunakan secara optimal oleh guru dan siswa,” katanya.
Kunjungan ini menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika SMK Negeri 10 Semarang. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga siswa tampak termotivasi dengan arahan dan dorongan langsung dari pimpinan tertinggi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah tersebut. Ardan Sirodjuddin menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kunjungan ini karena memberikan semangat dan inspirasi untuk terus berinovasi. “Kehadiran Bapak Kadisdikbud hari ini memberi kami dorongan besar. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki fasilitas dan menciptakan inovasi agar sekolah semakin maju,” ujarnya.
Kunjungan Kadisdikbud Provinsi Jawa Tengah ini tidak hanya menjadi agenda pemantauan rutin, tetapi juga simbol dukungan pemerintah untuk kemajuan pendidikan vokasi. Dengan berbagai arahan, tantangan, dan masukan konstruktif yang diberikan, SMK Negeri 10 Semarang kini semakin percaya diri melangkah menuju masa depan yang lebih baik, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Konstributor : Andhika Wildan Krisnamurti, M.Pd, Waka Sarana dan Prasarana SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar