Senin, 19-10-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Marching Band Gita Kartika Buana Meriahkan Perayaan Kauw Gwee Jee Kauw di Klenteng Grajen Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Marching Band Gita Kartika Buana turut memeriahkan kirab perayaan Kauw Gwee Jee Kauw di Klenteng TITD Grajen Semarang, Minggu (18/10/2026). Dengan melibatkan 87 pemain, 15 anggota tim pendukung, serta tujuh guru, staf, dan pamong pendamping, penampilan tim marching band ini menjadi bagian dari kemeriahan tradisi budaya masyarakat Tionghoa di Kota Semarang. Para peserta mengikuti arak-arakan yang berlangsung selama lima setengah jam, mulai pukul 13.30 hingga 19.00 WIB, dengan menempuh rute hampir 10 kilometer dan singgah di sekitar sembilan klenteng di kawasan Pecinan.

Marching Band Gita Kartika Buana Ikuti Kirab Budaya di Kawasan Pecinan

Keikutsertaan Marching Band Gita Kartika Buana dalam perayaan Kauw Gwee Jee Kauw menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya sekaligus memperkenalkan nama sekolah kepada masyarakat luas. Dalam kegiatan tersebut, tim marching band tidak hanya bertugas menampilkan kemampuan bermusik, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian kirab yang menyatukan berbagai unsur budaya dan komunitas masyarakat.

Rombongan bergerak menyusuri kawasan Pecinan Semarang, wilayah yang dikenal memiliki sejumlah klenteng sebagai tempat ibadah sekaligus bagian dari jejak sejarah dan budaya masyarakat Tionghoa. Sepanjang perjalanan, peserta kirab mendatangi sekitar sembilan klenteng dengan jarak tempuh keseluruhan hampir 10 kilometer. Panjangnya rute dan durasi kegiatan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh anggota rombongan, terutama para pemain marching band yang harus terus menjaga stamina, kekompakan, dan kualitas penampilan.

Perayaan tersebut berlangsung meriah dengan keterlibatan berbagai perwakilan klenteng dan kelompok masyarakat. Selain Marching Band Gita Kartika Buana, arak-arakan juga dimeriahkan oleh pertunjukan barongsai, atraksi naga, serta berbagai simbol dan atribut khas budaya Tionghoa. Perpaduan musik, atraksi, dan iring-iringan peserta menghadirkan suasana semarak di sepanjang jalur kirab dan menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan dari tepi jalan.

Sepuluh Lagu Mengiringi Perjalanan Marching Band Gita Kartika Buana

Sepanjang kirab perayaan Kauw Gwee Jee Kauw, Marching Band Gita Kartika Buana membawakan total 10 lagu untuk mengiringi perjalanan rombongan. Pilihan lagu yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari lagu daerah Indonesia hingga lagu populer yang akrab di telinga masyarakat. Di antaranya adalah “Bengawan Solo”, “Maumere”, dan “My Lecon”.

Variasi repertoar tersebut memberikan warna tersendiri dalam penampilan tim. Irama musik yang terus mengalun tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta kirab, tetapi juga menarik perhatian warga yang berkumpul di sepanjang jalan. Para pemain harus menjaga tempo, koordinasi, dan konsentrasi agar penampilan tetap terjaga meskipun mereka harus berjalan jauh dan menghadapi jeda menunggu ketika rombongan singgah di setiap klenteng.

Bagi para anggota marching band, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan penampilan di lingkungan sekolah atau kegiatan seremonial pada umumnya. Mereka dituntut untuk menunjukkan kedisiplinan dan kerja sama dalam kondisi lapangan yang dinamis. Selain kemampuan memainkan alat musik, ketahanan fisik dan semangat tim menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan baik hingga selesai.

Bangga Menjadi Bagian dari Perayaan Budaya

Wisnu, siswa kelas XI TITL yang bertugas sebagai Komandan Marching Band Gita Kartika Buana, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat langsung dalam perayaan Kauw Gwee Jee Kauw di Klenteng Grajen Semarang. Menurutnya, antusiasme para pemain tetap terjaga meskipun mereka harus menempuh perjalanan panjang dan menunggu cukup lama di sejumlah titik pemberhentian.

“Teman-teman yang tampil sangat bersemangat. Meskipun jalan yang ditempuh sangat panjang dan setiap klenteng harus menunggu, teman-teman tetap senang karena menjadi salah satu bagian dalam perayaan umat Tionghoa,” ungkap Wisnu.

Ia juga menyampaikan bahwa sambutan masyarakat menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama mengikuti kirab. Banyak warga yang menyaksikan penampilan mereka dari tepi jalan. Bahkan, sejumlah masyarakat memberikan makanan dan minuman kepada anggota marching band sebagai bentuk perhatian dan dukungan selama perjalanan berlangsung.

Bagi Wisnu dan rekan-rekannya, sambutan tersebut menjadi penyemangat untuk terus memberikan penampilan terbaik. Interaksi positif dengan masyarakat juga memperlihatkan bahwa kegiatan seni dan budaya dapat menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antarkelompok masyarakat. Melalui musik, para peserta dapat berbagi kegembiraan sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman budaya Kota Semarang.

Pendamping Apresiasi Ketahanan dan Kekompakan Peserta

Salah satu pendamping tim, Rizki Umu Amalia, turut menyampaikan apresiasi atas semangat dan ketahanan para peserta selama mengikuti arak-arakan. Ia menilai bahwa rute kirab kali ini tergolong sangat panjang, baik dari segi jarak maupun durasi kegiatan, jika dibandingkan dengan pengalaman tahun sebelumnya.

“Dibandingkan tahun lalu, kali ini rutenya panjang dan durasinya sangat lama. Kami bersyukur anak-anak tetap kuat dan sehat. Meskipun ada yang sakit, berkat kerja sama tim dan bantuan panitia, semuanya dapat tertangani dengan baik,” tutur Rizki Umu Amalia.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dihadapi dengan kesiapan, koordinasi, dan kepedulian terhadap kondisi setiap anggota. Kehadiran para pendamping dan dukungan panitia membantu memastikan peserta memperoleh perhatian selama kegiatan berlangsung. Kerja sama yang terbangun di antara pemain, tim pendukung, pendamping, dan panitia menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran partisipasi Marching Band Gita Kartika Buana.

Rizki juga mengungkapkan rasa bangganya ketika melihat antusiasme masyarakat yang menyaksikan rombongan di sepanjang jalan. Tidak sedikit warga yang tertarik dan bertanya mengenai asal sekolah tim marching band yang sedang tampil. Respons tersebut menjadi pengalaman positif karena membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sekolah melalui kegiatan seni, musik, dan partisipasi dalam acara publik.

Perkuat Pengalaman, Disiplin, dan Apresiasi terhadap Keberagaman Budaya

Keikutsertaan Marching Band Gita Kartika Buana dalam perayaan Kauw Gwee Jee Kauw di Klenteng TITD Grajen Semarang tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan bermusik. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata kepada para siswa mengenai arti disiplin, tanggung jawab, ketahanan fisik, serta kerja sama dalam sebuah tim. Mengikuti kirab dengan rute panjang menuntut setiap anggota untuk saling mendukung dan menjaga semangat hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Di sisi lain, partisipasi dalam perayaan budaya masyarakat Tionghoa memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menyaksikan secara langsung kekayaan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Semarang. Kehadiran berbagai kelompok, atraksi budaya, dan masyarakat yang memberikan dukungan menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya beragam latar belakang dalam suasana yang positif.

Melalui penampilan tersebut, Marching Band Gita Kartika Buana turut mengambil bagian dalam memeriahkan perayaan sekaligus memperkenalkan identitas sekolah kepada masyarakat. Antusiasme pemain, dukungan pendamping, serta sambutan warga menjadi pengalaman berharga yang dapat memperkuat rasa percaya diri dan kebanggaan para siswa.

Partisipasi dalam kirab Kauw Gwee Jee Kauw di Klenteng Grajen Semarang pun menjadi bukti bahwa kegiatan seni dan budaya dapat menjadi sarana pembelajaran di luar kelas. Tidak hanya mengasah keterampilan bermusik, pengalaman ini juga menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan penghargaan terhadap keberagaman yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan