Senin, 19-10-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Studi Tiru Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang ke SMKN Jateng, Pelajari Praktik Baik Penguatan Karakter dan Kerja Sama Industri

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Studi Tiru

SEMARANG – Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang melaksanakan kegiatan studi tiru ke SMKN Jateng di Semarang pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mempelajari berbagai praktik baik yang telah diterapkan SMKN Jateng di Semarang untuk selanjutnya diadaptasi dan diterapkan di lingkungan SMKN 10 Semarang, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pembentukan karakter siswa, serta penguatan hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang, Anton Gunawan, S.Pd. Kedatangan rombongan disambut dengan baik oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., yang didampingi Ketua Jurusan Teknik Permesinan, Yulaikah, serta Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK), Ferry Nor Toha.

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua sekolah untuk saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, dan memperkuat hubungan antarsatuan pendidikan vokasi. Melalui kegiatan studi tiru, SMKN 10 Semarang berupaya menggali strategi dan program yang telah berjalan dengan baik di SMKN Jateng di Semarang agar dapat menjadi referensi dalam pengembangan kompetensi siswa Teknik Pengelasan.

Studi Tiru SMKN 10 Semarang untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi

Kegiatan studi tiru merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran langsung dari praktik yang telah dilaksanakan oleh sekolah lain. Dalam pendidikan vokasi, proses tersebut menjadi penting karena keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi dan keterampilan teknis, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, kesiapan kerja, serta kemampuan membangun hubungan dengan industri.

Dalam kunjungan ini, Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang ingin mempelajari sejumlah program dan strategi yang diterapkan SMKN Jateng di Semarang. Hasil kunjungan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi untuk mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Ketua Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang yang berkenan berkunjung untuk belajar dan berbagi pengalaman.

“Kami mengapresiasi langkah Ketua Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang yang telah berkunjung untuk belajar. Dengan senang hati kami terima dan berbagi praktik baik,” ujar Ardan.

Menurut Ardan, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan yang positif bagi sekolah untuk saling belajar dan mengembangkan kualitas pendidikan. Pengalaman yang telah diterapkan di satu sekolah dapat menjadi referensi bagi sekolah lain, sepanjang disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik peserta didik, dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat sejumlah praktik baik di SMKN Jateng di Semarang yang berpotensi diadopsi oleh SMKN 10 Semarang. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pembentukan karakter siswa, pengisian tracer study, serta peningkatan kerja sama dengan industri.

Pembentukan Karakter Siswa dan Tracer Study Menjadi Fokus Pembelajaran

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam studi tiru ini adalah pembentukan karakter siswa. Dalam pendidikan kejuruan, karakter menjadi aspek penting yang mendukung penguasaan keterampilan teknis. Sikap disiplin, tanggung jawab, ketekunan, kejujuran, dan kemampuan bekerja sama merupakan bekal yang diperlukan siswa ketika memasuki dunia kerja.

Bagi siswa Jurusan Teknik Pengelasan, penguatan karakter juga memiliki relevansi dengan tuntutan pekerjaan yang mengutamakan ketelitian, kepatuhan terhadap prosedur, kedisiplinan, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Karena itu, pembelajaran karakter perlu berjalan seiring dengan pengembangan kompetensi kejuruan.

Selain pembentukan karakter, pengisian tracer study menjadi salah satu praktik baik yang turut dipelajari. Tracer study merupakan kegiatan penelusuran lulusan untuk mengetahui perkembangan mereka setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk informasi mengenai pekerjaan, kelanjutan studi, maupun aktivitas lainnya sesuai instrumen yang digunakan sekolah.

Data tracer study dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk melihat relevansi kompetensi yang diajarkan dengan kebutuhan dunia kerja. Informasi tersebut juga dapat membantu sekolah mengidentifikasi aspek pembelajaran yang perlu diperkuat agar lulusan semakin siap menghadapi tantangan setelah lulus.

Ardan menilai bahwa pembentukan karakter, pengisian tracer study, dan penguatan kerja sama industri merupakan beberapa aspek yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi SMKN 10 Semarang. Ketiga aspek tersebut memiliki keterkaitan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan mempersiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Penguatan Kerja Sama Industri untuk Mempersiapkan Lulusan Siap Kerja

Selain aspek karakter dan tracer study, peningkatan kerja sama dengan industri juga menjadi perhatian dalam kegiatan studi tiru Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang. Kemitraan antara sekolah dan dunia usaha maupun dunia industri merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi.

Melalui hubungan yang baik dengan industri, sekolah memiliki peluang untuk menyelaraskan pembelajaran dengan perkembangan teknologi, standar kompetensi, dan kebutuhan tenaga kerja. Kerja sama tersebut juga dapat mendukung berbagai program pengembangan siswa dan lulusan sesuai kesepakatan serta kebutuhan masing-masing pihak.

Bagi Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang, pembelajaran dari SMKN Jateng di Semarang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai praktik pengelolaan hubungan dengan industri dan pengembangan layanan bagi lulusan. Pengetahuan yang diperoleh selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk memperkuat program jurusan, sehingga proses pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Dalam konteks tersebut, studi tiru tidak berhenti pada kegiatan kunjungan atau pertukaran informasi. Nilai pentingnya terletak pada kemampuan sekolah mengidentifikasi praktik yang sesuai, menyusun langkah penerapan, dan mengevaluasi hasilnya secara berkelanjutan.

Kunjungi Bengkel Teknik Permesinan dan Berdialog dengan Ketua BKK

Rangkaian kegiatan studi tiru juga diisi dengan kunjungan Anton Gunawan ke bengkel Teknik Permesinan SMKN Jateng di Semarang. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung lingkungan pembelajaran praktik pada kompetensi kejuruan tersebut sekaligus memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran di bengkel.

Selain mengunjungi bengkel, Anton juga berdialog dengan Ketua BKK SMKN Jateng di Semarang, Ferry Nor Toha. Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya menggali informasi dan pengalaman terkait peran Bursa Kerja Khusus dalam mendukung layanan bagi lulusan serta menjalin hubungan dengan dunia kerja.

Pertemuan dengan pengelola BKK relevan dengan tujuan studi tiru, terutama dalam mempelajari praktik yang dapat mendukung kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Informasi yang diperoleh diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi SMKN 10 Semarang dalam mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik.

Kunjungan ke bengkel Teknik Permesinan juga memperluas ruang pembelajaran dalam kegiatan tersebut. Selain memperoleh informasi melalui diskusi, peserta kunjungan dapat melihat langsung lingkungan praktik kejuruan sebagai salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi.

SMKN 10 Semarang Siap Mengadaptasi Praktik Baik

Ketua Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang, Anton Gunawan, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan belajar yang diberikan oleh SMKN Jateng di Semarang. Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan jurusan dan peningkatan kualitas pembelajaran.

“Terima kasih telah menerima kami dengan baik. Kami siap menerapkan ilmu yang kami peroleh dari SMKN Jateng di Semarang kepada siswa Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang,” ungkap Anton.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang untuk menindaklanjuti hasil studi tiru melalui penerapan praktik yang relevan. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, baik dalam penguatan karakter maupun dalam mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.

Penerapan hasil studi tiru tentu memerlukan penyesuaian dengan kondisi sekolah, kebutuhan peserta didik, serta program yang telah berjalan. Oleh karena itu, hasil kunjungan dapat menjadi bahan diskusi dan evaluasi bagi jurusan untuk menentukan langkah pengembangan yang paling sesuai.

Melalui kegiatan studi tiru Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 10 Semarang ke SMKN Jateng di Semarang, kedua sekolah memperoleh ruang untuk berbagi pengalaman dan memperkuat budaya belajar antarlembaga pendidikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat karakter siswa, mengoptimalkan penelusuran lulusan, serta membangun kerja sama yang lebih baik dengan dunia industri.

Dengan semangat kolaborasi dan kemauan untuk terus belajar, praktik baik yang diperoleh dari kunjungan ini diharapkan dapat diadaptasi secara berkelanjutan di SMKN 10 Semarang. Langkah tersebut menjadi wujud komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan