SEMARANG-Setelah sempat terbengkelai, Masjid Baitul Iman di SMKN 10 Semarang akhirnya kembali berfungsi sebagai pusat ibadah dan pembelajaran Islam. Pembangunan kembali masjid ini dimulai sejak tahun 2022, dan kini telah mendekati tahap final. Pada Rabu, 12 Februari 2025, masjid tersebut diuji coba dengan menyelenggarakan sholat dhuhur berjamaah yang diikuti oleh guru, karyawan, dan siswa laki-laki. Uji coba ini dilakukan untuk mengukur kemampuan masjid dalam menampung jamaah.
Berbondong-bondong siswa, guru, dan karyawan memadati Masjid Baitul Iman untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah. Suasana khidmat terasa begitu kental, menandakan kebanggaan dan kebahagiaan seluruh warga sekolah atas kembalinya fungsi masjid tersebut. Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan pembangunan masjid yang hampir selesai ini. “Ini adalah hasil kerjasama kita semua dalam membangun masjid sehingga hari ini kita bisa melaksanakan sholat berjamaah bersama-sama,” ujarnya dengan penuh haru.
Ardan juga menekankan pentingnya masjid sebagai tempat ibadah sekaligus sarana pembelajaran bagi siswa. “Masjid tidak hanya menjadi tempat sholat, tetapi juga sebagai pusat pendidikan karakter dan keislaman bagi siswa-siswi kami,” tambahnya. Hal ini sejalan dengan visi sekolah yang ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan berakhlak mulia.
Ketua Takmir Masjid Baitul Iman, Mustofa, turut menyampaikan kegembiraannya atas keberhasilan pembangunan masjid ini. “Pembangunan masjid ini adalah wujud perjuangan kita dalam menyiarkan agama Islam. Selain untuk ibadah, masjid ini juga akan digunakan sebagai tempat belajar bagi anak-anak, baik dalam hal keagamaan maupun kegiatan positif lainnya,” kata Mustofa. Ia berharap, Masjid Baitul Iman dapat menjadi tempat yang nyaman dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.
Pembangunan kembali Masjid Baitul Iman tidak hanya mengembalikan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong warga SMKN 10 Semarang. Proses pembangunan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, guru, karyawan, dan alumni, menunjukkan betapa pentingnya masjid ini bagi kehidupan spiritual dan sosial di lingkungan sekolah.
Dengan kembalinya fungsi Masjid Baitul Iman, diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan pembelajaran Islam di SMKN 10 Semarang. Keberadaan masjid ini juga diharapkan mampu menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah di antara siswa, guru, dan karyawan. “Kami berharap masjid ini dapat menjadi tempat yang mendatangkan keberkahan bagi seluruh warga sekolah,” pungkas Mustofa.
Ke depan, Masjid Baitul Iman tidak hanya akan digunakan untuk sholat berjamaah, tetapi juga akan menjadi pusat kegiatan keislaman, seperti pengajian, pembelajaran Agama Islam, dan kegiatan sekolah lainnya. Dengan demikian, masjid ini diharapkan dapat menjadi jantung kehidupan religius di SMKN 10 Semarang, sekaligus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam lingkungan pendidikan.

Beri Komentar