Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Masjid Baitul Iman SMKN 10 Semarang Laksanakan Sholat Jumat Pertama Kalinya

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Setelah penantian panjang, masjid Baitul Iman SMKN 10 Semarang akhirnya mewujudkan impian besar. Kemarin, tepatnya hari Jumat, 21 Maret 2025, masjid ini untuk pertama kalinya digunakan sebagai tempat sholat Jumat. Peristiwa ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Masjid yang sejak awal didedikasikan sebagai pusat kegiatan agama kini semakin melengkapi fungsinya, tidak hanya sebagai tempat ibadah sholat wajib Dzuhur dan Ashar, sholat Dhuha, maupun kegiatan tausiyah, tetapi juga sebagai ruang spiritualitas yang lebih inklusif.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya sholat Jumat perdana di masjid tersebut. “Masjid Baitul Iman ini dibangun sejak tahun 2022. Namun, baru kesampaian sekarang untuk digunakan sebagai tempat sholat Jumat. Ini adalah anugerah luar biasa bagi warga SMKN 10 Semarang,” ungkapnya dengan nada penuh haru. Bagi Ardan, keberadaan masjid ini bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan simbol kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan sekolah.

Sejak awal pembangunannya, masjid ini dirancang untuk menjadi pusat kegiatan agama yang mendukung aktivitas spiritual warga sekolah. Setiap hari, siswa dan guru rutin melaksanakan sholat Dzuhur dan Ashar berjamaah. Selain itu, kegiatan seperti sholat Dhuha dan tausiyah kerap diselenggarakan untuk menumbuhkan pemahaman agama yang lebih mendalam. Namun, ada satu keinginan besar yang belum terwujud: menjadikan masjid ini sebagai tempat sholat Jumat. Setelah tiga tahun berusaha mempersiapkan segala sesuatunya, mimpi itu akhirnya tercapai kemarin.

Takmir Masjid Baitul Iman, Muslim Anwar, mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Berkat dukungan dari semua elemen, baik dari internal sekolah maupun eksternal, masjid ini sudah bisa digunakan untuk ibadah, termasuk sholat Jumat. Kami sangat bersyukur,” kata Muslim dengan nada penuh rasa syukur. Ia menambahkan bahwa proses persiapan untuk sholat Jumat ini melibatkan banyak pihak, mulai dari penyediaan fasilitas, pengaturan jadwal, hingga sosialisasi kepada seluruh warga sekolah.

Kegiatan sholat Jumat perdana di masjid ini berlangsung khidmat. Puluhan siswa dan guru memenuhi masjid. Khatib dalam khutbahnya menyampaikan pesan tentang pentingnya meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah. “Sholat Jumat ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi momentum untuk memperkuat iman dan takwa kita. Mari kita jadikan masjid ini sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujar khatib dalam khutbahnya.

Bagi warga SMKN 10 Semarang, keberadaan masjid Baitul Iman bukan hanya soal sarana ibadah, tetapi juga simbol kesalehan sosial. Masjid ini diharapkan dapat menjadi tempat diskusi, belajar, dan berbagi ilmu, baik dalam bidang agama maupun kehidupan sehari-hari. “Kami ingin masjid ini menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya berfokus pada ibadah ritual, tetapi juga pada pengembangan karakter siswa,” tambah Ardan Sirodjuddin.

Keberhasilan menjadikan masjid ini sebagai tempat sholat Jumat juga menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung. Ardan menyebutkan bahwa pihak sekolah akan terus berupaya memperbaiki fasilitas masjid agar lebih nyaman digunakan oleh semua warga sekolah. “Kami akan terus berbenah, baik dari segi fisik maupun program-program keagamaan yang kami selenggarakan. Harapannya, masjid ini bisa melayani ibadah warga sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, siswa-siswa SMKN 10 Semarang juga merasa bangga dengan keberadaan masjid ini. Agabhiel, salah satu siswa kelas XII, mengatakan bahwa masjid Baitul Iman memberikan pengalaman spiritual yang berbeda. “Rasanya senang sekali bisa ikut sholat Jumat di masjid sekolah sendiri. Suasananya sangat khusyuk, dan ini membuat kami semakin dekat dengan Allah,” katanya dengan senyum sumringah.

Masjid Baitul Iman kini menjadi salah satu ikon SMKN 10 Semarang. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi cerminan komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Keberadaannya diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas, baik bagi warga sekolah maupun masyarakat sekitar.

“Kami berharap masjid ini bisa terus berkembang dan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi semua orang,” pungkas Muslim Anwar. Keberhasilan ini menjadi awal dari langkah-langkah besar lainnya yang akan dilakukan oleh SMKN 10 Semarang dalam memperkuat nilai-nilai religius di kalangan siswa dan guru.

Selamat kepada seluruh warga SMKN 10 Semarang atas terlaksananya sholat Jumat perdana di masjid Baitul Iman. Semoga keberadaan masjid ini semakin memperkokoh nilai-nilai keimanan dan ketakwaan serta menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menghadirkan ruang spiritual yang inklusif dan bermakna.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan