Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Masjid Baitul Iman SMKN 10 Semarang, Sentra Spiritualitas di Tengah Aktivitas Pendidikan

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Masjid Baitul Iman yang berada di lingkungan SMKN 10 Semarang kini semakin menjadi pusat spiritualitas bagi warga sekolah. Setiap waktu sholat Dhuhur, masjid ini selalu dipenuhi oleh guru dan karyawan yang menunaikan ibadah sholat berjamaah. Seperti yang terlihat hari ini, Rabu (05/03/2025), suasana khidmat menyelimuti masjid ketika ratusan jamaah berkumpul untuk melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah.

Setelah sholat, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit yang disampaikan oleh Agung Nuril Hijaz,  guru Produktif Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam SMKN 10 Semarang. Dalam paparannya, Agung membuka ceramah dengan ungkapan syukur. “Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul di tempat yang penuh berkah ini,” ujarnya dengan nada penuh haru. “Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi tentang tema yang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai umat Islam, yaitu ‘3 Ciri-ciri Gelapnya Hati’,” tambahnya.

Agung memulai ceramahnya dengan menjelaskan ciri pertama dari hati yang gelap, yakni sulit menerima kebenaran. Menurutnya, orang yang hatinya gelap akan merasa berat untuk menerima nasihat dan kebenaran, bahkan jika itu datang dari Al-Qur’an dan Hadis. Mereka lebih suka mengikuti hawa nafsu dan pendapat pribadi daripada mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

“Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: ‘Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun?’ (QS. Al-Qashash: 50),” kutip Agung. Ia menambahkan bahwa ketika seseorang mulai menolak kebenaran hanya karena bertentangan dengan keinginannya, maka itulah tanda awal hatinya mulai tertutup oleh kegelapan.

Para jamaah tampak serius mendengarkan penjelasan tersebut. Salah satu guru, Muhammad Yunan Setyawan, mengaku terkesan dengan pemaparan Agung. “Penjelasan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Banyak orang yang lebih memilih mengikuti tren dunia tanpa mempertimbangkan nilai-nilai agama,” ujarnya usai acara.

Ciri kedua dari hati yang gelap adalah tidak merasa bersalah ketika berbuat dosa. Agung menegaskan bahwa hati yang gelap tidak lagi peka terhadap dosa dan maksiat. Mereka melakukan perbuatan dosa tanpa rasa takut atau penyesalan.

“Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika hatimu tidak merasa bersalah ketika berbuat dosa, maka ketahuilah bahwa hatimu telah mati.’ (HR. Ahmad),” lanjut Agung. Ia menjelaskan bahwa rasa penyesalan adalah salah satu tanda bahwa hati masih hidup. Namun, ketika seseorang tidak lagi merasa bersalah setelah berbuat dosa, maka hatinya sudah kehilangan sensitivitas spiritual.

Sebagai contoh, Agung menyinggung fenomena di era modern ini, di mana banyak orang melakukan pelanggaran moral tanpa merasa bersalah. “Kita harus waspada terhadap hal ini. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang hatinya mati karena terbiasa melakukan dosa,” pesannya.

Ciri ketiga yang disampaikan Agung adalah enggan beribadah dan berzikir. Menurutnya, hati yang gelap akan merasa malas dan berat untuk melaksanakan ibadah, baik itu shalat, puasa, maupun ibadah lainnya. Mereka juga jarang berzikir dan mengingat Allah. Padahal, ibadah dan zikir adalah cara untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

“Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: ‘Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.’ (QS. Ar-Ra’d: 28),” kutip Agung. Ia menambahkan bahwa ibadah bukan hanya sekadar ritual fisik, tetapi juga sarana untuk menjaga kesehatan spiritual. “Jika kita malas beribadah, maka hati kita akan semakin jauh dari Allah,” tegasnya.

Di akhir ceramahnya, Agung mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga hati agar tetap bersih dan terang. “Marilah kita selalu berusaha untuk menjaga hati kita agar tetap bersih dan terang dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah, menerima kebenaran, menjauhi dosa, dan rajin beribadah serta berzikir. Semoga Allah senantiasa memberikan kita hati yang bersih dan penuh cahaya iman,” tutupnya dengan nada penuh harap.

Kegiatan kuliah tujuh menit ini merupakan bagian dari program religius yang rutin dilaksanakan oleh SMKN 10 Semarang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual warga sekolah, sehingga mereka tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, mengapresiasi kegiatan ini. “Kami ingin menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam aspek spiritual. Masjid Baitul Iman menjadi pusat kegiatan religius yang sangat bermanfaat bagi seluruh warga sekolah,” ujarnya saat ditemui seusai acara.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan