Semarang-Dua perwakilan dari SMKN 10 Semarang, Anni Rahayuningsih (Kepala Perpustakaan) dan Kholifah Martha (guru), turut serta dalam Lokakarya Literasi Digital bagi Guru dan Pustakawan Sekolah Tahun 2025 yang bertajuk “Cerdas dan Produktif Melalui Digital Tanpa Hoax”. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah di Jalan Sriwijaya No. 29A, Semarang. Lokakarya ini menjadi momentum penting bagi para pendidik dan pustakawan untuk memperkuat pemahaman mereka tentang literasi digital dalam era informasi yang semakin kompleks.
Lokakarya tersebut dihadiri oleh puluhan pustakawan dan guru dari SMA/SMK/sederajat di Kota Semarang dan sekitarnya. Para peserta hadir dengan antusiasme tinggi, menyadari betapa pentingnya literasi digital dalam mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan perpustakaan modern. Tujuan utama lokakarya ini adalah memberikan wawasan praktis kepada para peserta mengenai cara memanfaatkan teknologi secara efektif, baik dalam dunia pendidikan maupun perpustakaan, tanpa terjebak pada informasi yang tidak valid atau hoaks.
Acara dimoderatori oleh Mecca Arfa, dosen Universitas Diponegoro (Undip), yang membuka sesi dengan menekankan urgensi literasi digital sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman. “Di era serba digital ini, kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan relevan menjadi kunci keberhasilan,” ujar Mecca saat membuka diskusi.
Lokakarya ini menghadirkan tiga narasumber ahli yang berbagi pengetahuan mendalam tentang berbagai aspek literasi digital. Pertama, Agus Wahyudi, S.E., M.P. dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, membahas arah kebijakan literasi digital bagi guru dan pustakawan sekolah. Dalam paparannya, Agus menyoroti pentingnya keterampilan digital sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi profesional. “Guru dan pustakawan harus menjadi garda terdepan dalam membimbing siswa menggunakan teknologi secara bijak. Ini bukan hanya soal akses informasi, tetapi juga tentang bagaimana membangun pola pikir kritis,” jelasnya.
Selanjutnya, Dimas Tirta Frananta, seorang content creator ternama, memberikan pelatihan praktis tentang videografi digital untuk promosi perpustakaan. Ia memaparkan teknik-teknik dasar hingga strategi lanjutan dalam membuat konten visual yang menarik. Menurut Dimas, perpustakaan dapat menjadi lebih relevan di mata generasi muda melalui media digital. “Dengan video yang kreatif dan informatif, perpustakaan bisa menarik minat anak-anak muda untuk datang dan membaca. Media sosial adalah platform yang sangat potensial untuk hal ini,” katanya sambil memperagakan contoh-contoh video inspiratif.
Tidak ketinggalan, Dr. Indra Waspada, S.T., M.TI., dosen Undip, membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan ilmiah. Narasumber ketiga ini menjelaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam proses penelitian dan penyusunan karya ilmiah. “Teknologi AI bukanlah pengganti manusia, melainkan mitra kerja yang dapat mempermudah pekerjaan kita. Misalnya, dalam mencari referensi atau melakukan analisis data, AI bisa bekerja lebih cepat dan akurat,” ungkap Indra.
Anni, Kepala Perpustakaan SMKN 10 Semarang, merasa lokakarya ini memberikan banyak manfaat bagi dirinya dan rekan-rekannya. “Kami belajar banyak tentang bagaimana perpustakaan bisa lebih menarik melalui videografi digital dan memanfaatkan AI untuk membantu dalam penelitian dan penulisan ilmiah,” ujarnya dengan nada antusias. Bagi Anni, lokakarya ini adalah langkah awal untuk mentransformasi perpustakaan tradisional menjadi ruang belajar yang lebih interaktif dan inovatif.
Sementara itu, Ifa, salah satu guru yang hadir sebagai peserta, menyoroti pentingnya literasi digital dalam mengajar siswa agar lebih kritis terhadap informasi yang beredar di internet. “Literasi digital bukan sekadar memahami teknologi, tetapi juga memastikan siswa mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh hoaks,” katanya. Ifa menambahkan bahwa lokakarya ini telah membuka wawasannya tentang bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat edukasi yang efektif.
Lokakarya ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para guru dan pustakawan untuk lebih inovatif dalam mendidik siswa dan mengelola perpustakaan secara digital. Dengan pemahaman literasi digital yang lebih baik, dunia pendidikan di Kota Semarang dan sekitarnya dapat semakin maju dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpendidik dan pustakawan untuk saling berbagi pengalaman dan ide-ide segar dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.

Beri Komentar