SEMARANG-Pelatihan peningkatan kapasitas guru yang berlangsung selama beberapa hari memasuki hari keempat dengan menghadirkan materi yang dinantikan. Materi pada hari keempat adalah Modul 5: Pembelajaran Mendalam – Perencanaan Pembelajaran. Modul ini dirancang untuk membekali para guru dalam menyusun rencana pembelajaran yang tidak sekadar memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi juga mendorong pemahaman konseptual yang mendalam pada peserta didik.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara luring dengan berbagai metode interaktif seperti diskusi kelompok, studi kasus, serta praktik penyusunan rencana pembelajaran mendalam. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi karena materi ini dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini, di mana guru dituntut menghadirkan proses belajar yang tidak hanya transfer ilmu, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta menumbuhkan kemandirian belajar murid.
Fasilitator menjelaskan bahwa tujuan utama modul ini adalah membantu guru memahami prinsip dan komponen penting dalam perencanaan pembelajaran mendalam, kemudian mengintegrasikannya ke dalam pengalaman belajar yang bermakna. “Pembelajaran mendalam bukan hanya tentang menyelesaikan silabus, melainkan bagaimana merancang pengalaman belajar yang membuat siswa berkesadaran, terlibat aktif, dan merasa senang dalam belajar,” ungkap Fanny, salah seorang fasilitator.
Secara khusus, peserta pelatihan dibimbing melalui tiga tahap utama. Pertama, mengidentifikasi prinsip perencanaan pembelajaran dengan pendekatan mendalam. Kedua, mengenali komponen-komponen yang wajib ada dalam perencanaan pembelajaran mendalam. Ketiga, menyusun perencanaan yang lengkap dengan menguraikan langkah-langkah dan strategi agar bisa diterapkan di kelas. Kegiatan ini juga diperkuat dengan sesi pengantar, studi kasus, serta analisis perencanaan pembelajaran untuk melihat kelebihan dan kekurangan dari contoh nyata.
Wahyu Ning Dewi Kumalaretna, guru dari SMA Negeri 4 Semarang, mengaku mendapat banyak inspirasi setelah mengikuti modul ini. “Setelah mempelajari Modul 5, saya mendapat pencerahan untuk membuat rancangan pembelajaran Deep Learning. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk lebih kreatif merancang pembelajaran agar dapat memunculkan joyful, meaningful, dan mindful. Bagi saya, pembelajaran bukan sekadar ceremony atau menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar memberikan kenangan baik yang membekas di hati murid-murid,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Robert Martin, guru dari SMA Daniel Creative Semarang, yang menilai modul ini memberi banyak bekal baru. “Pendapat saya setelah mengikuti materi modul 5, saya mendapatkan banyak hal baru tentang perencanaan pembelajaran mendalam. Dari sini saya bisa membedakan prinsip-prinsipnya dan pada akhirnya mengaplikasikan pengalaman belajar tersebut ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas,” katanya.
Puji Iman Nursuhud, guru dari SMA Islam Hidayatullah, juga menilai pelatihan ini sangat berkesan. “Alhamdulillah, pelatihan yang saya ikuti sangat menginspirasi untuk lebih bisa merencanakan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Modul 5 sangat memberikan pengalaman menarik dan seru bagi saya. Terima kasih kepada Bapak Fasilitator,” tuturnya.
Sementara itu, Putri Permatasari dari SMA Daniel Creative Semarang menekankan manfaat praktis dari materi ini. “Setelah menyelesaikan materi terutama mengenai perencanaan pembelajaran, saya semakin memahami bagaimana membuat rencana yang efektif, aplikatif, dan bermanfaat, sehingga bisa memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa saya,” ungkapnya.
Dengan berbagai pengalaman dan pandangan tersebut, Modul 5 Perencanaan Pembelajaran Mendalam dinilai sukses membuka wawasan guru. Melalui pelatihan ini, para pendidik tidak hanya belajar menyusun rencana, tetapi juga didorong untuk menciptakan proses belajar yang mampu menumbuhkan keterlibatan siswa secara bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.
Pelaksanaan materi di hari keempat ini sekaligus menjadi momentum penting bagi guru untuk terus bertransformasi menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, dan kesiapan siswa menghadapi dunia nyata. Dengan demikian, modul ini diharapkan dapat memperkuat peran guru sebagai agen perubahan di kelas maupun di masyarakat.
Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang dan Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Provinsi Jawa Tengah

Pelatihan modul 5 sangat memberi manfaat dan lebih memperjelas cara mengimplementasikan prinsip-prinsip dan pengalaman pembelajaran dalam menyusun rencana pembelajaran, dan terimakasih kepada para Fasil pak Fani, pak Ardan dan pak Rohim yang sangat bersemangat dan menyenangkan dalam membagi ilmunya.
Beri Komentar