Sabtu, 18-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

MPLSDKA Ditutup, Kepala SMKN Jateng di Semarang Canangkan Empat Target Besar Menuju SMK Berstandar Industri

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang, 17 Juli 2026 – SMKN Jateng di Semarang resmi menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Kehidupan Asrama (MPLSDKA) Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui upacara yang berlangsung khidmat di lapangan hijau sekolah, Jumat (17/7/2026) pukul 07.00 WIB. Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., selaku pembina upacara dan diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, mahasiswa Lantip Universitas Negeri Semarang (Unnes), serta seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII.

Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pengenalan bagi peserta didik baru sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh semangat. Seluruh peserta mengikuti prosesi sejak awal hingga akhir dengan khidmat, mencerminkan nilai-nilai disiplin dan karakter yang telah ditanamkan selama pelaksanaan MPLSDKA.

Dalam amanatnya, Kepala SMKN Jateng di Semarang menegaskan bahwa sekolah memasuki fase baru yang menuntut seluruh warga sekolah untuk bergerak lebih cepat dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Ia menyampaikan empat target strategis yang akan menjadi fokus pengembangan sekolah dalam empat tahun ke depan sebagai bagian dari upaya mewujudkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja.

Target pertama adalah terwujudnya 100 persen keterlibatan dunia usaha dan dunia industri dalam penyelenggaraan pendidikan di SMKN Jateng di Semarang. Menurutnya, kolaborasi dengan industri tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan praktik kerja lapangan semata, tetapi harus dimulai sejak tahap perencanaan, penyusunan kurikulum, hingga pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah.

“Kami menargetkan keterlibatan industri mencapai 100 persen. Dunia usaha dan dunia industri harus menjadi mitra strategis sekolah secara sistematis, mulai dari perencanaan, penyusunan kurikulum, hingga proses pembelajaran. Dengan demikian, apa yang dipelajari siswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Ardan Sirodjuddin dalam amanatnya.

Target kedua adalah memastikan seluruh kompetensi lulusan memperoleh sertifikasi resmi yang diakui oleh dunia usaha dan dunia industri. Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kompetensi lulusan telah memenuhi standar profesional yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

“Kami ingin seluruh lulusan memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui industri. Ijazah saja tidak lagi cukup. Sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah sekaligus jaminan bahwa lulusan memiliki kemampuan yang telah terverifikasi,” katanya.

Selanjutnya, target ketiga adalah mendorong seluruh guru, khususnya guru produktif, memiliki pengalaman bekerja atau magang di dunia industri. Pengalaman tersebut dinilai sangat penting agar materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa selalu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah.

“Guru harus terus belajar. Kami menargetkan seluruh guru produktif memiliki pengalaman industri sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual, relevan, dan sesuai dengan perkembangan dunia kerja saat ini,” tegasnya.

Sementara itu, target keempat adalah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar mendekati standar sarana dan prasarana SMK sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023. Pengembangan fasilitas pembelajaran dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan kompetensi peserta didik.

“Kami akan terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana agar mendekati standar nasional sesuai Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023. Lingkungan belajar yang baik akan menghasilkan proses pembelajaran yang berkualitas,” ungkap Ardan.

Selain menyampaikan arah pengembangan sekolah, Kepala SMKN Jateng di Semarang juga memberikan pesan khusus kepada peserta didik sesuai jenjang kelas masing-masing. Kepada siswa kelas X, ia meminta agar segera beradaptasi dengan budaya sekolah yang menjunjung tinggi disiplin, integritas, tanggung jawab, dan semangat belajar. Menurutnya, keberhasilan selama menempuh pendidikan di SMK sangat ditentukan oleh kemampuan siswa beradaptasi sejak awal.

“Anak-anak kelas X, mulai hari ini kalian adalah keluarga besar SMKN Jateng di Semarang. Segera beradaptasi dengan budaya sekolah, patuhi tata tertib, bangun karakter yang baik, dan manfaatkan setiap kesempatan belajar untuk mengembangkan diri,” pesannya.

Kepada peserta didik kelas XI, Ardan mengingatkan bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan sekaligus pendamping bagi adik-adik kelas yang baru bergabung. Sikap saling membantu dan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif menjadi bagian penting dalam membangun budaya positif di sekolah.

“Saya berharap siswa kelas XI menjadi kakak yang baik. Dampingi, bimbing, dan berikan contoh kepada adik-adik kelas X agar mereka dapat beradaptasi dengan baik serta merasa nyaman menjadi bagian dari sekolah ini,” katanya.

Sementara itu, kepada siswa kelas XII yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), ia berpesan agar menjaga nama baik sekolah, menunjukkan etos kerja yang tinggi, serta memanfaatkan kesempatan belajar di industri sebagai bekal memasuki dunia kerja setelah lulus.

“Kepada siswa kelas XII, laksanakan praktik kerja lapangan dengan sungguh-sungguh. Tunjukkan sikap profesional, disiplin, dan bertanggung jawab. Jadikan pengalaman di industri sebagai kesempatan belajar terbaik sekaligus membawa nama baik sekolah,” ujarnya.

Penutupan MPLSDKA tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian pengenalan lingkungan sekolah dan kehidupan asrama bagi peserta didik baru, tetapi juga menjadi awal perjalanan seluruh warga SMKN Jateng di Semarang dalam mewujudkan transformasi pendidikan vokasi yang lebih berkualitas. Empat target strategis yang dicanangkan menjadi arah pembangunan sekolah dalam beberapa tahun mendatang, dengan harapan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul, karakter kuat, serta mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.

Melalui kolaborasi seluruh warga sekolah, dukungan dunia industri, serta komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, SMKN Jateng di Semarang optimistis dapat menjadi sekolah vokasi yang semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan