Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Perditas, Inovasi Cerdas dari SMP Negeri 1 Karanglewas untuk Literasi Tanpa Batas

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Karanglewas – Dunia pendidikan terus bergerak dinamis, menyesuaikan diri dengan tantangan zaman yang kian kompleks. Dalam semangat perubahan inilah, SMP Negeri 1 Karanglewas, Kabupaten Banyumas, melahirkan inovasi cemerlang yang menjawab kebutuhan literasi di era digital. Inovasi tersebut bernama Perditas, akronim dari Perpustakaan Digital Tamansari, sebuah aplikasi perpustakaan maya yang memungkinkan siswa mengakses ribuan buku, terutama buku fiksi, di mana saja dan kapan saja.

Gagasan Perditas bermula dari situasi krisis saat pandemi COVID-19 melanda. Pembatasan interaksi fisik membuat aktivitas di sekolah terganggu, termasuk kegiatan membaca di perpustakaan. Padahal, minat dan budaya literasi tidak boleh surut hanya karena ruang baca fisik tidak dapat diakses. Melihat kondisi ini, SMP Negeri 1 Karanglewas merespons dengan pendekatan inovatif: menciptakan perpustakaan yang melampaui tembok sekolah dan hadir dalam genggaman tangan siswa.

“Kami ingin agar siswa tetap bisa membaca, tetap bisa menjelajah dunia lewat buku, meski mereka tidak bisa datang langsung ke perpustakaan. Maka lahirlah Perditas, solusi digital yang mendobrak batas-batas fisik,“ ujar Kepala SMP Negeri 1 Karanglewas, Dwi Riyani Darma Setianingsih, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya.

Aplikasi Perditas dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna, memungkinkan siswa memilih, membaca, dan bahkan meminjam buku secara daring melalui perangkat digital mereka. Buku-buku yang tersedia sebagian besar merupakan koleksi fiksi yang sesuai dengan minat dan usia siswa, termasuk novel remaja, cerpen, dan buku-buku inspiratif yang dapat membangkitkan semangat belajar.

Seiring waktu, Perditas tidak hanya menjadi solusi darurat di tengah pandemi, tetapi justru bertransformasi menjadi kekuatan baru dalam mendongkrak budaya literasi di sekolah. Data internal sekolah menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan dan buku yang dibaca siswa sejak aplikasi ini diluncurkan. Hal ini menjadi indikator keberhasilan Perditas dalam mengubah paradigma membaca di kalangan pelajar.

“Dulu saya harus ke perpustakaan saat jam istirahat. Sekarang, saya bisa membaca buku dari HP di rumah atau saat di perjalanan,” ujar Raka, siswa kelas VIII yang mengaku lebih rajin membaca sejak mengenal Perditas. Ia menambahkan bahwa membaca melalui Perditas tidak hanya praktis, tetapi juga menyenangkan karena tampilan aplikasinya yang menarik.

Pihak sekolah juga rutin melakukan pembaruan koleksi digital dan memberikan rekomendasi bacaan melalui fitur push notification di aplikasi. Langkah ini dimaksudkan agar siswa selalu menemukan buku baru dan tidak kehilangan minat terhadap kegiatan membaca.

Melihat respons positif dan dampak nyata yang ditimbulkan, Kepala Sekolah secara resmi menetapkan Perditas sebagai inovasi unggulan Perpustakaan Tamansari SMP Negeri 1 Karanglewas. Keputusan ini tidak hanya memperkuat eksistensi Perditas di lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong pengembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan integrasi dengan platform literasi digital tingkat kabupaten atau provinsi.

“Kami ingin Perditas tak hanya menjadi milik SMPN 1 Karanglewas, tapi juga menginspirasi sekolah lain. Literasi harus mampu menjawab tantangan zaman, dan teknologi adalah jembatan yang bisa menghubungkan semangat membaca dengan realitas generasi digital,” tutur Dwi Riyani dengan penuh optimisme.

Tidak hanya siswa, guru dan orang tua pun mendukung penuh keberadaan Perditas. Beberapa guru memanfaatkan aplikasi ini untuk menunjang pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa diminta membaca buku tertentu lalu membuat ulasan atau presentasi. Sementara orang tua merasa lebih tenang karena anak-anak mereka kini memiliki akses bacaan berkualitas tanpa harus keluar rumah.

Inovasi ini juga mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan setempat. Dalam beberapa kesempatan, Perditas diundang untuk dipresentasikan dalam forum pendidikan sebagai praktik baik dalam pemanfaatan teknologi untuk literasi. Tak heran jika nama SMP Negeri 1 Karanglewas semakin dikenal sebagai pelopor literasi digital tingkat sekolah menengah pertama di Kabupaten Banyumas.

Dengan Perditas, literasi di SMP Negeri 1 Karanglewas telah melampaui sekadar rutinitas membaca—ia telah menjelma menjadi gaya hidup digital yang membudaya. Siswa tidak lagi memandang membaca sebagai kewajiban, tetapi sebagai kegiatan menyenangkan yang fleksibel dan relevan dengan kehidupan mereka.

Langkah inovatif ini membuktikan bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang. Sebaliknya, justru bisa menjadi pemicu lahirnya ide-ide luar biasa yang mampu mengubah wajah pendidikan. Di tengah derasnya arus digitalisasi, SMP Negeri 1 Karanglewas berhasil membuktikan bahwa sekolah yang adaptif dan kreatif mampu membentuk generasi pembelajar yang tak hanya cerdas, tetapi juga literat dan siap bersaing di masa depan.

Penulis : Humas SMP Negeri 1 Karanglewas

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan