Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Podcast Ramadan SMKN 10 Semarang: Menaklukkan Ego, Meraih Berkah dengan Birrul Walidain

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang, 10 Maret 2025 – Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momen refleksi diri. Di SMKN 10 Semarang, semangat tersebut terwujud dalam episode kedua Podcast Ramadan yang ditayangkan melalui kanal VHS 10 TV. Mengusung tema “Birrul Walidain vs Ego: Memenangkan Pertempuran Batin di Bulan Ramadan,” podcast ini menyajikan diskusi yang menggugah hati bersama Eni Supriyati, guru PKK-Wirausaha, yang mengupas pentingnya berbakti kepada orang tua sekaligus menaklukkan ego di bulan suci. Dengan dipandu oleh Rafli, host yang interaktif, perbincangan ini sukses menginspirasi para pendengar.

Sejak awal diskusi, Eni Supriyati menegaskan bahwa Birrul Walidain adalah bentuk cinta sejati kepada orang tua—bukan sekadar pemberian materi, tetapi juga penghormatan dan kepedulian tulus. “Islam sangat menekankan kewajiban ini,” ujar Eni, mengutip Surat Al-Isra ayat 23-24 yang menegaskan larangan berkata kasar kepada orang tua. Ia juga mengingatkan bahwa kasih sayang orang tua tak tertandingi, dari perjuangan seorang ibu mengandung hingga kerja keras seorang ayah mencari nafkah.

Dengan suara penuh ketulusan, Eni menyampaikan, “Senyuman dan doa kita bisa menjadi kebahagiaan terbesar bagi mereka.” Rafli pun menimpali, “Jadi, bagaimana cara kita menunjukkan Birrul Walidain di kehidupan sehari-hari?” Eni menjawab dengan tiga langkah sederhana namun bermakna: tidak mengecewakan mereka, selalu mendoakan, dan membantu sesuai kemampuan.

Tak dapat dimungkiri, ego sering menjadi penghalang dalam berbakti kepada orang tua. Rafli mengungkapkan kegelisahan yang umum di kalangan remaja, “Kadang kita merasa orang tua tidak memahami kita, padahal mereka yang paling menginginkan kebaikan untuk kita.” Eni pun menjelaskan, Ramadan adalah waktu terbaik untuk melatih pengendalian diri.

“Ketika kita menginginkan sesuatu, misalnya baju baru, tetapi orang tua belum mampu membelikannya, di situlah kita harus belajar memahami dan bersabar,” jelasnya. Ia menekankan bahwa empati adalah kunci, sebab orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik, meskipun dengan keterbatasan.

Dalam suasana yang semakin menyentuh, Rafli pun berbagi kisah pribadinya. “Saya sudah kehilangan ibu, dan kini saya sadar betapa berartinya sosok beliau. Bagi teman-teman yang masih memiliki orang tua lengkap, jangan sia-siakan kesempatan untuk membahagiakan mereka.” Ungkapan ini menggema di hati para pendengar, membuat suasana podcast semakin emosional.

Sebagai penutup, Eni menyampaikan pesan mendalam, “Mengendalikan ego dan berbakti kepada orang tua adalah dua hal yang saling berkaitan. Dengan melakukan keduanya, kita tidak hanya meraih ridha mereka, tetapi juga ridha Allah.”

Podcast ini pun menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang memperbaiki diri. Dengan mengambil langkah sederhana seperti menjadi anak yang lebih pengertian dan penuh kasih sayang, kita telah menjadikan Ramadan lebih bermakna.

Tag :

2 Komentar

Catriani ( SMK Kartika Nusantara Semarang
Rabu, 12 Mar 2025

Di dalam bulan suci Ramadhan kita perlu meningkatkan keimanan dan amalan terutama membahagiakan orang tua itu sangat perlu,karena rido orang tua merupakan rido ilahi

Balas
Catriani ( SMK Kartika Nusantara Semarang
Rabu, 12 Mar 2025

Di dalam bulan suci Ramadhan kita perlu meningkatkan keimanan dan amalan terutama membahagiakan orang tua itu sangat perlu,karena rido orang tua merupakan rido ilahi dan saya sebagai anak rantau berupaya sebisa mungkin untuk mudik sebagai bukti, bakti terhadap orang tua
Bapak dan ibu saya selalu menunggu momen lebaran ini untuk kita sempat kan pulang
Untuk merayakan lebaran bersama keluarga besar Alhamdulillah tahun ini InsyaAllah mudik lagi

Balas

Beri Komentar

Tinggalkan Balasan ke Catriani ( SMK Kartika Nusantara Semarang Batalkan balasan