Semarang – SMK Negeri 10 Semarang menggelar Podcast Ramadhan bertajuk “Menanamkan Karakter dan Meningkatkan Nilai Religius dalam KBM Selama Ramadhan” pada Jumat, 14 Maret 2025. Acara ini dipandu oleh Rafli dan menghadirkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Suhermawan, sebagai narasumber utama.
Dalam podcast yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi sekolah VHS 10 TV, Suhermawan menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran keagamaan selama Ramadhan merupakan inovasi sekolah dalam merespons imbauan Menteri Pendidikan, Prof. Abdul Mukti. “Bapak Kepala Sekolah menyambut baik ide ini dan bersama tim manajemen sepakat untuk memberikan penekanan lebih pada aspek keagamaan selama Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya menanamkan karakter baik, tetapi juga memperkuat nilai religius siswa dan guru,” ujar Suhermawan.
Kegiatan ini diterapkan kepada seluruh siswa sesuai dengan agama masing-masing. Bagi siswa Muslim, rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 dengan sholat Dhuha berjamaah. “Pelaksanaannya kami pisah, siswa laki-laki di aula dan siswi di masjid, mengingat kapasitas masjid yang terbatas,” jelasnya.
Setelah sholat Dhuha, siswa kembali ke kelas untuk kegiatan tadarus yang didampingi oleh guru. “Bagi yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, mereka mengajari teman-teman yang masih dalam tahap belajar. Sementara itu, siswa yang kesulitan akan dibimbing langsung oleh guru pendamping,” tambah Suhermawan.
Pada jam selanjutnya, siswa mendapatkan materi praktik sholat. “Meskipun sudah diajarkan sejak kecil, masih ada yang belum lancar dalam bacaan sholat. Kami memastikan mereka memahami dan menghafal doa-doa yang benar,” ujarnya. Selain itu, siswa juga diberikan tausiah dan pelatihan membuat serta menyampaikan kultum singkat.
“Sesi terakhir ditutup dengan lantunan sholawat bersama. Harapannya, siswa dapat terbiasa dengan ibadah berjamaah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Suhermawan. Sementara itu, bagi siswa non-Muslim, mereka menjalani sesi keagamaan di ruang Baita Adikuna dengan bimbingan guru agama masing-masing, dimulai dengan renungan pagi dan berlanjut hingga sore.
Lebih lanjut, Suhermawan menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu agama. “Dalam Islam, ilmu menjadi kunci kesuksesan baik di dunia maupun akhirat. Oleh karena itu, SMK Negeri 10 Semarang tidak hanya mengajarkan keterampilan vokasi seperti TKR, TSM, dan TPK, tetapi juga memberikan pendidikan agama agar siswa menjadi individu yang lengkap,” tegasnya.
Ia berharap kebiasaan yang ditanamkan selama Ramadhan dapat terus berlanjut setelah bulan suci berakhir. “Kami ingin para siswa terbiasa menjalankan sholat Dhuha dan berjamaah, serta mengamalkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan sekadar program Ramadhan, tetapi bagian dari pembentukan karakter unggul,” pungkas Suhermawan.
Podcast ini mendapatkan sambutan positif dari siswa dan guru. Dengan adanya program ini, diharapkan semangat religius dan kedisiplinan siswa semakin meningkat, menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berakhlak mulia.

Beri Komentar