Semarang, 5 Oktober 2025 — Kegiatan “Pramuka Masuk Desa” yang diikuti peserta didik Ambalan Sunan Gunung Jati dan Nyi Ageng Serang dari SMA Walisongo Semarang berlangsung meriah di Desa Bubakan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Kegiatan luar kelas ini menjadi bagian penting dari program pembinaan karakter yang menekankan kemandirian, kerja sama, dan kecintaan terhadap lingkungan.
Sejak pagi, belasan siswa seperti Hafidz, Salma, Fiqa, dan Olivia tampak bersemangat mengikuti rangkaian agenda yang telah disiapkan oleh pembina Pramuka. Di bawah koordinasi Ketua Gugus Depan Putra 08.085, M. Nugramahatama Juzma A.md.pnb., S.T., dan Ketua Gugus Depan Putri 08.086, Siti Laelatul Farikhah, S.Pd., kegiatan berjalan dengan terstruktur dan melibatkan masyarakat secara langsung. Hadir pula Ka Mabigus SMA Walisongo, Qosim Taufiq Akbar, M.Pd.I, yang turut mendampingi peserta sepanjang kegiatan.
Salah satu aktivitas utama dalam program ini adalah pembelajaran langsung mengenai peternakan dan perkebunan. Para peserta didik terlihat antusias memberi pakan ternak, membersihkan kandang, hingga menanam dan merawat aneka tanaman di lahan milik warga. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar siswa yang sehari-harinya lebih banyak terlibat dalam pembelajaran di kelas.
“Kami ingin anak-anak merasakan sendiri bagaimana kerja keras masyarakat desa dalam mengelola pertanian dan peternakan. Ini pembelajaran yang tidak bisa mereka dapat hanya dari buku,” ujar Ketua Gudep Putra, M. Nugramahatama. Menurutnya, Pramuka Masuk Desa memberikan ruang untuk melatih kepekaan sosial dan memahami peran penting sektor pangan dalam kehidupan.
Selain praktik lapangan, peserta juga melakukan interaksi sosial dengan warga melalui kegiatan gotong royong, berbincang ringan, dan berbagi pengalaman seputar aktivitas kepramukaan di sekolah. Suasana akrab terlihat ketika siswa dan warga membersihkan lingkungan sekitar balai desa sambil saling bertukar cerita. “Anak-anak terlihat menikmati kegiatan hari ini. Mereka belajar menghormati proses dan memahami nilai kebersamaan dari masyarakat desa,” kata Ketua Gudep Putri, Siti Laelatul Farikhah.
Kepala SMA Walisongo Semarang, Qosim Taufiq Akbar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari pendidikan karakter melalui gerakan Pramuka. “Melalui kegiatan Pramuka Masuk Desa, kami ingin peserta didik belajar langsung dari kehidupan masyarakat, terutama tentang kerja keras, kepedulian, dan gotong royong,” ujarnya. Ia berharap pengalaman tersebut membentuk karakter peserta didik agar lebih tangguh dan peduli terhadap lingkungannya.
Menjelang akhir kegiatan, para peserta melakukan refleksi bersama pembina untuk menggali kembali makna pengalaman yang telah mereka jalani. Mereka menyampaikan kesan dan pelajaran yang didapat selama berinteraksi dengan masyarakat Desa Bubakan. Beberapa siswa mengaku baru memahami betapa pentingnya ketekunan dalam mengelola lahan dan hewan ternak, sesuatu yang selama ini jarang mereka lihat secara langsung.
Sebagai bentuk penghargaan, perwakilan sekolah menyerahkan kenang-kenangan kepada perangkat Desa Bubakan yang telah mendukung kegiatan tersebut. Warga pun mengapresiasi kehadiran para peserta didik yang dinilai membawa energi positif bagi desa.
Kegiatan Pramuka Masuk Desa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman nyata. Melalui kegiatan ini, SMA Walisongo Semarang berharap dapat membentuk generasi yang bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan.
Kontributor : M Nugramahatama Juzma A.md.pnb,.S.T

Beri Komentar