Jumat, 19-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Presiden Prabowo Pimpin Ratas Program Sekolah Rakyat

Diterbitkan : - Kategori : Berita

JAKARTA-Pada Senin, 10 Maret 2025. Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) membahas rencana penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebuah program ambisius yang dijadwalkan mulai tahun ajaran 2025-2026. Dalam rapat ini, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih melaporkan kesiapan 53 lokasi yang siap menyelenggarakan program tersebut. Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar lembaga pendidikan biasa, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau lebih dikenal dengan Gus Ipul, menjelaskan bahwa program ini telah melalui tahap perencanaan matang. “Kami melaporkan per hari ini sudah ada lebih dari 50 lokasi, 53 lokasi lah tepatnya, yang siap untuk menyelenggarakan sekolah rakyat ini. Namun demikian, data terus akan berkembang karena 2-3 hari ke depan kami akan koordinasi dengan gubernur, dengan bupati, wali kota, di mana persiapan-persiapan yang kami lakukan itu paralel,” ujarnya dalam keterangan pers usai rapat.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Menurut Gus Ipul, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperluas cakupan program ini agar sebanyak mungkin daerah dapat berpartisipasi pada kesempatan pertama. “Pada prinsipnya Presiden meminta apa yang telah kami rencanakan itu terus dimatangkan, ditindaklanjuti, dan sebanyak mungkin daerah yang bisa berpartisipasi pada kesempatan pertama ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa penerimaan siswa Sekolah Rakyat akan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini difokuskan untuk kelompok Desil 1 dan Desil 2, yaitu masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan. “Jadi ini sudah sangat selaras dengan data-data yang ada di BPS,” ucap Amalia.

Lokasi sekolah dipilih berdasarkan analisis data yang menunjukkan wilayah-wilayah dengan kebutuhan mendesak akan pendidikan dan jumlah masyarakat kurang mampu yang tinggi. Gus Ipul menambahkan bahwa dari 53 lokasi yang telah dipilih, sebagian besar berada di daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan, hingga Papua. “Ya makanya itu kita yang saya sebut 53 itu karena dianggap asramanya atau bangunannya sudah mencukupi. Bangunannya sudah mencukupi, ada untuk sekolah, ada untuk asrama, ada untuk tempat ibadah, ada tempat untuk makan, ada tempat untuk olahraga, dan hal lain-lain yang dibutuhkan,” jelasnya.

Selain fokus pada pemilihan lokasi, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur dan kurikulum untuk mendukung proses belajar-mengajar. Dua perguruan tinggi ternama, Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), telah menyatakan komitmennya dalam mendukung program ini. “Ada dua universitas yang sudah menyatakan komitmennya untuk menyiapkan fasilitas, termasuk bangunan di dalamnya, untuk penyelenggaraan sekolah rakyat yang dimulai tahun ini,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, tim lintas kementerian sedang bekerja keras untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa Sekolah Rakyat. “Untuk kurikulumnya nanti dikombinasikan, sedang dibahas secara serius oleh tim. Ada tim yang membahas kurikulum, ada tim khusus untuk rekrutmen guru, ada tim untuk sarana-prasarana, ada tim untuk pengawasan, dan ada tim untuk pengelolaan,” tambahnya.

Meskipun belum ada angka pasti terkait alokasi anggaran, pemerintah berkomitmen untuk memastikan semua kebutuhan terpenuhi, baik untuk pembangunan baru maupun renovasi fasilitas yang ada. “Presiden meminta kami untuk terus melakukan konsolidasi, sekuat-kuatnya dan seberapapun yang mampu. Ini bagian dari memuliakan keluarga miskin dan sekaligus mendorong agar kebangkitan wong cilik itu terjadi menuju Indonesia Emas tahun 2045 yang akan datang,” kata Gus Ipul.

Diperkirakan, setiap sekolah akan menampung sekitar 1.000 murid, dengan total lebih dari 2.500 siswa untuk keseluruhan 53 lokasi pada tahap awal. Namun, angka ini masih akan disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia. “Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu yang akan datang mudah-mudahan sudah lebih jelas gambarnya,” tutur Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan untuk memberikan akses pendidikan kepada masyarakat kurang mampu, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan pendidikan yang berkualitas, pemerintah berharap generasi muda dari keluarga miskin dapat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Sekolah Rakyat adalah jawaban atas tantangan pendidikan di Indonesia. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk turut serta dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional,” kata Gus Ipul dengan nada optimis.

Melalui kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, memiliki akses terhadap pendidikan yang layak. Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo dalam arahannya, “Ini adalah langkah awal untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak bangsa yang tertinggal dalam perjalanan menuju masa depan yang gemilang.”

Dengan semangat gotong-royong dan tekad kuat, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan pendidikan Indonesia. Seperti yang diungkapkan Gus Ipul, “Mari kita bersama-sama memuliakan keluarga miskin dan mendorong kebangkitan wong cilik untuk Indonesia yang lebih baik.”

Melalui program ini, pemerintah membuktikan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, dan melalui pendidikan, harapan untuk masa depan yang lebih cerah akan terus menyala.

Sumber foto : https://www.akurat.co/

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan