Kamis, 04-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Sinergi Politeknik PU dan SMKN Jateng Semarang, Tanamkan Pemahaman Infrastruktur Berkelanjutan bagi Generasi Muda

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Perguruan Tinggi

SEMARANG — Upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya infrastruktur berkelanjutan terus digencarkan kalangan akademisi. Salah satunya dilakukan oleh Politeknik Pekerjaan Umum melalui program pengabdian masyarakat bertajuk Pemahaman Infrastruktur Berkelanjutan pada Anak-anak dan Remaja yang akan dilaksanakan di SMKN Jateng di Semarang.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program, tiga perwakilan dosen dari Politeknik Pekerjaan Umum hadir di SMKN Jateng di Semarang pada Rabu, 3 Juni 2026. Mereka adalah Dr. Yudha Pracastino Heston, Bagus Wibowo Cakti, dan Maria Anastasia Wendha GSB. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, didampingi Plt Kepala Tata Usaha, Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, serta Wakil Kepala Keboardingan.

Program pengabdian masyarakat tersebut merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki sivitas akademika untuk membantu memberdayakan masyarakat sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan sekitar.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. Yudha Pracastino Heston, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep infrastruktur berkelanjutan yang kini menjadi isu penting dalam pembangunan nasional maupun global.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan kepada anak-anak dan remaja mengenai pentingnya infrastruktur berkelanjutan sejak dini. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk pola pikir generasi muda agar lebih peduli terhadap pembangunan yang ramah lingkungan, efisien, dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengabdian masyarakat menjadi wadah strategis bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang selama ini dipelajari di lingkungan kampus agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik.

Program bertajuk Pemahaman Infrastruktur Berkelanjutan pada Anak-anak dan Remaja itu melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa dari Politeknik Pekerjaan Umum. Tim utama terdiri atas Fanny Tri Novitasari, Tia Hetwisari, Mariana Wulandari, Siti Usarofah, Marsellus Desmiano Duapadang, dan Masmian Mahida. Sementara anggota penunjang terdiri atas Bagus Wibowo Cakti, Anis Sulistianingsih, dan Maria Anastasia Wendha GSB.

Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa, yakni Stevheen Febryanto Silalahi, Dida Binsar Halomoan Sinaga, Sentia Lusiana Siagian, Pt All Markhheyswan, Grace Maranatha Injulia Wabang, Jordan Parlindungan Sihombing, dan Yoel Sharon Manullang.

Salah satu anggota tim, Maria Anastasia Wendha GSB, mengungkapkan kesannya terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di SMKN Jateng di Semarang. Menurutnya, sekolah tersebut memiliki konsep pendidikan yang komprehensif karena tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa melalui kehidupan berasrama.

“Kami melihat pendidikan di SMKN Jateng di Semarang sangat komprehensif. Tidak hanya mengembangkan aspek kognitif siswa, tetapi juga membentuk karakter melalui kehidupan di asrama. Ini menjadi nilai tambah yang sangat baik dalam mencetak generasi muda yang unggul,” kata Maria.

Ia juga memberikan masukan agar pembelajaran berbasis praktik terus diperkuat guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja dan tantangan pembangunan masa depan.

“Pembelajaran berbasis praktik perlu terus dikembangkan karena hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan kompetensi siswa, terutama dalam memahami persoalan nyata di lapangan,” tambahnya.

Selain itu, Maria berharap model pendidikan yang diterapkan di SMKN Jateng di Semarang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

“Harapan kami, program sekolah seperti ini tidak hanya ada tiga dalam satu provinsi, tetapi ke depan bisa hadir minimal satu di setiap kota atau kabupaten sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dari Politeknik Pekerjaan Umum yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di sekolah yang dipimpinnya. Ia menilai program tersebut sangat positif dalam mendukung peningkatan wawasan dan kompetensi siswa.

“Kami menyambut baik inisiatif dari Politeknik Pekerjaan Umum. SMKN Jateng di Semarang siap mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini demi kemajuan lembaga dan perkembangan anak didik kami,” ungkap Ardan.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah sangat penting untuk membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi siswa. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, para siswa diharapkan dapat memperoleh wawasan baru mengenai pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus memahami tantangan pembangunan di masa depan.

Melalui sinergi tersebut, Politeknik Pekerjaan Umum dan SMKN Jateng di Semarang berharap dapat bersama-sama mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan