Jumat, 19-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Sinergi Sekolah dan Keluarga, SMKN Jateng Semarang Perkuat Pengawasan Siswa Selama Libur Sekolah

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Komitmen membangun pendidikan yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif keluarga. Semangat kolaborasi tersebut terlihat dalam Pertemuan Orang Tua SMKN Jateng di Semarang yang digelar pada Jumat (19/6/2026) di Convention Hall SMKN Jateng di Semarang. Forum ini menjadi ruang strategis bagi sekolah dan orang tua untuk menyamakan visi dalam mendampingi tumbuh kembang siswa, baik dari sisi akademik, karakter, maupun kedisiplinan.

Pertemuan yang dihadiri ratusan orang tua siswa dari berbagai tingkat kelas tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh antusiasme. Para orang tua tampak aktif mengikuti setiap pemaparan yang disampaikan pihak sekolah, termasuk agenda evaluasi perkembangan peserta didik dan pembahasan program sekolah menjelang tahun ajaran berikutnya.

Sebagai forum tatap muka antara sekolah dan wali murid, pertemuan ini memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara guru yang mendidik siswa di sekolah dengan orang tua yang membimbing anak-anak mereka di rumah. Melalui forum ini, sekolah dapat menyampaikan berbagai program strategis, mulai dari visi dan misi pendidikan, kalender akademik, tata tertib sekolah, hingga evaluasi perkembangan belajar dan perilaku siswa.

Dalam sambutannya, Ardan Sirodjuddin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, sekolah hanya memiliki ruang interaksi terbatas dengan siswa, sementara pembentukan karakter justru lebih banyak berlangsung di lingkungan rumah.

“Pendidikan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Kami membutuhkan dukungan penuh dari orang tua karena rumah adalah tempat utama pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kebiasaan anak,” ujar Ardan di hadapan para wali murid.

Ia menjelaskan bahwa SMKN Jateng di Semarang selama ini terus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menekankan kompetensi akademik dan vokasi, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, serta tanggung jawab sosial siswa. Oleh sebab itu, komunikasi yang intensif antara sekolah dan orang tua menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Ardan secara khusus menyoroti masa libur sekolah yang akan berlangsung selama tiga minggu. Ia meminta seluruh orang tua untuk mengambil peran aktif dalam mengawal aktivitas anak selama berada di rumah agar masa libur tidak justru menjadi ruang munculnya perilaku negatif atau kebiasaan yang kurang produktif.

“Saya mohon kerjasama Bapak dan Ibu selama tiga minggu masa libur sekolah ini. Anak-anak tetap harus dalam pengawasan. Jangan sampai masa libur justru membuat mereka kehilangan kedisiplinan yang selama ini sudah dibangun di sekolah,” tegasnya.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian khusus sekolah adalah larangan penggunaan sepeda motor oleh siswa selama masa liburan. Ardan menilai, penggunaan kendaraan bermotor oleh anak usia sekolah masih menyimpan risiko besar, baik dari aspek keselamatan maupun kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

“Anak-anak tidak boleh menggunakan sepeda motor. Ini bukan sekadar aturan sekolah, tetapi bentuk perlindungan kita bersama. Keselamatan mereka adalah prioritas utama,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan mengingat masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Menurut Ardan, orang tua memiliki peran sentral untuk memastikan anak-anak tidak berkendara secara mandiri, terutama jika belum memenuhi persyaratan usia dan kelengkapan administrasi berkendara.

Selain soal kendaraan, Kepala SMKN Jateng itu juga mengingatkan pentingnya pembatasan penggunaan telepon genggam selama anak berada di rumah. Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi menurunkan produktivitas, mengganggu pola tidur, hingga memengaruhi kesehatan mental dan sosial anak.

“Mohon penggunaan handphone juga dibatasi. Jangan sampai liburan habis hanya untuk bermain game, media sosial, atau aktivitas digital yang tidak produktif,” ujar Ardan.

Ia menekankan bahwa teknologi pada dasarnya merupakan alat yang bermanfaat jika digunakan secara bijak. Namun tanpa pengawasan yang memadai, gawai dapat menjadi distraksi besar bagi perkembangan remaja.

Lebih jauh, Ardan mengajak para orang tua untuk memanfaatkan masa libur sebagai kesempatan mempererat hubungan emosional dengan anak. Menurutnya, banyak persoalan remaja muncul bukan semata karena faktor lingkungan, tetapi karena kurangnya komunikasi dalam keluarga.

“Liburan ini bisa menjadi momentum untuk lebih dekat dengan anak. Ajak berdialog, dengarkan cerita mereka, pahami apa yang mereka rasakan. Pendampingan emosional sama pentingnya dengan pengawasan,” katanya.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi dua arah antara sekolah dan orang tua. Sejumlah wali murid menyampaikan pertanyaan serta masukan terkait perkembangan akademik, kedisiplinan siswa, pola asuh remaja, hingga persiapan anak menghadapi dunia kerja dan pendidikan lanjutan setelah lulus dari SMK.

Pihak sekolah menyambut positif berbagai masukan tersebut. Menurut Ardan, keterbukaan komunikasi menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan suportif.

“Ketika sekolah dan orang tua berjalan seirama, maka peluang keberhasilan pendidikan anak menjadi jauh lebih besar. Anak akan mendapatkan pesan yang konsisten antara rumah dan sekolah,” jelasnya.

Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban. Meski agenda utama bersifat formal, interaksi yang terbangun menunjukkan adanya hubungan yang erat antara pihak sekolah dan keluarga siswa. Banyak orang tua mengapresiasi forum semacam ini karena memberikan ruang dialog langsung dengan pihak sekolah.

Melalui pertemuan ini, SMKN Jateng di Semarang kembali menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan yang holistik, tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan kesiapan hidup siswa di masa depan.

Pertemuan orang tua dan sekolah pun ditutup dengan harapan bersama agar seluruh siswa dapat menjalani masa libur secara sehat, aman, dan produktif. Sekolah berharap sinergi yang telah terjalin kuat dengan para orang tua dapat terus menjadi fondasi dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan