Semarang – Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan di lingkungan sekolah, SMK Negeri 10 Semarang bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Bulu Lor menggelar pemeriksaan kesehatan bagi siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi, pemeriksaan, serta skrining kesehatan yang komprehensif. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada para siswa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Pemeriksaan kesehatan yang digelar selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 Februari 2025, mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari pemeriksaan telinga, mata, rambut, kuku, hingga gigi dilakukan secara menyeluruh. Selain itu, tenaga medis dari Puskesmas Bulu Lor juga melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana, seperti pengukuran Gula Darah Sewaktu (GDS) dan kadar Hemoglobin (HB), guna mendeteksi potensi gangguan kesehatan sedini mungkin. Pengukuran antropometri seperti tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, dan lingkar pinggang turut dilakukan untuk mengetahui status gizi siswa.
Tidak hanya fokus pada pemeriksaan fisik, kegiatan ini juga mencakup skrining kesehatan sebagai upaya deteksi dini terhadap masalah kesehatan yang dapat memengaruhi proses belajar siswa. Penyuluhan kesehatan juga diselenggarakan sebagai sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan pola hidup sehat. Khusus untuk siswi putri, program ini juga memberikan tablet tambah darah untuk mencegah anemia, yang sering kali menjadi salah satu kendala kesehatan bagi remaja putri.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB setiap harinya ini menyasar siswa kelas XI dan XII sebagai prioritas utama. Namun, guru dan karyawan SMK Negeri 10 Semarang juga diberikan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan ini. Kehadiran tenaga pendidik dan staf diharapkan dapat menjadi contoh bagi siswa dalam menjaga kesehatan diri sendiri. “Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama, baik siswa maupun tenaga pendidik,” ujar Ibu Suparyati, Koordinator PMR dan UKS SMK Negeri 10 Semarang.
Dalam pelaksanaannya, anggota ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) SMK Negeri 10 Semarang turut berperan aktif membantu jalannya pemeriksaan. Mereka membantu tenaga kesehatan dari Puskesmas Bulu Lor dalam proses registrasi, pendampingan siswa, serta pengelolaan alur pemeriksaan agar berjalan tertib dan lancar. Selain itu, anggota PMR juga dilibatkan dalam pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar lengan dan pinggang, serta pengecekan tekanan darah siswa.
Salah satu anggota PMR yang terlibat dalam kegiatan ini, Immelda Megananda, siswa kelas XI RPL 2, menyatakan rasa antusiasnya. “Saya senang bisa membantu dalam pemeriksaan kesehatan ini. Selain menambah pengalaman, saya juga bisa belajar langsung tentang cara mengukur tekanan darah dan antropometri,” ujarnya dengan semangat. Bagi Immelda, kegiatan ini bukan hanya soal membantu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan praktis di bidang kesehatan.
Ibu Suparyati, selaku Koordinator PMR dan UKS SMK Negeri 10 Semarang, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini memiliki dampak positif yang signifikan bagi siswa. “Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Puskesmas Bulu Lor dalam kegiatan ini. Pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya untuk mendeteksi masalah kesehatan siswa, tetapi juga sebagai sarana edukasi agar mereka lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Peran anggota PMR dalam membantu tenaga medis juga sangat membanggakan, karena mereka mendapatkan pengalaman langsung di lapangan,” ungkapnya.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyambut baik kegiatan ini dan berharap para siswa dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Pihak sekolah telah menyiapkan fasilitas yang mendukung jalannya pemeriksaan agar seluruh proses dapat berlangsung dengan lancar. “Kami berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan peserta didik kami. Dengan kondisi kesehatan yang optimal, siswa dapat menjalani proses belajar dengan lebih baik dan produktif,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan ini juga diharapkan mampu mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas belajar siswa. Selain itu, penyuluhan kesehatan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kerja sama antara SMK Negeri 10 Semarang dan Puskesmas Bulu Lor ini menjadi contoh nyata sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga kesehatan dalam mendukung kesehatan generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak siswa yang termotivasi untuk menjaga kesehatan tubuh mereka, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan adanya program ini, SMK Negeri 10 Semarang membuktikan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada aspek kesehatan dan kesejahteraan siswa. Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi program serupa demi menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif bagi seluruh peserta didik.
Beri Komentar