SEMARANG-Suasana khusyuk memenuhi Masjid Baitul Iman SMK Negeri 10 Semarang pada Jumat, 25 April 2025, saat sekolah tersebut melaksanakan sholat Jumat perdana bersama siswa kelas X dan XI di masjid sekolah. Untuk pertama kalinya, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, yang bertindak sebagai imam sekaligus khotib.
Dalam khutbahnya, Ardan Sirodjuddin mengangkat tema pentingnya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui shalat berjamaah. Ia mengawali ceramah dengan menjelaskan pengertian dan manfaat shalat berjamaah. Menurutnya, shalat berjamaah bukan hanya ritual ibadah, melainkan juga sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan nilai-nilai kepemimpinan.
“Shalat berjamaah mengajarkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membangun ikatan kebersamaan yang kuat. Di dalamnya terdapat pelajaran berharga tentang kepemimpinan, ketaatan, dan persatuan,” tutur Ardan di hadapan ratusan jamaah yang hadir.
Ardan juga menekankan makna kepemimpinan dalam shalat berjamaah, menggambarkan posisi imam sebagai pemimpin dan makmum sebagai pengikut yang taat. Ia menegaskan bahwa hubungan harmonis antara imam dan makmum menjadi refleksi penting dalam membangun kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
“Seorang makmum harus mengikuti imam dengan penuh kesadaran dan ketundukan. Ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, ketaatan kepada pemimpin yang benar menjadi kunci terciptanya harmoni,” ungkapnya.
Dalam bagian khutbah berikutnya, Ardan mengingatkan jamaah tentang kedisiplinan dalam shalat berjamaah. Ia menekankan bahwa ketertiban gerakan antara imam dan makmum menjadi bagian tak terpisahkan dari keabsahan ibadah. “Makmum yang mendahului imam dalam gerakan shalat bisa membatalkan ibadahnya. Ini mengajarkan kita betapa pentingnya disiplin dalam mengikuti aturan,” jelasnya.
Lebih jauh, Ardan mengajak seluruh siswa untuk memahami makna persatuan dalam shalat berjamaah, di mana semua orang berdiri sejajar tanpa memandang status sosial. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf, sebagai simbol kekompakan dan persaudaraan umat Islam.
“Tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, tua dan muda, pejabat atau rakyat biasa. Di hadapan Allah, kita semua sama,” katanya dengan suara tegas.
Menyoroti pentingnya komunikasi dalam kepemimpinan, Ardan mengingatkan bahwa makmum berhak mengoreksi imam yang melakukan kesalahan, dengan cara yang santun. Ia mencontohkan penggunaan ucapan “subhanallah” sebagai bentuk koreksi dalam shalat berjamaah.
“Ini pelajaran penting: pemimpin harus terbuka terhadap koreksi, sementara pengikut harus menyampaikannya dengan adab yang baik,” ujarnya.
Sebelum memulai shalat, Ardan juga memberikan pengarahan untuk meluruskan dan merapatkan shaf sebagai bentuk persiapan kolektif yang matang. Ia mengibaratkan langkah ini dengan pentingnya koordinasi dalam setiap kerja sama tim.
“Sebuah tim yang solid harus dimulai dengan persiapan yang rapi dan kesamaan tujuan,” imbuhnya.
Dalam khutbahnya, Ardan tak lupa mengingatkan tentang pentingnya komunikasi transparan dari seorang pemimpin. Ia mengaitkan ini dengan praktik imam yang membaca ayat-ayat shalat dengan suara keras dalam shalat Maghrib dan Isya, agar seluruh makmum dapat mengikutinya dengan benar.
“Pemimpin harus berbicara dengan jelas, transparan, dan mudah dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara anggota,” tegasnya lagi.
Sebagai penguat pesan, Ardan membacakan surat Al-Jumu’ah ayat 9, yang memerintahkan kaum mukmin untuk segera memenuhi panggilan shalat Jumat dan meninggalkan aktivitas duniawi. Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan shalat berjamaah, yang pahalanya lebih besar dua puluh tujuh derajat dibanding shalat sendirian.
“Kemenangan terbesar kita bukan hanya saat kita sukses dunia, tapi saat kita mampu menjaga shalat kita secara berjamaah dan meningkatkan kualitas ketakwaan,” pungkas Ardan di akhir khutbahnya.
Sholat Jumat perdana di Masjid Baitul Iman ini menjadi momen bersejarah sekaligus langkah awal SMK Negeri 10 Semarang dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan kepemimpinan kepada seluruh siswa, sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu dan akhlak.

Beri Komentar