Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN 10 Semarang Gelar Rapat Dinas untuk Evaluasi Program Sekolah Jelang Libur Idul Fitri

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Menutup rangkaian kegiatan sebelum libur Idul Fitri, SMKN 10 Semarang menggelar rapat dinas pada Kamis, 27 Maret 2025 di ruang Baita Adiguna. Rapat yang dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan ini dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin. Dalam kesempatan tersebut, berbagai program sekolah dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur hingga persiapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2025/2026.

Ardan Sirodjuddin membuka rapat dengan menyoroti sejumlah program strategis yang menjadi fokus SMKN 10 Semarang dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Kawal Banjir, yang masih menyisakan tantangan terkait genangan air di halaman depan dan samping sekolah. “Kami merencanakan pembangunan saluran air di ruang 1–3, pembangunan rumah pompa, penambahan pompa, serta pengerukan saluran air,” ujar Ardan. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah banjir di SMKN 10 Semarang.

Selain itu, program Kawal Kuliah juga menjadi sorotan penting. Program ini bertujuan untuk mendampingi siswa dalam menghadapi Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). “Kami melaksanakan pembimbingan intensif bagi siswa peserta SNBT, termasuk kegiatan spiritual seperti Sholat Hajat dan Istighosah,” tambahnya. Hal ini dilakukan untuk memperkuat mental siswa agar lebih siap menghadapi seleksi perguruan tinggi.

Terkait Rapor Pendidikan, Ardan mengungkapkan bahwa salah satu indikator utama, yakni Kualitas Pembelajaran, masih berstatus kuning. Meski demikian, ada beberapa pencapaian positif yang patut diapresiasi, seperti peningkatan Keterserapan Lulusan dan Link and Match antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri. “Kami juga sedang mempersiapkan Kurikulum Diferensiasi untuk memfokuskan sasaran pembelajaran serta Persiapan Tes Kompetensi Akademik,” jelasnya.

Dalam sesi evaluasi lainnya, Ardan membahas program Kawal GTT/PTT (Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap) yang berhasil meloloskan dua orang CPNS dan enam PPPK. Namun, masih ada kendala yang perlu diselesaikan, seperti adanya guru yang belum lolos PPPK. “Kami akan terus memberikan pendampingan untuk tahap kedua serta mengupayakan kebutuhan guru yang ideal mengingat banyak guru senior yang akan pensiun,” kata Ardan.

Sementara itu, kondisi kepegawaian secara umum disebutkan sudah on the track. Beberapa isu seperti TPP (Tunjangan Profesi Pendidik), kenaikan pangkat, PAK (Penilaian Angka Kredit), PMM (Penilaian Mandiri Mutu), Ekin (Elektronik Kinerja), dan sertifikasi guru telah terkawal dengan baik. Namun, Ardan menekankan perlunya peningkatan kedisiplinan beberapa guru dan karyawan serta penyelesaian kelengkapan administrasi sekolah.

Infrastruktur sekolah menjadi salah satu prioritas utama yang dibahas dalam rapat. Mengingat kondisi bangunan sekolah yang sudah berumur, diperlukan pembenahan menyeluruh untuk mengatasi kerusakan ruang dan bangunan. Selain itu, kekurangan ruang kelas dan penataan lingkungan sekolah juga menjadi agenda penting. “Kami juga akan melakukan sensus barang internal sekolah untuk memastikan aset sekolah tertata dengan baik,” tambah Ardan.

Di sisi lain, program SPMB tahun pelajaran 2025/2026 mendapat perhatian khusus. Untuk menarik minat calon siswa baru, sekolah berencana menggencarkan video promosi dan memperbaiki input siswa. “Kami juga akan menambah konsentrasi jurusan TBKR (Teknik Bodi Kendaraan Ringan) sebagai bagian dari inovasi kurikulum,” ungkap Ardan.

Rapat dilanjutkan dengan paparan dari Pelaksana Tugas Tata Usaha, Muhammad Yunan Setyawan. Dalam pemaparannya, Yunan menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tendik ASN atas kerja keras mereka dalam menyelesaikan urusan kepegawaian. “Kami juga berterima kasih kepada PPSU (Petugas Prasarana dan Sarana Umum) yang telah menjaga kebersihan dan kenyamanan sekolah meski jumlahnya terbatas,” ucap Yunan.

Yunan juga menekankan pentingnya kedisiplinan pegawai terkait monev presensi ASN, GTT, guru tamu, dan PTT. “Kami juga meluncurkan Survey Kepuasan Masyarakat (ESKM) untuk meningkatkan standar pelayanan legalisasi ijazah,” tambahnya. Selain itu, Yunan memberikan informasi terkait rencana pelaksanaan sensus barang internal sekolah, pentingnya pengajuan gaji berkala, serta antisipasi keamanan lingkungan menjelang mudik lebaran.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Suhermawan, menyampaikan informasi terkait agenda ujian PSAJ (Penilaian Sumatif Akhir Jenjang). Ujian ini akan dimulai pada 14 April 2025 dan berakhir pada 25 April 2025, dengan sesi susulan bagi siswa yang berhalangan hadir. “Setiap hari, ujian akan menguji dua mata pelajaran dengan durasi 60 menit per sesi dan istirahat 15 menit di antaranya,” jelas Suhermawan.

Suhermawan juga menegaskan larangan meliburkan siswa kelas bawah selama pelaksanaan PSAJ. Kelas X dan XI tetap masuk sekolah dengan durasi jam pelajaran yang dikurangi menjadi @30 menit. “Untuk mengantisipasi kekosongan akibat pensiun dua guru, tugas mengajar mereka telah dialihkan kepada guru lain,” tutupnya.

Rapat dinas ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga momentum untuk merancang langkah-langkah strategis ke depan. Dengan semangat kolaborasi antara guru, karyawan, dan pimpinan sekolah, SMKN 10 Semarang optimis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi kemajuan sekolah. Semoga semua program yang telah direncanakan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak,” pungkas Ardan Sirodjuddin.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan