Semarang – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, SMKN 10 Semarang menjadi salah satu sekolah yang melaksanakan uji coba massal terhadap Sistem Informasi (SI) SPMB 2025. Aplikasi ini dikembangkan secara mandiri oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah sebagai langkah maju dalam proses penerimaan murid baru. Uji coba ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 7 Maret 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan seluruh siswa kelas X sebagai peserta.
Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menegaskan komitmen kelembagaan dalam mendukung pelaksanaan uji coba aplikasi tersebut. Dalam briefing yang digelar di Ruang Baita Adiguna, di hadapan admin, operator, serta pendamping, ia menyampaikan bahwa sekolah siap sepenuhnya menjalankan uji coba ini dengan serius. “Mari kita laksanakan uji coba ini dengan sungguh-sungguh. Catat semua kejadian yang terjadi selama pelaksanaan untuk kemudian dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah,” ujar Ardan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua SPMB SMKN 10 Semarang, Helmi Yuhdana, menjelaskan bahwa sosialisasi terkait uji coba telah diberikan kepada siswa kelas X. Ia memastikan bahwa para siswa telah menerima video tutorial dan dummy dokumen sebagai panduan untuk mempermudah pelaksanaan uji coba. “Kami ingin memastikan bahwa siswa tidak mengalami kendala teknis selama uji coba berlangsung. Video tutorial dan dummy dokumen ini dirancang agar mereka dapat mengikuti setiap tahapan dengan lancar,” jelas Helmi.
Admin SPMB SMKN 10 Semarang, Anis Indri Hastuti, menambahkan bahwa uji coba SI SPMB di sekolah ini akan melibatkan 15 rombongan belajar. Setiap rombel didampingi oleh satu operator dan dua guru pendamping, sehingga total ada 15 operator serta 30 guru pendamping yang bertugas memastikan kelancaran proses. “Kami berharap kolaborasi antara siswa, operator, dan pendamping dapat berjalan optimal sehingga hasil uji coba ini benar-benar mencerminkan reliabilitas sistem,” ungkap Anis.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan SDM, Hikma Nurul Izza, memaparkan rundown lengkap pelaksanaan simulasi uji coba SPMB dihadapan operator dan guru pendamping.
“Setiap tahapan dirancang secara detail agar dapat memberikan gambaran nyata tentang performa sistem. Feedback dari siswa dan operator sangat penting untuk perbaikan sebelum sistem ini digunakan secara aktual,” kata Hikma.
Uji coba massal SI SPMB 2025 ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa sistem yang akan digunakan dalam pelaksanaan SPMB benar-benar andal dan efisien. Dengan melibatkan siswa, operator, serta guru pendamping, diharapkan hasil uji coba ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang kekuatan dan kelemahan sistem.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari seluruh elemen sekolah, uji coba SI SPMB 2025 di SMKN 10 Semarang diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sistem penerimaan murid baru di provinsi Jawa Tengah.

Beri Komentar