Semarang – Program Kawal Kuliah yang digagas oleh SMKN 10 Semarang memasuki tahap kedua, yakni pembimbingan intensif untuk siswa yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Sebanyak 40 siswa tercatat mengikuti program ini dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 21 Maret hingga 20 April 2025, dengan jadwal rutin setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di lingkungan sekolah.
Program ini menjadi salah satu upaya nyata SMKN 10 Semarang dalam mendukung para siswanya meraih cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan pendekatan yang sistematis dan fokus pada persiapan SNBT, sekolah berharap dapat meningkatkan peluang siswa lolos seleksi dan diterima di perguruan tinggi negeri favorit mereka.
Kepala Sekolah SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin., menjelaskan bahwa program ini dirancang secara terstruktur agar siswa tidak hanya siap secara akademis tetapi juga memiliki mental yang kuat menghadapi ujian. “Kami ingin memastikan bahwa siswa kami benar-benar siap, baik dari segi pengetahuan maupun psikologis. SNBT adalah tantangan besar, dan kami berusaha memberikan dukungan maksimal kepada mereka,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, tim pengajar yang terdiri dari guru-guru SMKN 10 Semarang memberikan materi yang relevan dengan kisi-kisi SNBT. Materi tersebut mencakup tes potensi skolastik (TPS), tes kemampuan akademik (TKA), serta simulasi ujian untuk melatih kecepatan dan ketepatan siswa dalam menjawab soal. Tidak hanya itu, siswa juga dibekali strategi efektif dalam mengatur waktu selama ujian berlangsung.
Salah satu peserta program, Michael Surya, mengungkapkan rasa optimisnya setelah mengikuti pembimbingan. “Saya senang sekolah memberikan bimbingan intensif menghadapi SNBT,” tutur siswa kelas XII jurusan Rekayasa Perangkat Lunak ini dengan semangat.
Orang tua siswa pun menyambut positif program ini. Marlina, wali dari salah satu peserta, mengaku lega karena anaknya mendapatkan bimbingan yang komprehensif. “Sebagai orang tua, tentu kami ingin yang terbaik untuk masa depan anak-anak. Dengan adanya program ini, saya merasa lebih tenang karena sekolah benar-benar peduli dan membantu,” ungkapnya.
Program Kawal Kuliah bukan hanya sekadar inisiatif biasa, melainkan representasi dari komitmen SMKN 10 Semarang untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, sekolah ini berupaya memberikan bekal yang memadai kepada siswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dengan membekali siswa kami sejak dini, kami berharap mereka dapat menjadi generasi penerus yang tangguh dan berkualitas,” tambah Ardan Sirodjuddin.
Selain pembimbingan materi, program ini juga menghadirkan alumni yang sudah lolos SNBT tahun kemarin untuk memberikan motivasi dan strategi yang bertujuan untuk memperkuat mental siswa.
Meski telah menuai respons positif, pelaksanaan program ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan waktu yang dimiliki oleh siswa untuk menyeimbangkan antara persiapan SNBT dengan tugas-tugas akademik lainnya. Namun, pihak sekolah berupaya mengatasi hal ini dengan memberikan fleksibilitas dalam jadwal pembimbingan.
Di sisi lain, harapan besar tertuju pada hasil akhir dari program ini. Ardan menegaskan bahwa keberhasilan siswa dalam SNBT akan menjadi tolak ukur kesuksesan program. “Kami berharap tahun ini lebih banyak siswa kami yang lolos SNBT dan diterima di perguruan tinggi negeri. Itu adalah bentuk
Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan penuh dari semua pihak, Program Kawal Kuliah SMKN 10 Semarang diharapkan mampu membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Bagi siswa yang terlibat, ini bukan hanya tentang lulus SNBT, tetapi juga tentang membangun fondasi kokoh untuk masa depan yang gemilang.

Beri Komentar