Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN 10 Semarang Perkuat Karakter Positif Siswa Melalui Kerjasama dengan Kepolisian

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Instansi Pemerintah

Semarang, Jumat (21/2/2025) – SMKN 10 Semarang terus berupaya meningkatkan karakter positif siswa melalui berbagai program kolaborasi dengan pihak eksternal. Salah satu langkah strategis yang dilakukan sekolah adalah menjalin kerjasama dengan kepolisian untuk memberikan pembinaan kepada siswa. Pada hari ini, Jumat (21/2/2025), SMKN 10 Semarang menggelar apel pagi yang istimewa dengan menghadirkan AKBP Ana Maria Retnowati, S.H., M.H., dari Kasat BinMas ( Pembinaan Masyarakat ) Polrestabes Semarang sebagai pembina apel. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kedisiplinan serta kesadaran hukum di kalangan peserta didik.

Dalam amanatnya, AKBP Ana Maria Retnowati menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam membentuk pribadi yang tangguh di masa depan. “Sebagai penerus generasi bangsa, siswa SMKN 10 Semarang harus taat dengan aturan yang ada. Kedisiplinan bukan hanya soal mematuhi peraturan sekolah, tetapi juga bagaimana kalian menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan disiplin, kalian akan menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh motivasi.

Apel yang digelar di halaman sekolah ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan karakter, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan pentingnya taat hukum kepada siswa. AKBP Ana Maria Retnowati juga menyampaikan bahwa pemahaman tentang hukum sangat penting bagi generasi muda. Ia menambahkan bahwa banyak kasus pelanggaran hukum yang terjadi di kalangan remaja sering kali disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap aturan dan konsekuensinya. Oleh karena itu, ia berharap agar siswa dapat menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan mereka masing-masing.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Helmi Yuhdana, menjelaskan bahwa kerjasama dengan kepolisian merupakan salah satu upaya strategis SMKN 10 Semarang dalam mempersiapkan siswa menjadi pribadi yang taat hukum. “Kami ingin membekali anak-anak dengan nilai-nilai kedisiplinan dan kesadaran hukum sejak dini. Dengan bekerja sama dengan kepolisian, kami berharap siswa dapat memahami pentingnya mematuhi aturan, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ungkap Helmi.

Program ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga menjadi bagian dari visi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan karakter siswa secara holistik. Melalui kegiatan seperti apel bersama kepolisian, siswa diajak untuk merefleksikan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap aturan. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka menjadi individu yang unggul, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam sikap dan perilaku.

Salah satu siswa kelas X, Andre, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti apel tersebut. “Saya merasa termotivasi dengan pesan yang disampaikan Bu Ana. Beliau mengingatkan kami bahwa kedisiplinan itu penting untuk masa depan. Saya jadi lebih sadar bahwa mematuhi aturan bukan hanya soal takut dimarahi, tetapi juga demi kebaikan diri sendiri,” katanya dengan antusias.

Selain apel, SMKN 10 Semarang juga memiliki rencana untuk melanjutkan kerjasama dengan kepolisian melalui berbagai kegiatan lainnya, seperti seminar hukum, simulasi penanganan konflik, dan pelatihan kepemimpinan. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada siswa tentang pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kerjasama dengan kepolisian ini juga mendapat apresiasi positif dari para guru. Menurut Wildan Sugiharto, salah satu guru BK di SMKN 10 Semarang, program ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. “Banyak siswa yang masih labil dalam memahami konsep aturan dan hukum. Dengan adanya pembinaan langsung dari kepolisian, mereka bisa mendapatkan gambaran nyata tentang konsekuensi dari pelanggaran hukum. Ini adalah bentuk edukasi yang sangat efektif,” ujarnya.

Tidak hanya berdampak pada siswa, program ini juga memberikan manfaat bagi sekolah secara keseluruhan. Dengan meningkatnya kesadaran hukum dan kedisiplinan siswa, lingkungan sekolah menjadi lebih tertib dan kondusif. Hal ini tentunya akan berpengaruh positif pada proses belajar mengajar serta prestasi siswa di berbagai bidang.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menegaskan bahwa kerjasama dengan kepolisian adalah bagian dari komitmen sekolah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat dalam karakter. “Kami ingin siswa SMKN 10 Semarang menjadi contoh bagi generasi muda lainnya. Dengan bekal kedisiplinan dan kesadaran hukum, mereka akan mampu bersaing di era global tanpa melupakan nilai-nilai moral,” kata Ardan dengan nada optimis.

Ke depan, SMKN 10 Semarang berencana untuk memperluas cakupan kerjasama ini dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk instansi pemerintah lainnya dan organisasi masyarakat. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, di mana siswa tidak hanya belajar dari buku tetapi juga dari pengalaman nyata di lapangan.

Melalui program ini, SMKN 10 Semarang membuktikan bahwa pendidikan karakter adalah prioritas utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. Dengan dukungan penuh dari semua elemen sekolah dan mitra eksternal, harapan besar kini tertumpu pada siswa untuk terus berkembang menjadi individu yang disiplin, taat hukum, dan beretika. Semoga langkah-langkah yang telah diambil dapat memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam membangun karakter positif siswa.

Tag :

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan