Senin, 25-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng di Semarang Gandeng Puskesmas Bulu Lor, Pastikan Kebersihan Alat Makan demi Student Wellbeing

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Instansi Pemerintah

SEMARANG — SMKN Jateng di Semarang terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung program student wellbeing atau kesejahteraan siswa. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni melalui kegiatan kunjungan dan uji swab alat makan bersama Puskesmas Bulu Lor yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, bertepatan dengan waktu makan siang siswa di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Tim dari Puskesmas Bulu Lor hadir langsung untuk melakukan serangkaian pemeriksaan sekaligus edukasi terkait pentingnya menjaga kebersihan alat makan dan pola hidup sehat di lingkungan sekolah.

Tim Puskesmas yang hadir dalam kegiatan itu terdiri atas Denis Priati, Catur Widya Astuti, M. Fikri Abdullah, dan Isti. Kehadiran mereka disambut jajaran sekolah serta para siswa yang tengah menjalani aktivitas makan siang bersama di  ruang makan sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, terdapat sejumlah agenda utama yang dilaksanakan. Pertama, tim Puskesmas menyerahkan hasil uji laboratorium terhadap air minum yang dikonsumsi siswa sehari-hari. Hasil tersebut menjadi salah satu bentuk pengawasan berkala guna memastikan kualitas air yang digunakan tetap memenuhi standar kesehatan.

Selain itu, pihak Puskesmas juga menegaskan kembali komitmen kerja sama antara sekolah dan fasilitas layanan kesehatan tersebut dalam mendukung kesehatan siswa secara berkelanjutan. Kerja sama itu dinilai penting mengingat lingkungan sekolah berasrama membutuhkan pengawasan kesehatan yang konsisten, mulai dari sanitasi, makanan, hingga kebersihan lingkungan.

Tidak hanya itu, tim kesehatan juga memberikan penjelasan mengenai standar operasional prosedur (SOP) penerimaan makanan di sekolah. Penjelasan tersebut meliputi tata cara penerimaan makanan yang higienis, proses distribusi makanan kepada siswa, hingga pentingnya menjaga kualitas makanan sebelum dikonsumsi.

Suasana kegiatan semakin menarik ketika tim Puskesmas melakukan uji swab terhadap alat makan yang akan digunakan siswa. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kebersihan alat makan dan memastikan tidak terdapat kontaminasi yang berpotensi memicu gangguan kesehatan.

Para siswa tampak antusias memperhatikan proses pemeriksaan. Mereka juga mendapatkan edukasi langsung terkait pentingnya menjaga kebersihan alat makan, pola hidup sehat, serta kebiasaan mencuci tangan dan mencuci alat makan menggunakan sabun sebelum digunakan.

Pelaksana Tugas Kepala Tata Usaha SMKN Jateng di Semarang, Daning Wahyu Rohana, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi dan pengawasan kesehatan semacam ini sangat penting dalam membangun budaya hidup bersih di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini bagus untuk mengetahui sejauh mana kebersihan alat makan dapat mempengaruhi kesehatan siswa. Kita perlu menyadari bahwa kebersihan perlu ditanamkan dan dibiasakan agar mendapatkan tubuh yang kuat,” ujar Daning Wahyu Rohana.

Ia menambahkan, pembiasaan hidup bersih tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dibangun melalui edukasi dan praktik sehari-hari. Karena itu, keterlibatan pihak Puskesmas dinilai sangat membantu sekolah dalam memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Menurut Daning, program student wellbeing yang dijalankan SMKN Jateng di Semarang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup kesehatan fisik dan mental siswa. Lingkungan yang sehat diyakini mampu meningkatkan kenyamanan belajar sekaligus mendukung prestasi peserta didik.

Sementara itu, tim dari Puskesmas Bulu Lor menekankan bahwa kebersihan alat makan merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit, terutama di lingkungan sekolah berasrama yang memiliki aktivitas bersama cukup tinggi. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan siswa semakin memahami pentingnya menjaga higienitas diri dan lingkungan sekitar.

Kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari siswa maupun pihak sekolah. Selain memberikan pemeriksaan dan edukasi, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara konsisten.

Melalui sinergi antara sekolah dan Puskesmas, SMKN Jateng di Semarang berharap budaya hidup bersih dan sehat dapat terus tumbuh di kalangan siswa. Dengan demikian, program student wellbeing tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam kebiasaan sehari-hari yang mendukung kualitas hidup dan proses belajar peserta didik.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan