Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng Kampus Semarang Hadiri Halal Bihalal PGRI Jawa Tengah

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG, Sabtu (4/4/2026) — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Halal Bi Halal di Balairung pada Sabtu, 4 April 2026. Acara yang diikuti seluruh pengurus PGRI se-Jawa Tengah ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan pasca-Ramadhan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, Prof. Dr. Muhdi selaku Ketua Umum PGRI Provinsi Jawa Tengah, serta narasumber utama Prof. Dr. Unifah. Turut hadir pula Umiyati Khasanah yang mewakili Kepala SMKN Jawa Tengah Kampus Semarang.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Dr. Sadimin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas peran strategis PGRI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan tenaga pendidik dalam menjawab tantangan global di sektor pendidikan.

Ketua Umum PGRI Jawa Tengah, Prof. Dr. Muhdi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan sarana memperkuat ukhuwah dan sinergi antar pendidik. “Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PGRI, Prof. Dr. Unifah, dalam paparannya menyoroti pentingnya mandat konstitusi terkait pembiayaan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa Pasal 31 Ayat (4) UUD 1945 mengamanatkan alokasi minimal 20 persen dari APBN maupun APBD untuk pendidikan. “Investasi pada guru adalah investasi pada masa depan bangsa. Pembiayaan pendidikan bukan sekadar pos anggaran, melainkan komitmen strategis untuk membangun sumber daya manusia unggul Indonesia,” tegasnya.

Ia juga memaparkan capaian nyata dari advokasi PGRI, termasuk target sertifikasi 1,5 juta guru pada 2025, peningkatan signifikan dari 280 ribu pada 2024, serta rekrutmen 569 ribu guru baru. Selain itu, ekspansi skema PPPK pada pertengahan 2025 akan mengonversi lebih dari satu juta guru honorer menjadi kontrak penuh. “Ini adalah bukti bahwa perjuangan kolektif PGRI mampu membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan guru,” tambahnya.

Dalam paparannya, Prof. Unifah juga menggarisbawahi tiga pilar utama menuju masa depan pendidikan yang tangguh, yaitu pembiayaan publik berkelanjutan, alokasi anggaran yang lebih cerdas, serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak termasuk sektor swasta dan internasional. Ia juga mengingatkan tantangan global, di mana UNESCO memprediksi kekurangan 44 juta guru pada tahun 2030.

Di sisi lain, Umiyati Khasanah dari SMKN Jateng Kampus Semarang menekankan nilai filosofis Halal Bi Halal sebagai tradisi khas Indonesia yang sarat makna. “Halalbihalal adalah momentum penting untuk menyambung silaturahmi, saling memaafkan, serta kembali ke fitrah setelah menjalankan ibadah Ramadhan,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada hubungan personal, tetapi juga pada profesionalisme tenaga pendidik. “Dengan hati yang bersih dan hubungan yang harmonis, guru dapat bekerja lebih optimal dan kolaboratif dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” jelas Umi.

Ia juga menambahkan bahwa Halal Bi Halal dalam konteks organisasi memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas, membangun sinergi, serta menjadi media pembinaan karakter bagi para pendidik. “Ini adalah ruang untuk mempererat rasa kekeluargaan, memperkuat harmoni, sekaligus meningkatkan semangat kerja bersama,” katanya.

Kegiatan Halal Bi Halal PGRI Jawa Tengah ini ditutup dengan saling bersalaman dan ramah tamah antar peserta, mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi inti dari tradisi tersebut.

Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempertegas komitmen PGRI dalam memperkuat solidaritas, menyatukan visi, serta meningkatkan sinergi antar pendidik di Jawa Tengah dalam suasana kekeluargaan. Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan dunia pendidikan di Jawa Tengah semakin maju dan mampu menjawab tantangan masa depan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan