Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMP Negeri 1 Cilongok Gelar Pengimbasan Pembelajaran Mendalam, Tekankan Pentingnya Growth Mindset

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Banyumas – Pada hari Jumat, 1 Agustus 2025, SMP Negeri 1 Cilongok menggelar kegiatan pengimbasan hasil pelatihan pembelajaran mendalam (Deep Learning). Acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti para guru dengan penuh antusias. Salah satu materi utama yang dipaparkan adalah mengenai Pola Pikir Bertumbuh atau Growth Mindset, yang disampaikan langsung oleh narasumber, Ibu Sustiwi Dwi Pamuji, S.P.

Dalam paparannya, Sustiwi menjelaskan bahwa Growth Mindset adalah cara berpikir bahwa kecerdasan dan kemampuan seseorang dapat berkembang melalui usaha, belajar terus menerus, dan pantang menyerah. “Kalau orang berpikir dengan Growth Mindset, maka dia yakin masalah yang sedikit itu jalan keluarnya banyak. Karena itu jangan menyerah, jangan putus asa, yakinlah selalu ada jalan keluarnya,” ujarnya, mengutip pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Pentingnya menanamkan pola pikir bertumbuh, lanjutnya, didasari oleh hasil survei PISA tahun 2018 yang menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki persentase growth mindset rendah, yakni hanya 29 persen atau menempati peringkat tiga terbawah. “Ada korelasi positif antara jumlah murid yang memiliki Growth Mindset dengan hasil akademik sebuah negara. Maka sudah seharusnya guru mendorong siswa untuk mengembangkan pola pikir bertumbuh,” tambahnya.

Kegiatan pengimbasan ini bukan sekadar memberikan pemahaman teoretis, melainkan juga mendorong para guru melakukan refleksi terhadap pola pikirnya sendiri. Salah seorang peserta, yang juga guru SMP Negeri 1 Cilongok, menyampaikan kesan mendalam setelah mengikuti kegiatan. “Dengan mengikuti pengimbasan hasil pelatihan Deep Learning, saya menjadi lebih paham mengenai pola pikir bertumbuh. Ternyata saya sebagai guru pun harus mengembangkan kemampuan dalam hal ini. Selama ini sering muncul rasa pesimis jika menghadapi sesuatu yang baru, merasa takut gagal, atau kurang percaya diri. Padahal seorang guru harus punya growth mindset agar bisa menularkan semangat itu kepada siswa,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa dengan memahami Growth Mindset, guru akan lebih termotivasi untuk selalu meningkatkan diri. Ada delapan cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan pola pikir bertumbuh. Pertama, memahami dan mencintai diri sendiri dengan menerima kekurangan sekaligus menghargai kelebihan yang dimiliki. Kedua, belajar dari kegagalan dengan melihatnya sebagai batu loncatan menuju keberhasilan. Ketiga, fokus pada apa yang sedang dikerjakan dengan manajemen waktu yang baik. Keempat, menumbuhkan rasa percaya diri agar berani mencoba sesuatu dengan maksimal.

Kelima, berani mencoba hal-hal baru tanpa takut salah. Keenam, berani menerima tantangan dan siap menghadapi perubahan sebagai sarana belajar. Ketujuh, terbuka pada kritik dan saran sebagai bagian dari proses perbaikan diri. Dan kedelapan, memberikan reward kepada diri sendiri sebagai bentuk apresiasi atas setiap keberhasilan kecil maupun besar. “Delapan hal sederhana ini jika dilakukan dengan konsisten akan menumbuhkan mentalitas yang kuat, baik bagi guru maupun siswa,” tutur Sustiwi menegaskan.

Kepala SMP Negeri 1 Cilongok yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik pelaksanaan pengimbasan. Menurutnya, guru yang memiliki pola pikir bertumbuh akan lebih siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks. “Anak-anak kita membutuhkan teladan nyata. Jika gurunya memiliki semangat pantang menyerah dan terus belajar, siswa juga akan meniru. Itulah nilai besar dari Growth Mindset,” katanya.

Kegiatan pengimbasan pembelajaran mendalam di SMP Negeri 1 Cilongok ini diakhiri dengan sesi refleksi bersama. Guru-guru diminta untuk menuliskan pengalaman mereka saat menghadapi tantangan dan bagaimana pola pikir bertumbuh dapat menjadi kunci solusi. Suasana penuh semangat tampak mewarnai kegiatan, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya menggugah wawasan, tetapi juga menyentuh hati para peserta.

Dengan adanya pengimbasan ini, diharapkan guru semakin siap menanamkan Growth Mindset kepada siswa. Lebih jauh lagi, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan keyakinan, kerja keras, dan ketangguhan. Sebab, seperti yang ditegaskan oleh narasumber, pola pikir bertumbuh bukan hanya soal kemampuan akademik, melainkan juga bekal kehidupan untuk menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah.

Penulis : Andjar Widjianingsih, Guru SMP 1 Cilongok

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan