Banyumas — Dalam upaya meningkatkan kapasitas guru sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan masyarakat, SMP Negeri 1 Karanglewas menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) selama tiga hari, yaitu pada tanggal 3, 4, dan 7 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pendidik, komite sekolah, serta perwakilan paguyuban kelas, mencerminkan kolaborasi strategis dalam memajukan mutu pendidikan di era transformasi digital.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. Joko Witono, M.Si., yang juga menjadi pemateri utama pada sesi pertama. Dalam paparannya, Joko Wiyono menekankan pentingnya implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai arah kebijakan pendidikan nasional yang berpihak pada peserta didik. Ia menilai keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini sebagai praktik baik yang patut diapresiasi.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan seperti ini merupakan langkah nyata menuju pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Drs. Joko Witono, M. Si. di hadapan peserta IHT. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya bertumpu pada guru dan sekolah, tetapi juga pada sinergi yang solid antara orang tua, komunitas, dan lembaga pemerintahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua yang dibawakan oleh pengawas pendamping, Ibu Raharjanti Nur Lestari, M. Pd. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami strategi implementasi pembelajaran mendalam di kelas. Raharjanti menekankan pentingnya kesiapan mental dan pedagogis para guru dalam menghadapi perubahan paradigma pendidikan yang kini lebih menekankan pada pembelajaran bermakna dan kontekstual.
“IHT ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para guru untuk mulai merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa,” tegasnya. Menurutnya, guru tidak hanya perlu menguasai materi, tetapi juga harus mampu menciptakan situasi belajar yang menantang, menggugah rasa ingin tahu, dan relevan dengan kehidupan nyata peserta didik.
Sesi berikutnya diisi dengan refleksi bersama melalui evaluasi pembelajaran tahun ajaran 2024/2025. Para guru diajak untuk meninjau ulang kekuatan dan tantangan dalam proses belajar-mengajar, termasuk bagaimana kode etik sekolah bisa diperkuat untuk membangun budaya positif di lingkungan satuan pendidikan. Diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai masukan dari peserta, termasuk dari perwakilan komite sekolah dan orang tua siswa.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian materi oleh Pemateri AI dosen BSI Fabriyan Fandi Dwi Imaniawan, M.Kom. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), sebagai mitra guru dalam meningkatkan profesionalisme. Ia mendorong para guru untuk mulai mengeksplorasi AI dalam kegiatan menulis karya tulis ilmiah dan publikasi digital.
“Di era digital ini, AI dapat menjadi mitra guru dalam mengembangkan potensi, termasuk dalam penulisan artikel yang akan kami unggah ke laman web sekolah sebagai bagian dari publikasi ilmiah,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya budaya literasi di kalangan guru, tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas pribadi, tetapi juga sebagai contoh inspiratif bagi para siswa.
Sebagai tindak lanjut dari IHT ini, seluruh guru diminta untuk menyusun rancangan pembelajaran mendalam sesuai bidang masing-masing. Selain itu, mereka juga diarahkan untuk menulis artikel reflektif yang mendokumentasikan praktik terbaik (best practice) selama mengajar. Hasil karya ini akan menjadi bagian dari portofolio profesional guru serta sebagai bahan berbagi inspirasi dengan sekolah-sekolah lain.
Kegiatan In House Training ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi pendidikan di SMP Negeri 1 Karanglewas. Dengan melibatkan berbagai pihak dan mengintegrasikan teknologi, sekolah ini menunjukkan komitmen kuat untuk terus berinovasi demi terciptanya pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Kepala sekolah berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun dalam IHT ini dapat menjadi budaya kerja yang terus hidup di lingkungan sekolah.
“Perubahan tidak selalu harus besar. Yang penting adalah konsistensi dan keberanian untuk memulai,” pungkas Dwi Riyani. Ia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk membangun pendidikan yang lebih tangguh dan relevan dengan zaman.
Penulis : Humas SMP Negeri 1 Karanglewas Banyumas

Beri Komentar