Jumat, 01-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMP Negeri 10 Salatiga Peringati HUT Pramuka ke-64 dengan Upacara Khidmat

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Salatiga (14/8) – Suasana khidmat menyelimuti lapangan SMP Negeri 10 Salatiga pada Kamis, 14 Agustus 2025. Seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, kompak mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64. Dengan seragam pramuka lengkap beserta atributnya, mereka meneguhkan komitmen untuk terus meneladani nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.

Upacara berlangsung tertib dan penuh makna. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kak Slamet Budi Handoyo, S.Pd., yang mewakili Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan. Dalam sambutannya, ia membacakan amanat resmi dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn.) Drs. Budi Waseso. Tema yang diusung dalam peringatan tahun ini adalah “Kolaborasi untuk Ketahanan Bangsa”, yang menjadi pesan penting bagi seluruh anggota pramuka di Indonesia.

“Tema ini diangkat untuk dijadikan tekad dan komitmen bersama Gerakan Pramuka sebagai jati diri bangsa. Pramuka harus selalu berpedoman pada Pancasila, berdiri di garda terdepan dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Kak Slamet saat menyampaikan amanat.

Dalam sambutannya, ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Mulai dari derasnya arus digitalisasi, ancaman penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online, hingga kasus perundungan dan lunturnya semangat patriotisme akibat pengaruh budaya asing. “Peran pramuka sangat penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif tersebut. Dengan pramuka, anak-anak kita akan ditempa untuk lebih disiplin, peduli, dan berkarakter,” lanjutnya.

Selain itu, Kak Slamet juga menyampaikan pesan khusus dari Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Kak Ratna Dhianawati, S.Pd., M.Pd. Ia menekankan pentingnya kegiatan pramuka di jenjang sekolah menengah pertama sebagai wadah pembinaan karakter dan keterampilan sosial bagi siswa. “Kegiatan pramuka di sekolah bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi sarana penting untuk membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, gotong royong, serta cinta tanah air. Inilah bekal yang akan mereka bawa ketika kelak terjun ke masyarakat,” ujar Kak Ratna dalam amanat yang dibacakan.

Bagi SMP Negeri 10 Salatiga, peringatan HUT Pramuka ke-64 tidak hanya sekadar acara seremonial tahunan. Kepala sekolah menekankan bahwa momen ini juga menjadi sarana refleksi untuk memperkuat peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai luhur Tri Satya dan Dasa Darma. Melalui kegiatan pramuka, sekolah berharap dapat mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Upacara ini bukan hanya simbol peringatan, tetapi momentum penting bagi sekolah untuk melakukan evaluasi. Apakah kita sudah benar-benar menanamkan nilai kepramukaan dalam keseharian siswa? Apakah siswa sudah mampu menghayati dan mengamalkan nilai Tri Satya dan Dasa Darma?” ungkap seorang guru yang ikut mendampingi jalannya upacara.

Di tengah semangat nasionalisme yang dikobarkan, peringatan HUT Pramuka ini juga menjadi wadah kebersamaan. Seluruh warga sekolah larut dalam nuansa persaudaraan, mengingatkan bahwa pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan baris-berbaris atau tali-temali, tetapi juga membangun karakter yang kokoh, kepemimpinan yang bertanggung jawab, dan rasa peduli terhadap sesama.

Upacara peringatan di SMP Negeri 10 Salatiga ini sekaligus menegaskan bahwa gerakan pramuka masih sangat relevan di era modern. Nilai-nilai yang diajarkan tidak lekang oleh waktu, justru semakin dibutuhkan untuk menghadapi kompleksitas persoalan generasi muda. Dengan mengusung tema “Kolaborasi untuk Ketahanan Bangsa”, sekolah berharap siswa mampu menjadi pribadi yang berdaya guna, siap bekerja sama, dan mampu menjaga persatuan dalam bingkai NKRI.

Bagi para siswa, pengalaman mengikuti upacara Hari Pramuka ke-64 menjadi pengingat bahwa mereka adalah bagian dari sejarah panjang gerakan kepanduan Indonesia. Dengan penuh kebanggaan, mereka menyanyikan lagu kebangsaan, mengibarkan bendera, dan menundukkan kepala saat doa dipanjatkan. Semua itu menjadi bukti bahwa semangat pramuka tetap hidup dan akan terus diwariskan lintas generasi.

Penulis: Kukuh Aria Nusantara, Guru SMP Negeri 10 Salatiga

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan