Ungaran – SMP Negeri 5 Ungaran menghadirkan suasana berbeda setiap hari Jumat dengan menggelar Program Jumat Ceria. Program ini merupakan akronim dari Cantik, Energik, Rajin, Inovatif, dan Aktif. Sesuai namanya, kegiatan yang berlangsung rutin setiap pekan itu bertujuan meningkatkan kebahagiaan, kesehatan, dan kebersamaan para siswa.
Salah satu agenda utama dari Jumat Ceria adalah membiasakan siswa membawa bekal makanan sehat dan bergizi dari rumah. Tak hanya dinikmati sendiri, bekal itu juga ditukar dengan teman sebaya sebagai bentuk kebersamaan. Kepala SMP Negeri 5 Ungaran, Kuswahyu W, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter.
“Melalui Jumat Ceria kami ingin menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Siswa dibiasakan peduli kesehatan dengan makan makanan bergizi, sekaligus belajar berbagi dengan teman. Harapannya, mereka tidak hanya sehat fisiknya, tetapi juga tumbuh rasa empati dan kebersamaan,” ujar Kuswahyu, Jumat (29/8).
Program ini mendapat dukungan penuh dari para guru, terutama Sutris Purwanto, S.Pd., yang ditunjuk sebagai koordinator kegiatan. Menurutnya, latar belakang ekonomi keluarga siswa cukup beragam, sebagian besar orang tua bekerja sebagai buruh pabrik, sisanya sebagai wiraswasta dan pegawai negeri. Meski begitu, bekal yang dibawa siswa tetap memenuhi unsur makanan sehat.
“Anak-anak kami bawaannya sederhana, tetapi menyehatkan. Saya pernah melihat ada siswa yang membawa nasi, sayur bening bayem, tempe goreng, sambal, susu kotak, dan buah jeruk. Itu sudah termasuk karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat. Jadi sebenarnya tanpa harus mewah, mereka sudah menerapkan pola makan bergizi,” jelas Sutris.
Makanan bergizi, sebagaimana dijelaskan para guru dalam sosialisasi, adalah makanan yang mengandung zat-zat esensial untuk tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat. Jenis makanan ini bisa diperoleh dari sayuran, buah-buahan, ikan, telur, daging tanpa lemak, tahu, tempe, serta karbohidrat dari nasi, susu, dan biji-bijian.
Kebiasaan membawa bekal sendiri ternyata disambut antusias oleh para siswa. Azalea Az Zahra, salah satu siswi kelas VIII, mengaku senang mengikuti program ini karena bisa merasakan variasi makanan berbeda setiap Jumat.
“Biasanya saya bawa bekal dari rumah, lalu ditukar dengan teman. Rasanya seru sekali karena kita bisa mencoba masakan dari rumah lain. Selain itu, ibu juga senang karena tahu saya makan makanan sehat, bukan jajan sembarangan di luar,” ungkap Azalea.
Selain aspek kesehatan, Jumat Ceria juga dirancang untuk meningkatkan rasa bahagia di sekolah. Setelah sarapan bersama dengan bekal masing-masing, para siswa melanjutkan kegiatan dengan senam ringan, permainan edukatif, hingga diskusi kreatif. Semua itu membuat suasana sekolah lebih hidup dan menyenangkan.
Menurut Kuswahyu, program ini sejalan dengan visi sekolah yang ingin mencetak generasi tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan sehat jasmani. Ia berharap Jumat Ceria bisa menjadi kebiasaan baik yang melekat hingga para siswa dewasa nanti.
“Kalau anak-anak sudah terbiasa makan sehat sejak SMP, insyaallah ke depan mereka akan lebih sadar pentingnya pola makan seimbang. Apalagi kalau kebiasaan berbagi ini terus dilanjutkan, maka akan tercipta generasi yang peduli sesama,” tambah Kuswahyu.
Dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Meski banyak yang sibuk bekerja di pabrik, mereka tetap menyempatkan menyiapkan bekal sederhana di pagi hari. Bagi pihak sekolah, hal ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua bisa berjalan baik demi kebaikan bersama.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Program Jumat Ceria di SMP Negeri 5 Ungaran tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga simbol pendidikan sehat dan karakter. Dari bekal sederhana yang dibawa setiap Jumat, tersimpan pesan besar bahwa kebahagiaan bisa tumbuh dari hal kecil, dan kesehatan dapat dimulai dari kesadaran sehari-hari.
Penulis : Dra. Endang Suhartatik , Guru SMP Negeri 5 Ungaran

Beri Komentar